#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Mantan Supremo F1 Terjebak Pajak Rp 18,4 Trilun
27 October 2019 16:32 WIB
LONDON - Bernie Ecclestone telah berjuang melawan HMRC (Her Majesty's Revenue and Customs) selama lebih dari 20 tahun atas uang yang diperoleh dari kekuasannya sebesar 2,5 miliar poundsterling.

Mantan supremo F1 itu yang berusia 88 tahun itu, selalu membantah berhutang hingga 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp 18,4 triliun. Tidak ada saran dia telah melanggar hukum pajak.

"Ini akan menjadi kemenangan besar bagi HMRC dan akan menjadi pengembalian pajak individu terbesar di Inggris yang tercatat dalam sejarah," kata seseorang dilansir The Sun.


Baca Juga :
- Pembalap F2 Ini Lengkapi Skuat F1 2020
- Beda Usia 49 Tahun Bukan Masalah, Briatore Pacari Mahasiswa Usia 20 Tahun

“Ada sejumlah penawaran yang dibuat, dan saran yang gagal tentang cara melunasi tagihan. Tapi akhirnya pengaturan tampaknya telah dibuat."

Biasanya jenis penyelesaian ini disepakati tanpa pertanggungjawaban. Uang itu akan pergi ke dompet publik. Terbesar sebelumnya adalah 130 juta poundsterling dari Google pada tahun 2016.

Tahun lalu dikatakan bagaimana Bernie diperiksa oleh petugas pajak di kantor polisi London pada 2017. HMRC telah mengumpulkan 3 miliar poundsterling sejak memulai tindakan keras baru terhadap pendapatan luar negeri pada tahun 2010.

Ini berfokus pada kepercayaan Bambino yang didirikan oleh mantan istri Bernie, Slavica pada tahun 1997 dan berpusat di Liechtenstein. Kepercayaan itu diyakini telah mengumpulkan 3 miliar poundsterling dari penjualan saham di F1. Slavica, 61 tahun, dan putri Tamara, 35 tahun, dan Petra, 30 tahun, adalah penerima manfaat.

Ketika Bernie memiliki operasi jantung tiga kali lipat pada tahun 1999, Slavica mentransfer modal saham perusahaan induk F1 ke Petara yang berbasis di Jersey, kalau-kalau ia meninggal.

Dia kemudian menempatkan saham dalam kepercayaan Bambino dan tidak ada pajak yang dibayarkan atas uang yang dikumpulkan.


Baca Juga :
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi
- McLaren Ubah Filosofi Dasar jelang F1 2020

Sebagai warga negara Inggris, Bernie tidak diizinkan untuk mengontrol kepercayaan, jika tidak, ia harus membayar pajak untuk itu. Pada 2008 HMRC memutuskan dia tidak melanggar aturan anti-penghindaran.

Pakar pajak Jim Lee, dari James Lee Associates, mengatakan penyelesaian sebesar ini akan luar biasa. Tapi, HMRC menolak berkomentar.**

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA