#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Lorenzo Bisa Tinjau Ulang Kontrak dengan Honda
01 November 2019 14:05 WIB
SEPANG – Pembalap Repsol Honda Jorge Lorenzo kian frustasi, menyusul performa buruknya dalam MotoGP 2019. Bahkan, pada putaran ke-18 di Sirkuit Phillip Island, Australia, akhir pekan lalu, dirinya hanya finis di posisi ke-16.

Jika dibandingkan dengan tiga putaran sebelumnya, hasil ini memang lebih baik. Pasalnya, di Grand Prix (GP) Aragon, Thailand, dan Jepang, Lorenzo finis di posisi ke-20, 18, dan 17. Namun, finis di urutan ke-16 tetap buruk untuk seorang juara dunia sepertinya.

Pembalap asal Spanyol itu pun berharap bisa memperbaiki performa di atas RC213V saat tampil di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (3/11). Apalagi, ketika masih memperkuat Mission Winnow Ducati, 2017, bisa menjejak podium kedua.


Baca Juga :
- Resmi, Juergen Klopp Perpanjang Kontrak di Liverpool Hingga 2024
- Barcelona Tawarkan Messi Kontrak Seumur Hidup

“Saya sudah 32 tahun tapi semua yang dilakukan sepanjang karier balap seperti tak berpengaruh, saat ini. Saya lebih senang menjadi pusat perhatian karena berjuang untuk meraih gelar, bukan seperti ini,” kata Lorenzo seperti dilansir Speedweek.com.

Merujuk pada kinerja Lorenzo bersama Honda dan hasil yang didapat sepanjang, musim ini, merupakan yang terburuk dalam kariernya di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Ditambah dengan cedera, kian memunculkan keraguan terhadap masa depannya bersama Honda.

Sekadar informasi, ikatan kerja sama Honda dengan Lorenzo berakhir 2020. “Ini situasi terburuk untuk saya sebagai pembalap. Ekspektasi di awal tahun cukup tinggi, baik dari Honda dan Alberto Puig. Kami berharap mendapatkan hasil yang bagus,” katanya.  

“Saya terus berusaha sebaik mungkin tapi keadaan justru semakin memburuk. Saya tak pernah merasa benar-benar nyaman kala berada di atas motor Honda,” imbuh Lorenzo yang terpaksa absen di Jerman, Republik Ceko, dan Austria, akibat cedera parah.

Penampilan yang jauh dari harapan, membuat Lorenzo mendapat banyak kritik, baik dari pengamat maupun rekan-rekan pembalap. “Saya melihat semua ulasan tapi mereka tak pernah menyakiti saya seperti yang dilakukan beberapa pembalap,” ujarnya.

Jelang putaran ke-19, Lorenzo berharap tampil lebih baik dan finis di posisi bagus. Ini karena trek memiliki karakter yang cocok dengan gaya balapnya. Pria kelahiran Malorka, Spanyol itu pun ingin tim mendengar masukan agar RC213V lebih bersahabat.

“Sepang adalah trek di mana saya memiliki kesuksesan di masa lalu. Pada awal tahun, saya tak bisa ke sini untuk tes pramusim karena sedang pemulihan cedera. Tapi, tim saya hadir jadi kami memiliki bahan tentang apa yang harus dilakukan di Sepang,” kata Lorenzo.

Hasil positif di Sepang memang dibutuhkankan Lorenzo untuk mengembalikan motivasi. “Kalau dibandingkan dengan Australia, sirkuit di Malaysia lebih cocok dengan gaya balap saya. Mungkin kami bisa kembali memiliki kinerja seperti di Motegi,” ucapnya.

Marquez Pede

Berbeda dengan Lorenzo, Marc Marquez justru dalam kepercayaan diri tinggi jelang berlomba di Malaysia. Rekan setimnya itu mengincar kemenangan demi mengamankan gelar juara tim untuk Repsol Honda, musim ini.


Baca Juga :
- Alex Marquez Bisa Jadi Pilihan Terbaik Honda
- Jatuh Saat Debut, Alex Marquez Mengaku Tetap Nyaman di MotoGP

“Kami menikmati kemenangan besar di Australia, utamanya karena tim, saya dan motor, bekerja dengan sangat baik di sana. Tapi, ini bukan waktunya untuk berhenti dan bersantai,” kata pembalap asal Spanyol tersebut.

Peluang timnya untuk meraih gelar sangat terbuka karena hanya berjarak satu angka dari Ducati yang ada di puncak klasemen dengan 409 poin. “Yamaha dan Ducati akan cepat di Sepang. Tapi, tujuan kami tetap sama, bertarung meraih kemenangan,” ujarnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA