#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Modern Pentathlon Bidik Dua Emas di SEA Games
02 November 2019 13:05 WIB
JAKARTA – Meski tergolong sebagai cabang olahraga (cabor) baru di Indonesia, Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) berani memasang target medali di SEA Games XXX/2019 Filipina. Dua emas mereka incar dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

“Target kami dua medali emas, dari nomor laser run individually putri dan mixed relay laser run. Sejauh ini, persiapan sudah bagus,” kata Ketua Umum PP MPI, Anthony Sunarjo, saat ditemui dalam Women in News and Sport (WINS), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Modern pentathlon akan menurunkan Frada Saleh Harahap, Muhhamad Taufik, Graha Rizky Taruna, Dea Putri Salsabila, Nariska Cintya dan Adelia Cahya Mutiara. Nomor yang diikuti single laser run, thriatle putra dan putri, mixed relay laser run dan mixed relay thriatle.


Baca Juga :
- Kemenpora Pastikan Bonus SEA Games Rampung Sebelum Natal
- Sampai di Indonesia Nama Shin Taeyong Tidak Disebut Segamblang di Manila

Supaya bisa mencapai sasaran, dilakukan pemusatan latihan sejak September silam di bawah gemblengan delapan pelatih (tiga menembak, dua lari, dua renang, dan satu untuk fisik). Para atlet berlatih dua sesi, pagi dan sore, dengan menu renang, lari dan menembak.

Untuk mengukur kemajuan, mereka menjalani uji coba di luar negeri, yakni Thailand dan Korea Selatan (Korsel). Selanjutnya, 11-17 November, mereka akan bertolak ke Wuhan, Cina, untuk mengikuti Kejuaraan Modern Pentathlon Asia/Oceania.  

Dua misi diusung PP MPI di Negeri Tirai Bambu. “Kami ingin uji coba sekaligus mengintip kekuatan lawan di SEA Games. Selain itu, turnamen itu jadi kesempatan terakhir dapat tiket Olimpiade Tokyo, nomor pentathlon,” ujar kepala pelatih, Glenn Clifton Apfel.

Salah satu yang berburu kans ke olimpiade, Frada, mengisyaratkan optimisme. Peringkat ke-10 Asian Games XVIII 2018 jadi modal. Saya yakin kami bisa mengimbangi lawan. Harus percaya diri,” ujar pria yang merupakan anggota militer tersebut.

Namun, Frada mengaku ada dua disiplin yang hingga kini terus diasah, yakni anggar dan berkuda. Sedangkan untuk renang, lari dan menembak, akrab bagi pria 32 tahun tersebut. Butuh waktu enam bulan untuknya menguasai kedua jenis olahraga itu.


Baca Juga :
- Akhiri Paceklik Emas di SEA Games, PBVSI Pertahankan Li Qiujiang
- Daftar Pemain Timnas U-22 Indonesia yang Masih Bisa Dipakai untuk SEA Games 2021

Menariknya, ketika pengurus cabor lain mengeluhkan lambatnya pasokan alat, PP MPI mengaku tak menemui kendala. Ini karena mereka bisa memakai lagi perangkat selama pelatnas Asian Games 2018. Masalah justru datang dari kebersihan pantai di Ancol.

“Ketika musim kemarau, ada banyak ubur-ubur dan biota laut yang berbentuk seperti benang. Tubuh kami menjadi gatal,” Dea, yang pernah berpartisipasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat untuk open water swimming 10 km itu menuturkan.*XAVERIA YUNITA

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA