#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
RD Dulu, Baru Milla!
05 November 2019 13:43 WIB
JAKARTA - Masa depan Simon McMenemy sebagai pelatih timnas Indonesia bakal segera berakhir. Pasalnya, Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Komjen Pol Mochamad Iriawan mengaku sudah menyiapkan beberapa kandidat pengganti Simon. Bahkan, hari ini (5/11), ia akan menggelar rapat pembahasan pelatih baru timnas di Kantor PSSI.

Ibul, sapaan Iwan, mengaku sudah mengantongi beberapa kandidat dan semuanya masih memungkinkan. Yang paling santer dirinya berharap timnas Indonesia bisa ditangani oleh pelatih asal Asia Timur. Hingga muncul nama eks pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 lalu Shin Tae-yong.

Namun, dikatakan Ibul, PSSI tak ingin ada kesan terburu-buru dalam mengambil keputusan. “Pertandingan terdekat (lawan Malaysia 19 November) mungkin kami maksimalkan dulu yang ada. Kami akan mencari (pelatih) yang kira-kira menurut analisis pas buat timnas Indonesia,” kata Ibul usai bertemu dengan Menpora kemarin sore. “Kandidatnya ada lokal, regional, dan Asia. Tapi publik juga kan masih sangat berharap dengan kembalinya Luis Milla.”


Baca Juga :
- Dua Pemain Timnas U-22 Indonesia Sudah Bergabung dalam Latihan Persebaya
- Pelatih Madura United Komentari 3 Hukuman Penalti Lawan Persija

Keputusan harus segera diambil Ibul, sapaan Iwan. Mengingat Indonesia melakoni laga keempat Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 Grup G menghadapi Malaysia di Bukit Jalil, pada 19 November mendatang.

Jika tak ingin melihat timnas Indonesia kembali menjadi tim pesakitan, maka Ibul sebaiknya jangan menugaskan Simon untuk memimpin laga melawan Malaysia! Karena timnas butuh perubahan dan pemain butuh penyegaran dari pola permainan. Alangkah baiknya, sementara timnas ditangani pelatih lokal yang paham kondisi sepak bola Indonesia.

Nama Rahmad Darmawan (RD) bisa jadi yang terdepan sebagai kandidat pelatih lokal. Tak perlu diragukan lagi sentuhan tangan dingin pelatih yang kini menangani Tira Persikabo itu. RD diyakini mampu membangkitkan mental pemain timnas yang saat ini menurun.

Selain RD, muncul nama pelatih PSS Seto Nurdiyantoro.  Dengan materi pemain yang tidak mengkilap, Seto mampu membawa tim promosi bersaing di papan atas Liga 1 2019. Namun, Seto mengaku lebih senang jika diduetkan dengan RD yang jauh lebih pengalaman.

“Yang jelas siapapun pelatihnya nanti, ia tidak hanya bagus secara CV. Tapi benar-benar bekerja dengan hati, membawa sepak bola (timnas Indonesia) ke level lebih tinggi," kata Mundari Karya.

Sementara pelatih senior lainnya Yunus Muchtar, mendorong pelatih lokal untuk menjadi pelatih timnas. Dia menyebutkan saat ini Indonesia sudah memiliki cukup banyak pelatih dengan pengalaman, cerdas, dan punya lisensi tertinggi di AFC A Pro.

“Percaya pada pelatih lokal. Beberapa sangat layak untuk memegang timnas seperti RD atau Seto. Untuk saat ini yang dibutuhkan timnas adalah dia yang benar-benar paham akan situasi di sepak bola nasional,” kata pelatih yang membawa tim TopSkor Indonesia juara Gothia Cup Cina 2019 itu.

Untuk pelatih asing, hingga kini, Ibul sendiri memang belum secara gamblang menyebut nama calon pelatih dari Asia yang diproyeksikan melatih timnas. Namun melihat sosok yang dimaksud, pelatih yang pernah menangani tim di Piala Dunia asal Korsel, Shin Tae-yong terdepan.

Di negerinya, Shin Tae-yong memang sosok pelatih muda yang belum memiliki pengalaman panjang dalam melatih. Namun, dia mampu membawa Seongnam Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia 2010 dan Korea FA Cup 2011.

Sempat menganggur dua tahun, Shin kemudian ditunjuk menjadi pelatih sementara timnas Korsel pada 2014 dan membawahi timnas U-20 dan U-23 Korsel pada periode 2016/17 sebelum kembali ke timnas senior jelang persiapan ke Piala Dunia 2018. Gagal membawa prestasi untuk timnas Korsel, Shin pun diberhentikan pasca Piala Dunia.

Shin Tae-yong akan bersaing dengan Luis Milla untuk kursi pelatih timnas. Selama dua tahun, Milla sukses meningkatkan kualitas permainan timnas Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid ini juga mampu memaksimalkan karakter yang dimiliki pemain Indonesia. Pelatih yang sukses membawa Spanyol juara Piala Eropa U-21 2011 itu pun berperan dalam perumusan kurikulum sepak bola Indonesia (Filanesia).

“Milla saat itu sudah bekerja dengan sangat baik. Ia tak segan turun ke bawah, intens berkomunikasi dengan pelatih-pelatih kategori usia seperti U-19 dan U-16. Ia bekerja dari bawah, mencari akar permasalahan yang membuat Indonesia sulit bersaing,” ucap Mundari Karya, yang juga anggota tim High Performance Unit (HPU) PSSI.***FURQON AL FAUZI

 

 

 


Baca Juga :
- Komentar Pelatih Semen Padang Setelah Degradasi dari Liga 1
- Ditarik Juara Liga Malaysia, Eks Pelatih Fisik Timnas U-19 Tidak Sulit Beradaptasi di Kota Sabah

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA