#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Lika-liku Pra-KLB PSSI dari Pesan Presiden, Indikasi Kecurangan, hingga Pilihan Voters
02 November 2019 07:49 WIB
JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo memang sejak lama menaruh perhatian terhadap sepak bola Tanah Air. Itu sebabnya, Jokowi, sapaan akrab Presiden, pada Jumat (1/11) mengirimkan pesan khusus kepada peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan PSSI 2019 yang digelar Sabtu (2/11) di Jakarta. 

“Kita hanya berharap agar yang jadi ketua umum PSSI mendatang betul-betul memiliki integritas yang baik dan bisa membawa kemajuan bagi sepak bola Tanah Air. Apalagi kita jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Saya sudah titip ke Menpora tolong ini betul-betul disiapkan, didukung PSSI untuk menyiapkan (timnas) U-20 mulai sekarang,” kata Jokowi.

Presiden ingin Indonesia sukses dalam dua hal, penyelenggaraan dan prestasi. “Makanya persiapannya harus betul-betul, persiapan yang panjang. Kita enggak mau penyelenggaraan Piala Dunia U-20 sukses, tapi prestasi timnas kita jauh dari harapan. Paling tidak masuk final alhamdulillah, semifinal juga alhamdulillah,” ujarnya.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Kamis Malam
- Meriah dan Menantang, PRURide Indonesia Sukses Gaet Ribuan Peserta

Tapi soal KLB PSSI, ia menyerahkan sepenuhnya kepada peserta. “Sekali lagi untuk urusan yang berkaitan dengan KLB PSSI yang akan dipilih ketua umumnya, pemerintah tidak bisa intervensi. Statuta FIFA tidak memungkinkan untuk itu,” Jokowi menegaskan.

Yang jelas atmosfer terasa semakin panas jelang KLB. Sebanyak sembilan dari 11 calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 menuding kongres pemilihan PSSI pada 2 November 2019 berat sebelah karena diduga prosesnya menguntungkan salah satu calon.

"Terindikasi kuat adanya operasi senyap dari beberapa oknum komite eksekutif PSSI untuk memenangkan salah satu calon ketua umum di kongres," ujar Fary Djemy Francis, yang menjadi juru bicara dari sembilan personal itu dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (1/11).

Selain Fary, kesembilan calon ketua umum itu beranggotakan Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah, Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong dan Sarman El Hakim.

Mereka menuduh KLB PSSI kental permainan uang antara salah satu calon ketua umum dan para pemilik suara (voters). Tim sembilan tersebut menuangkan setidaknya 10 tuduhan dan kekecewaan terhadap kongres dalam sebuah deklarasi dengan tema "PSSI Baru Menuju Perubahan".

“Tentu kedaulatan suara ada di tangan voters. Tapi kami mengimbau voters tidak lagi terjebak pada lingkaran setan yang selama ini sudah berlangsung terus menerus di kongres PSSI,” kata Vijaya.

Mereka memang tidak menyebut nama calon tertentu, namun terindikasi kuat calon yang dimaksud adalah Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Faktanya, beberapa voters memang terang-terangan menyatakan dukungan kepada Iwan Bule.

“PSSI Jawa Timur sepakat mendukung Mochammad Iriawan menjadi Ketua Umum PSSI. Ke depan, ketua umum harus sejalan dengan program pemerintah dan tidak boleh bertentangan dengan pemerintah,” kata Ketum Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh.

Dukungan terderas datang dari Jawa Barat. "Kami pasti memberikan suara kepada Iwan Bule, pilihan kami segaris dengan Persib. Apalagi beliau putra terbaik Jabar yang maju dalam pemilihan," kata Sekretaris Tim Blitar Bandung United Ridwan Firdaus.

Tommy Apriantono, Ketua Asprov PSSI Jabar, membantah pernyataan Vijay di salah satu program televisi swasta terkait tuduhan Iwan Bule melakukan operasi senyap kepada para voters. “Timnya Vijay pun pernah hubungi saya. Tapi saya tetap berkomitmen dukung Iwan,” kata Tommy.

Tomny Welly, pengamat sepak bola Tanah Air, menilai gerakan sembilan calon ketum ini menunjukan mereka sadar ingin membawa sepak bola lebih maju. “Seharusnya momentum kongres ini adalah jalan menuju sepak bola yang baik. Saya filosofikan jika ada pertandingan yang sudah diketahui hasilnya, sepak bola itu mati, itu Michel Platini yang bilang,” kata Tommy.


Baca Juga :
- Prudential Indonesia Selenggarakan Sportsfest Terbesar
- Pelatih Tak Menyangka Aldila Bisa Masuk Final Tunggal Putri SEA Games 2019

“Tapi kalau saya, jika kongres ini juga sudah diketahui hasilnya, ke depan PSSI pun akan mati atau berantakan. Maka dari itu respons sembilan caketum ini untuk perubahan adalah sesuatu menuju kebenaran. Ini seperti pertandingan antara perubahan versus status quo,” ujar Bung Towel, sapaannya.*Nizar Galang/Dani Wihara/Noval Luthfianto

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA