#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Satgas Hentikan Penyelidikan Dugaan Match Fixing Kalteng Putra vs Persela, Departemen Wasit Bertindak
30 October 2019 09:51 WIB
JAKARTA – Satgas Antimafia Bola memastikan sembilan orang yang sempat diamankan karena diduga terlibat pengaturan skor, sudah dibebaskan. Kesembilan orang tersebut merupakan lima perangkat wasit, satu match commisioner, ketua dan bendahara panitia pelaksana Kalteng Putra, serta satu LO.

Sebelumnya mereka diamankan karena adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pengaturan skor pada pertandingan Kalteng Putra melawan Persela Lamongan. Satgas bersama Resmob Ditreskrimum Polda Kalteng mengamankan sejumlah perangkat pertandingan tersebut di Hotel Fovere, Palangka Raya, Minggu (27/10) lalu.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Humas Kapolda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan Selasa (29/10) pagi. Dengan kata lain, proses hukum terhadap kesembilan orang tersebut resmi dihentikan.


Baca Juga :
- Pelatih PSS Sleman Waspadai Persela Lamongan yang Sedang Bangkit
- Persaingan Papan Bawah Memanas, SOS Meminta Satgas Antimafia Bola Ikut Memantau

"Kami sudah memeriksa intensif, klarifikasi kepada penyelenggara pertandingan bahwa tidak ada bukti kuat mereka melakukan kecurangan seperti match fixing," kata Kombes Hendra kepada TopSkor. "Jadi mereka sudah dibebaskan sesuai kewenangan kami kemarin malam (Senin malam). Mereka sudah bisa kembali melakukan aktivitas masing-masing,” ia menambahkan.

Tapi, setelah ini bukan berarti Satgas akan tinggal diam. “Kami akan terus memonitor apabila ada pertandingan yang dicurigai karena banyak sekali laporan yang masuk dari masyarakat ke satgas," ujar Kombes Hendra.

Terpisah Plt Kepala Departemen Wasit (DW) Efraim Ferdinand mengatakan bersyukur perangkat pertandingan yang ditugaskan pada laga Kalteng Putra versus Persela tidak terbukti mencederai integritas. Meski begitu, pihaknya tetap berencana memanggil lima perangkat pertandingan yang memang di bawah naungan DW untuk dimintai keterangan.

"Ke depan kami akan evaluasi lebih lagi menyusul situasi yang terjadi pada laga Kalteng versus Persela. Minggu depan akan coba kami panggil, bicara secara internal," kata Efraim kepada TopSkor.

Efraim mengungkapkan, pihaknya sangat kaget setelah mendapat laporan lima perangkat pertandingan laga tersebut diamankan oleh Satgas. Pada malam penangkapan, DW memang langsung melakukan koordinasi secara internal, mengapa sampai ada dugaan match fixing tersebut.

"Saya sempat perintahkan tim evaluasi untuk memantau perkembangan dan malamnya saya dapat laporan segala sesuatunyam apakah ada kekurangan terkait kinerja perangkat atau bagaimana. Tapi di internal sendiri punya keyakinan tidak ada match fixing. Syukurnya itu diperkuat pernyataan tim Satgas Antimafia Bola bahwa memang tidak ada pelanggaran integritas," ucapnya.

Efraim mengatakan, pihaknya akan dengan senang hati jika diperlukan untuk bersinergi terkait hal-hal yang bisa merusak asas fair play dalam sepak bola Indonesia. DW siap jika suatu saat dipanggil oleh Satgas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Baca Juga :
- Terancam Digusur oleh Persipura, Impian Borneo FC ke Kompetisi Asia Bisa Kandas
- Hindari Degradasi, Kalteng Putra Bakal Tampil Ofensif hadapi Tira Persikabo

"Jadi kami memberikan kebebasan kepada Satgas jika menemukan hal-hal yang mencurigakan dari sisi perangkat pertandingan yang bertugas. Kami justru senang ada pihak lain yang mengawasi kinerja di lapangan," kata Efraim.

"Di sisi DW,  kami evaluasi teknis kinerja wasit. Kalau diduga ada transfer uang, ini kan tak bisa kami masuk awasi, kami tak punya kewenangan melihat rekening orang. Tapi kalau satgas punya kewenangan itu," ujarnya.*Furqon Al Fauzi

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA