#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sterling Bukti Guardiola Pelatih Spesialis Pengubah Peran Pemain
24 October 2019 13:20 WIB
MANCHESTER - Josep Guardiola tidak hanya dikenal sebagai pelatih yang piawai meracik strategi dan taktik. Kegeniusan pelatih Manchester City tersebut juga ditunjukkan dengan keahliannya mengubah posisi dan peran pemain.

Di City, pelatih asal Spanyol tersebut telah mengubah peran Ilkay Guendogan dari gelandang bertahan biasa menjadi seperti Xavi Hernandez di FC Barcelona dulu. Sergio Aguero tidak lagi menjadi striker murni tetapi menjadi mirip Thomas Mueller, sang penafsir ruang alias Raumdeuter di FC Bayern Muenchen.

Saat City menghajar tamunya, Atalanta BC, 5-1, pada laga ketiga Grup C Liga Champions, Selasa (22/10) malam, keahlian Guardiola mengubah posisi pemain kembali terlihat. Raheem Sterling tidak hanya menjadi penyerang sayap (winger) biasa tetapi berubah menjadi mesin gol seperti Lionel Messi di Barcelona.


Baca Juga :
- The Citizens Kerek Bendera Putih
- Susunan Pemain Arsenal vs Manchester City

Sempat tertinggal 0-1, City mengamuk lewat dua gol Aguero. Tetapi, hattrick yang dibuat Sterling hanya dalam 11 menit di babak kedua – sebelum City bermain dengan 10 orang akibat Phil Foden mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-82 – membuatnya benar-benar menyorot perhatian. Hattrick tersebut membuktikan Sterling pemain City paling produktif musim ini di bawah Guardiola.

Kehebatan Sterling bertransformasi menjadi mesin gol The Citizens sudah terlihat dalam beberapa musim terakhir.  Pada 2017/18, Sterling mencetak 23 gol dalam 46 laga semua ajang. Musim lalu (2018/19), ia membuat 25 gol dalam 51 pertandingan.

Pada 2019/20 ini, Sterling sudah mencetak 12 gol hanya dalam 13 laga City di semua kompetisi. Bila ditotal dengan performa di tim nasional Inggris, musim ini Sterling sudah mengemas 16 gol (empat di timnas) dalam 17 pertandingan. Striker top dunia rata-rata mampu mencetak satu gol per laga. Namun, Sterling sebagai winger mampu mencetak hampir satu gol per pertandingan (tepatnya 0,94).

Salah satu ciri khas winger modern adalah memiliki naluri tinggi untuk melakukan tusukan langsung ke kotak penalti dan membuat gol. Sterling rupanya jauh lebih komplet daripada hasil revolusi taktik permainan pada para winger tersebut.      

Guardiola menempatkan Sterling di sayap kiri sehingga membuatnya mudah dan cepat masuk ke kotak penalti untuk mencetak gol dengan kaki kanan. Sejauh ini, Sterling sudah tiga kali mencetak gol dengan cara itu.

“Sterling sebenarnya mampu bermain sama baiknya sebagai sayap kiri maupun kanan,” ucap Guardiola. “Kecepatan, teknik, dan naluri mencetak gol tinggi Sterling-lah yang meluluhlantakkan pertahanan Atalanta.”

Kendati mampu mencetak banyak gol, Sterling belum mau disejajarkan dengan Messi dan Cristiano Ronaldo. Sterling menyebut dirinya harus mampu mencetak 50 sampai 60 gol per tahun agar sejajar dengan kedua ikon sepak bola dunia tersebut.

Faktanya, Sterlling sudah mencetak 32 gol untuk klub dan timnas negaranya dalam kalender musim ini. Bandingkan dengan Messi yang mengoleksi 35 gol dan Ronaldo yang baru 28.


Baca Juga :
- Ini Lawan Liverpool di Fase Gugur Liga Champions
- Ini 10 Rekor Lionel Messi Dalam Satu Dekade

“Jika saya mampu membuat 50 atau 60 gol per tahun, dalam 15 tahun ke depan, barulah Anda samakan saya dengan Messi dan Ronaldo,” ucap Sterling. “Saat ini, jangan samakan saya dengan Ronaldo atau Messi karena mereka butuh 15 tahun untuk bisa seperti sekarang.”

Sterling kini tinggal butuh delapan gol sebelum 31 Desember agar mampu membuat 40 gol dalam setahun. Akan impresif jika Sterling mampu melakukannya karena Inggris tidak akan turun di ajang besar hingga akhir tahun ini.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA