#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Joshua Pacio Siap Hadapi Rekan Senegara Demi Pertahankan Gelar Juara Dunia
30 October 2019 17:19 WIB
MANILA - Laga terbesar di Manila akan tersaji ketika dua dari deretan atlet terbaik Filipina saling berhadapan dalam perebutan sabuk juara dunia ONE Strawweight. 

Laga yang menjadi tajuk utama pada Jumat, 8 November, akan menampilkan Joshua “The Passion” Pacio menghadapi Rene “The Challenger” Catalan dalam laga bersejarah bagi negara mereka.

Bertempat di Mall Of Asia Arena, Manila, jutaan pasang mata akan menjadi saksi aksi terbaik dari dua atlet berbeda generasi ini.  


Baca Juga :
- Stefer Rahardian Tatap 2020 dengan Penuh Asa
- Sam-A Gaiyanghadao dan Alaverdi Ramazanov Juara Dunia Baru

“Saya senang dengan pertandingan ini. Laga ini akan memperlihatkan bahwa bela diri campuran di Filipina tetap tumbuh,” ungkap Joshua.

“Sebuah keistimewaan besar menjadi bagian dari laga bersejarah ini, saat dua atlet Filipina akan berhadapan untuk gelar juara dunia – dan saya akan melawan atlet veteran. Tentunya saya juga sangat senang dapat berlaga kembali di Filipina.”

Catalan Fighting System (CFS) dikenal sebagai salah satu produsen atlet terbai – dengan dua gelar juara dunia wushu dan sebuah medali emas Asian Games milik Rene.

Walau atlet kelahiran 40 tahun silam ini gagal merebut kemenangan dalam tiga laga pertamanya bersama “The Home Of Martial Arts,” namun ia  berhasil merebut enam kemenangan beruntun sejak itu – termasuk sebuah TKO dalam ronde pertama atas mantan juara dunia Yoshitaka “Nobita” Naito yang ditaklukkan Joshua setelah lima ronde – serta merebut kesempatan perebutan gelar.

“Saya kira kami berdua berimbang. Latar belakang sanda milik Rene sangatlah kental, sementara ia berhasil mempertajam kemampuannya di ranah gulat dan grappling,” ungkap atlet berusia 23 tahun ini.


Baca Juga :
- Zhang Chenlong Berambisi Pukul KO dan Jadi Juara Dunia di Malaysia
- Harapan "The Terminator" Sunoto Jelang Tahun Baru

Atlet berusia 23 tahun dari Baguio mengaku selalu ingin menghadapi atlet teratas demi memastikan diri sebagai yang terbaik di kelasnya, meskipun itu berarti ia harus menghadapi rekan senegara. 

“Saya menghormati Rene Catalan. [CFS] adalah pelopor. Mereka mewakili negara ini berkali-kali. Mereka telah ada di sana bahkan saat saya belum belajar bagaimana cara memukul.”*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA