#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Legenda F1: Gaya Balap Verstappen di GP Meksiko Tak Layak
30 October 2019 13:00 WIB
MEXICO CITY – Direktur Pelaksana Formula 1 (F1) Ross Brawn menyebut Max Verstappen harus belajar dari kesalahan pada putaran ke-18 di Sirkuit Hermanos Rodriguez, Meksiko, Minggu (27/10). Pembalap Red Bull Racing itu memaksa Lewis Hamilton keluar dari jalur balap saat memasuki Tikungan 2.

Verstappen memiliki akhir pekan yang sulit karena mendapatkan penalti dengan turun tiga grid saat kualfikasi. Ini karena dirinya tidak ingin melambatkan laju ketika bendera kuning dikibarkan. Adapun kala lomba, pembalap asal Belanda tersebut harus berjuang keras untuk melepaskan diri dari kerumunan selepas start.

Serpihan mobil Valtteri Bottas juga membuat ban belakang Verstappen, pecah. “Max membuat kesalahan yang harus dibayar mahal. Tapi, di sisi lain, ia memberi tontonan menarik saat berupaya memperbaiki posisi dari 20 menjadi keenam. Ia baru 22 tahun, ada banyak ruang untuk ditingkatkan,” kata Brawn via Motorsport.com.


Baca Juga :
- Cepat Rilis Mobil Jadi Strategi Ferrari Jelang F1 2020
- Honda Perpanjang Kontrak Jangka Pendek dengan Red Bull Racing

Sejak berkiprah di F1, 2015, Verstappen memang kerap membuat kesalahan. Beberapa rival menganggapnya terlalu agresif di lintasan. Namun, tahun ini, dirinya berhasil memperbaiki emosi, baik di dalam maupun luar trek. Brawn berharap Verstappen bisa meniru sikap pembalap senior agar kariernya mentereng.

“Hal terpenting adalah belajar dari kesalahan dan itu akan tetap berlaku meski Anda sudah berusia 50 tahun. Tapi, ego di usia 22 tahun mungkin sedikit lebih tinggi. Anda harus bisa mengendalikan karena ada sesuatu yang wajib dimenangkan. Lewis berhasil memperlihatkan dan itulah cara menjadi juara,” ujar Brawn.

Soal apa yang terjadi di Sirkuit Hermanos Rodriguez, Hamilton turut memberikan komentar. Pembalap Mercedes AMG Petronas itu mengatakan, Verstappen belum mampu bersikap dewasa di trek. Hal semacam itu tak perlu terjadi, apalagi saat lomba baru melewati lap pertama seperti di Grand Prix (GP) Meksiko. 

“Setiap pembalap berbeda-beda. Ada yang sangat pintar dan agresif, ada juga yang bersikap konyol. Berdasarkan pengalaman, Anda akan memberi ruang karena mereka saling menghargai. Tapi, dengan Max, memungkinkan Anda tak mendapat ruang saat masuk tikungan bersamaan dengannya,” kata Hamilton.

Sikapnya yang kerap merugikan pembalap lain juga mendapat kritik pedas dari legenda F1 seperti juara dunia 1997, Jacques Villeneuve. Verstappen harus bisa lebih sabar dalam bertindak, utamanya di lintasan. Menurutnya, hal tersebut bakal membuat dirinya dan peserta lain bisa lebih menikmati balapan.

“Sebagai pembalap F1, perilaku yang ditunjukkan oleh Max akhir pekan lalu tak layak karena berkendara dengan sangat buruk. Ia juga benar-benar arogan jika dilihat dari televisi. Saya benar-benar tidak paham kenapa orang-orang bisa memilihnya sebagai pembalap terbaik di GP Meksiko,” Villeneuve menuturkan.


Baca Juga :
- Max Verstappen Harus Mulai Belajar dari Kesalahan, Jika Ingin Jadi Juara Dunia
- Hamilton: Verstappen Bak Magnet Tabrakan

Mantan pembalap Red Bull, Robert Doornbos, juga memberi komentar terkait insiden Verstappen di Meksiko. “Waktu itu di Spa (Belgia), Jepang, sekarang Meksiko, ia selalu terlibat senggolan. Itu sebabnya ia kehilangan banyak poin. Anda bisa saja terlibat insiden tapi yang satu ini tak dapat diterima karena terlalu sering,” katanya.

Insiden senggolan dengan Bottas hingga membuat ban belakang Verstappen, pecah, dianggap sebagai kesalahan rekan setim Hamilton. “Ketika masuk tikungan, Bottas sedikit melebar hingga Anda bisa masuk melalui celah itu. Tapi, kemudian, ia masuk lebih dalam dan terlambat melihat mobil di samping,” tutur Doornbos.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA