#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
La Nyalla Khawatirkan Dampak Kehadiran FIFA dan AFC di Kongres PSSI 2 November
31 October 2019 15:38 WIB
JAKARTA – Salah satu calon ketua umum (caketum) PSSI, La Nyalla Mattalitti, memang tidak hadir dalam acara diskusi sepak bola yang diselenggarakan SIWO PWI dan PSSI Pers, Rabu (30/10). Namun, mantan Ketua Umum PSSI ini ternyata hadir dalam acara Mata Najwa di Trans 7 yang juga membahas sepak bola Indonesia pada malam harinya.

Pada kesempatan tersebut La Nyalla kembali menegaskan niatnya menarik diri dari Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2 November mendatang. “Pertama yang saya lihat PSSI itu tidak konsisten. Surat dari FIFA mempertanyakan dan selalu menggiring kongres pada 25 Januari 2020 mendatang,” kata La Nyalla.

Menurut pria yang juga Ketua DPD RI itu, PSSI mengabaikan ketentuan FIFA tersebut. “Logikanya saja kalau 25 Januari 2020 dimajukan ke 2 November 2019, dan itu tidak masuk dalam agenda pada KLB. Lalu dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 siapa voters-nya? Dalam kongres pasti ini akan dipertanyakan lagi,” ia menambahkan.


Baca Juga :
- Ucapkan Selamat, FIFA Berharap Iwan Bule Bisa Bangkitkan Prestasi Sepak Bola Indonesia
- Terbiasa Mandiri, Futsal Tidak Terlalu Banyak Berharap dari Kongres PSSI

Ia menilai kehadiran wakil FIFA dan AFC pada kongres 2 November mendatang justru tidak memperkuat legitimasi kongres tersebut, bahkan bisa jadi bumerang. “Justru kalau mereka tahu gimana? Sangat fatal, bisa-bisa ini di drop,” kata La Nyalla.

Caketum PSSI lainnya yang hadir dalam acara itu, Vijaya Fitriyasa, setuju dengan pernyataan La Nyalla.  “PSSI saya lihat cenderung tertutup dan tidak transparan. Dalam kongres ini PSSI harus lebih transparan. Jadi tidak silent operation, kami baru dapat undangan kongres hari ini (Rabu), padahal kongres digelar Sabtu,” kata Vijaya.

Sedangkan caketum lainnya Arif Putra Wicaksono saat ditanya oleh Najwa setuju kongres  PSSI pada 2 November atau 25 Januari, punya jawaban tersendiri. “Ada note yang menyatakan kalau mau mengubah jadwal kongres, langsung bilang ke PSSI, kirim alasannnya apa. Kami memosisikan diri sebagai ‘pemain’ dan PSSI regulator. Jadi kami ikut saja,” ujar Arif.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali, juga turut urun rembuk terkait legitimasi kongres tersebut. “Kaitan dengan kongers PSSI, kami akan mendengarkan dari berbagai masukan termasuk dari federasi sendiri.  Kami juga tidak segan untuk bertanya selain menerima saran-saran,” Zainudin mengungkapkan.

Dijelaskan Zainudin, pemerintah akan berpatokan pada regulasi yang ada. “Kami hanya berpegang kepada induk organisasi Anda (PSSI). Kalau induknya secara internasional yakni FIFA menyatakan oke, ya kami setuju saja. Kalau tidak tentu pemerintah juga sama,” Zainudin mengungkapkan.


Baca Juga :
- Voters Banyak yang Belum Tentukan Pilihan, Iwan Bule Banyak Dukungan meski Sering Mangkir Debat
- Vijaya Fitriyasa Siap Dukung Iwan Bule, Asal Mengganti Kepengurusan PSSI

Ditegaskannya, pemerintah tidak mau kejadian pada tahun 2015 terulang.  “Jadi kami tidak ingin PSSI di-banned lagi oleh FIFA karena dianggap bertentangan dengan mereka. Kalau dari federasi kita tidak benar tentu FIFA akan memberi sanksi. Kalau masuk dengan rule FIFA tentunya kami akan mengikuti itu,” ujar Zainudin.*Sumargo Pangestu

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA