#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Proses Transisi Lampard dari Pemain ke Pelatih Tidak Berjalan Mudah
30 October 2019 15:07 WIB
TRANSISI dari pemain ke pelatih sangat besar, dari sisi tanggung jawab. Itu kata Frank Lampard. Sebagai pesepak bola, dia punya karier panjang nan fantastis. “Kepentingan tim tetap prioritas, tetapi Anda paling mengkhawatirkan diri sendiri. Lalu, Anda masuk ke dunia manajemen kepelatihan, yang tak terduga. Jelas (rasa) gugup itu ada,” ujarnya.

Saat ditunjuk menangani Derby County FC, Lampard sadar tantangan yang dihadapinya akan besar, dengan target promosi dari Championship (Divisi Dua). Dalam benak gelandang legendaris Chelsea FC dan timnas Inggris ini, dia memikirkan seberapa cepat bisa menyampaikan pesan kepada para pemain.

Untungnya, The Rams dan The Blues memiliki staf dan pemain yang sangat bagus. “Saya mengadakan pertemuan hari pertama dengan mereka di Derby dan di sini (Chelsea). Di mana saya mencoba bersikap terbuka. Tetapi saya juga menyampaikan apa yang saya tuntut dan inginkan, soal gaya bermain dan cara kami akan bekerja,” kata Lampard.


Baca Juga :
- Statistik Kiper Utama Chelsea Ini Bikin Waswas
- Chelsea Berambisi Rekrut Bintang Leicester Bulan Depan

Dari pengalamannya sebagai pemain, Lampard mengaku selalu berusaha menghindari setiap langkah yang membawanya ke depan pintu pelatih. “Saya menunggu untuk ditanya atau sesekali mengetuk pintu, namun itu tidak biasa bagi saya. Naik ke atas dan belok kiri, memutar ke kanan, sedikit aneh dan tidak nyata,” ujar pelatih Chelsea itu.

Di hari pertamanya sebagai juru taktik Derby, Lampard mengurung diri di kantor guna mempersiapkan mentalnya. “Saya berpikir, 'Saya sedang dalam mode kerja', dan fakta bahwa saya tahu beberapa wajah dapat beradaptasi dengan cepat dan menyelesaikan pekerjaan. Semuanya berjalan sangat cepat tetapi rasanya saya sudah lama di sini.”

Hidup Lampard pun berubah. Dulu dia hanya memakai setelan olahraga setiap kali ada pertandingan. Kini setelan jas, terlebih saat laga besar. “Saya percaya takhayul sehingga selalu memutuskan apa yang akan saya kenakan. Saya merasa nyaman memakai setelan olahraga, tapi saya belum putuskan apakah itu pilihan terakhir saya.”

Tetapi keluarga tetap menempati posisi tertinggi dalam hidup Lampard. “Saya memiliki dua anak perempuan usia sekolah, yang ketiga, bayi perempuan saya baru satu tahun lebih. Pekerjaan ini membutuhkan banyak waktu dan usaha Anda, jadi setiap saat saya berusaha tidak memikirkan sepak bola ketika menghabiskan waktu bersama keluarga.”

Anehnya Lampard bahkan tidak yakin dengan pilihan karier pelatih ketika masih aktif sebagai pemain. Baru ketika usianya menginjak 30 tahun, gambaran itu terlihat jelas dalam benaknya. Segera setelah memutuskan gantung sepatu, Lampard cuti satu tahun untuk mewujudkannya: membagi waktu menjalani kursus kepelatihan dan keluarga.

Yang cukup membesarkan hati Lampard adalah dia dikelilingi orang-orang yang begitu peduli padanya. Rekan-rekan setimnya: Joe Cole, Ashley Cole, John Terry, dan juga beberapa mantan pelatihnya, Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti, yang mewariskan lebih dari sekadar ilmu bermain sepak bola. Mereka juga mengajarkannya nilai-nilai hidup.

Hal penting yang dipelajari Lampard sebagai pelatih adalah ada rasa hormat di antara sesama pelatih. Dari asistennya Jody Morris yang rekan setimnya di tim junior West Ham dan Chelsea, hingga Pep Guardiola, Mauricio Pochettino, Juergen Klopp, serta Roy Hodgson yang sekarang sering ditemuinya dalam pertemuan antar-pelatih.

Ketika Sky Sports meminta Lampard untuk mengidentifikasikan dirinya sendiri dalam tiga kata, dia menyebutkan determinasi, obsesif, dan berkepala dingin. “Saya tak lagi rindu bermain sepak bola. Saya merasa telah memberikan segalanya dalam karier saya dan akhirnya tiba pada momen yang tepat bagi saya dan mungkin semua orang!”*NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- Lampard Identifikasi Masalah Utama Chelsea Usai Dipermalukan EvertonĀ 
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Minggu Dini Hari WIB

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA