#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Fekir Memberi Rubi Oksigen
01 November 2019 13:29 WIB
SEVILLA – Sekali lagi ketika Francesc “Rubi” Ferrer, pelatih Real Betis, menjalani laga penghakimannya, sekali lagi pula ia mampu selamat. Kali ini giliran Nabil Fekir yang jadi protagonis utama memberikan entrenador-nya itu oksigen. Pemecatan sepertinya akan kembali ditunda setelah berhasil meraup tiga poin dan lepas dari zona degradasi.

Jornada 11 La Liga 2019/20 memang menjadi judment day untuk Rubi yang membawa klub ke dalam keterpurukan. Namun setelah dua kali kalah saat Betis ada di zona merah kini mereka akhirnya berhasil memutusnya. Kemenangan 2-1 diraih saat menjamu Celta Vigo, Rabu (30/10) atau Kamis dini hari WIB.

Sejatinya sebelumnya Los Verdiblancos –julukan Betis– sudah gagal menang di empat laga terakhir (tiga kalah). Tapi pendepakan pelatih menunggu ada tiga kekalahan beruntun saat tim berada di zona degradasi. Pasalnya dengan itu, sesuai variabel di kontrak, pemecatan hanya memberi beban klub semusim gaji (kontraknya tiga musim).


Baca Juga :
- Selebrasi Spesial Fekir
- Sepak Bola Jalanan Antar Fekir Bersaing di Panggung Elite

Di Stadion Benito Villamarin, Betis semula mengawali duel dengan sangat baik. Mereka mampu unggul cepat melalui gol Emerson de Souza; menyambar bola liar di kotak penalti, hasil umpan silang Sergio Canales yang gagal dimanfaatkan Broja Iglesias. Namun di babak kedua Iago Aspas mampu menyamakan skor lewat eksekusi penalti.

Ketika rasa frustasi sudah mengudara, kekecewaan terlihat jelas dari fan yang memadati tribun, Fekir muncul sebagai pahlawan di penghujung laga. Ia memberi nafas tambahan kepada Rubi lewat sepakan kaki kirinya yang menyambar bola liar di kotak penalti, hasil clearances tidak sempurna pemain bertahan Celta pasca tendangan bebas.

“Ini adalah momen yang rumit, tapi sekali lagi keterlibatan tim telah menjadi bukti yang berpengaruh,” kata Rubi. “Ia (Fekir) dan tim adalah pemain profesional dan turut menderita di kondisi ini. Mereka sadar bahwa pelatih membutuhkan kerja keras dan andil mereka. Usaha dari waktu ke waktu pun memeberikan hasil yang baik”.

Kemarin, sadar akan posisinya yang sudah di ujung tanduk, eks pelatih RCD Espanyol ini sejatinya melakukan pembenahan pada strategi sebelumnya dengan beberapa pembaharuan. Paling kontras terjadi di tengah. Ada bek tengah (Marc Bartra) yang disandingkan dengan gelandang bertahan lain, dan kembali ke formasi 4-2-3-1.

Tapi meski telah bereksperimen, permainan Betis tak lebih baik dari Celta. Niat memerkuat pertahanan dan penguasaan dengan menumpuk pemain di tengah gagal terealisasi. Sebaliknya tim tamu malah bisa lebih dominan, terus menebar ancaman, dan sayap-sayap Los Verdiblancos (yang sebelumnya main 4-4-2) kurang bisa unjuk gigi.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

 


Baca Juga :
- Maxi Incar Gol Perdana
- Kapal Selam Kuning Mulai Tenggelam

ANGKA

3: Musim ini Fekir telah menciptakan tiga gol (plus satu assist) dari 736 menit mainnya di sembilan pertandingan Betis.

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA