#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Rashford Konsisten Hadirkan Mimpi Buruk bagi The Big Six
22 October 2019 13:30 WIB
MANCHESTER – Manchester United FC (MU) memang kembali gagal memetik hasil maksimal di Liga Primer 2019/20. Mereka belum lagi merasakan kemenangan dalam empat partai terakhir atau sejak mengalahkan Leicester City FC, 1-0, 14 September lalu. Namun paling tidak, rapor kubu Setan Merah di Stadion Old Trafford tetap impresif jika menjamu anggota The Big Six (Enam Besar).

Dalam enam pertandingan Liga Primer sejak dilatih Ole Gunnar Solskjaer, MU hanya sekali kalah, yakni saat menyerah dari rival sekota, Manchester City FC pada 24 April 2019. Selebihnya, Setan Merah menang satu kali atas Chelsea FC pada 11 Agustus lalu (4-0) dan empat lainnya imbang, termasuk bertemu Liverpool FC. Ya, dua kali pasukan Solskjaer sukses menahan agresivitas The Reds di Old Trafford.

Teranyar mereka lakukan pada Minggu (20/10) lalu. MU yang tengah mengalami krisis performa mampu keluar dari tekanan Liverpool. Walau mereka akhirnya harus puas meraih satu poin setelah sempat unggul pada menit ke-36. The Reds mampu mengejar jelang pengujung laga lewat gelandang Adam Lallana. Hasil seri 1-1 ini pun membuat Setan Merah berhasil memutus rekor kemenangan 100 persen Liverpool.


Baca Juga :
- Gol Keren Moh Salah Bikin Crouch dan Owen Gelengkan Kepala
- Benitez Beberkan Cara Mengalahkan Liverpool

Ya, sebelumnya, tim asuhan Juergen Klopp selalu mampu mengalahkan lawan-lawannya dalam delapan laga awal Liga Primer musim ini. Marcus Rashford kembali menjadi momok bagi Liverpool. Dalam tiga pertemuan di Old Trafford, penyerang 21 tahun itu tiga kali pula menjebol gawang The Reds. Bagi Rashford, gol ini juga jadi bukti validasi kualitasnya sebagai sosok pembeda bagi MU dalam laga besar (big game player).

Dari total 31 gol yang telah dibukukannya dalam 120 penampilan di Liga Primer, 11 di antaranya atau 35 persen bersarang di dalam gawang tim-tim elite Inggris. Liverpool dan Chelsea FC jadi korban favorit, masing-masing tiga gol. Sedangkan Arsenal FC serta Man. City sama-sama dua kali merasakan keganasan Rashford. Sementara Tottenham Hotspur FC kebobolan satu gol oleh aksi penyerang timnas Inggris itu.

Sebelumnya, Rashford adalah sasaran kritik setelah tampil mengecewakan musim ini. Namun gol ke gawang Liverpool menegaskan kembali bahwa dirinya bisa diandalkan. Pada 2016/17, ia membuka skor saat MU mengalahkan Chelsea di Old Trafford. Ia juga mencetak gol melawan Celta Vigo yang memastikan Setan Merah lolos ke final Liga Europa musim itu.

Rashford juga memborong dua gol saat timnya mengalahkan Liverpool dalam laga kandang musim lalu. “Jika melihat lawan yang dihadapi, saya pikir performa Marcus (Rashford) adalah yang terbaik sepanjang musim ini,” ujar Solskjaer. “Dia bermain dengan percaya diri. Ia memaksimalkan pergerakan dan kecepatannya dengan sangat efektif serta nyaman saat menguasai bola.”

Rashford sendiri percaya bahwa performa Setan Merah melawan Liverpool jauh lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya. “Sejujurnya saya kecewa karena kami gagal menang. Saya pikir kami layak mendapatkan tiga poin,” kata sang pemain. “Namun saya harap dari sini kami akan bisa kembali meraih kemenangan.” Yang tidak kalah penting, MU butuh penyerang mudanya itu tampil konsisten di setiap laga.***

 

 

 

 

   


Baca Juga :
- Kombinasi Fred-McTominay Bantu MU Jadi Lebih Solid
- Salah Simpan Ambisi Kejar Pencapaian Legenda Man. City

            

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA