#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kane Ingin Tottenham Tampil Lebih Berani Menyusul Kekalahan di Liverpool
30 October 2019 15:18 WIB
LONDON – Kekalahan 1-2 dari Liverpool FC menyisakan kekecewaan besar bagi striker Tottenham Hotspur FC, Harry Kane. Pasalnya, dalam duel di Stadion Anfield, Minggu (27/10) lalu, mereka sempat unggul lebih dulu. Bahkan, sangat cepat ketika laga berjalan 47 detik lewat tandukan Kane. Namun setelah itu tuan rumah sukses bangkit.

Hasil itu memperpanjang tren negatif Tottenham yang hanya tiga kali menang dari 10 laga di Liga Primer. Tiga lainnya seri dan berujung empat kekalahan. Kane berharap, kekalahan dari Liverpool itu jadi evaluasi bagi timnya. Terutama, mengingat mereka kini terdampar di peringkat 11 dengan 12 poin yang tertinggal 16 angka dari The Reds (28 poin).

“Kapan pun Anda kalah, itu tak akan pernah menyenangkan. Memang mengecewakan, kami sudah unggul pada babak pertama. Namun kami sudah berjuang. Hanya, ekspektasi fan terlalu tinggi di setiap laga,” kata Kane yang berharap Spurs bisa melampiaskannya saat melawat ke markas Everton FC, di Stadion Goodison Park, Minggu (3/11).


Baca Juga :
- Anthony Joshua vs Kubrant Pulev di Markas Tottenham, Mourinho Menyambutnya
- Komentar Brendan Rodgers Usai Leicester City Menang dan Terus Menguntit Liverpool

“Kami berharap bisa meraih hasil maksimal di markas Everton. Kami harus sedikit lebih berani,” top scorer Liga Primer 2015/16 dan 2016/17 ini menegaskan. “Ketika tertinggal 1-2, kami sudah mulai melakukan yang terbaik. Kami menciptakan dua atau tiga peluang jelang berakhir laga. Namun, itu semua sudah terlambat.”

Pernyataan Kane beralasan. Pasalnya, mentalitas rekan-rekannya sudah terpukul akibat dua gol balasan Liverpool. Jordan Henderson mengawalinya saat laga berjalan 52 menit yang berlanjut penalti Mohamed Salah, menit ke-75. Apalagi, pada gol terakhir terjadi akibat pelanggaran bek Spurs, Serge Aurier kepada Sadio Mane yang berujung penalti.

Meski begitu, Tottenham tak boleh larut dalam kekecewaan. Pasalnya, akhir pekan ini sudah ditunggu Everton di Goodison Park. Tiga hari berselang, mereka terbang ke Serbia untuk bertemu Red Star Belgrade pada matchday keempat Grup B Liga Champions. Itu ditegaskan Mauricio Pochettino yang menyerukan skuatnya tetap tenang dan bersatu.

“Setelah lima setengah tahun, ini saatnya bersama-sama dan saling mendukung. Tentu, musim ini kami layak mendapat poin lebih banyak di klasmen. Namun ini jadi momen kami untuk tetap kuat. Kami harus tetap tenang dan mengambil keputusan terbaik demi masa depan,” kata Pochettino optimistis.

Pelatih asal Argentina itu juga dalam sorotan akibat performa Tottenham yang kian anjlok. Kontras dengan status sebagai runner-up Liga Champions musim lalu. Hingga pekan ke-10 Liga Primer, mereka memiliki selisih delapan angka dari Chelsea FC yang mengoleksi 20 poin di urutan empat sekaligus batas akhir ke Liga Champions.

Gap delapan poin tersebut cukup jauh. Beruntung, kompetisi masih menyisakan 28 pertandingan dengan maksimal 84 poin. Itu berarti, mereka masih punya kesempatan untuk menembus empat besar seperti musim lalu demi tampil di Liga Champions 2020/21. Semua itu dimulai saat menghadapi Everton.*CHOIRUL HUDA

 


Baca Juga :
- Lampard Identifikasi Masalah Utama Chelsea Usai Dipermalukan EvertonĀ 
- Parrott Berhasil Membuat Mourinho Terkesan

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA