#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Griezmann Lebih Sering Merebut Bola ketimbang Memburu Gol
05 November 2019 14:45 WIB
BARCELONA – Barcelona akan menjamu Slavia Praha dengan sejumlah isu: cederanya Luis Suarez yang bakal absen dalam tiga pekan, kekalahan dari Levante, pekan lalu, dan “kasus” Antoine Griezmann. Kekalahan dari Levante seperti sebuah kejutan karena klub asal Katalunya ini praktis tidak memiliki persoalan serius.

Meski demikian, perlu kaca mata pembesar untuk mengetahui virus kecil yang ada di tim asuhan Ernesto Valverde ini. Dan, virus itu adalah peran atau kontribusi dari Griezmann. Dengan cederanya Suarez, praktis sosok Griezmann menjadi sangat penting ketika Lionel Messi dan kawan-kawan menghadapi klub asal Republik Ceko tersebut, dalam lanjutan Liga Champions, Selasa (5/11) atau Rabu dini hari WIB.

Ya, The Little Prince—julukan Griezmann—sebenarnya memulai kariernya di Barcelona dengan langkah yang sangat baik. Pemain yang bergabung dari Atletico Madrid ini menorehkan dua gol ketika menghadapi Real Betis dalam laga pekan kedua La Liga. Meski demikian, setelah itu, perlahan, sosoknya di lini depan justru semakin tidak terlihat.


Baca Juga :
- Komentar Ernesto Valverde Usai Barcelona Singkirkan Inter
- Reaksi Antonio Conte Usai Inter Dikalahkan Barcelona dan Tersingkir dari Liga Champions

Ada yang aneh khususnya dari status Grizzi—panggilan Griezmann—sebagai pencetak gol. Griezmann sejauh ini justru memiliki peran yang lebih besar dalam aspek bertahan ketimbang menyerang. Kekalahan dari Levante salah satu contoh bahwa Griezmann harus segera berubah.

Ini menjadi tugas Valverde untuk  menempatkannya sebagai mesin penghancur ketimbang turun ke tengah atau ke pertahanan. Dari statistik, ada delapan kali Grizzi merebut bola dan memulaihkan kembali serangan timnya. Tentu saja, itu merupakan sisi positif dari segi teknik. Namun, menjadi mubazir justru ketika dirinya tidak lebih aktif dalam melakukan serangan atau tembakan.

Dari aspek serangan inilah, Griezmann hanya mampu melepaskan dua tembakan saat lawan Levante. Statistik tersebut merupakan sisi yang buruk, khususnya bagi pemain yang didatangkan Barcelona untuk menorehkan gol, bukan untuk bertahan.

Apakah ini karena faktor latar belakangnya ketika masih di Atletico? Berada di bawah asuhan Diego Simeone (pelatih Atletico) untuk lima tahun tentu waktu yang cukup panjang. Filosofi El Cholo—julukan Simeone—yang memang sangat kental sebagai pelatih dengan strategi bertahan sepertinya masih terbawa dalam diri Griezmann.

“El Cholo telah mendidik saya, dan saya di sini untuk membantu tim baik di lini depan maupun di lini belakang,” kata Griezmann, saat menjawab perannya ketika menghadapi Levante tersebut. Meski demikian, tentu pendukung Barcelona akan lebih suka jika pemain 28 tahun ini lebih banyak dalam berkontribusi untuk menyerang, aspek yang memang menjadi alasan Barcelona membelinya dengan nilai 135 juta euro.

Hingga kini, faktanya, Griezmann total telah melepaskan 17 tembakan dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Meski demikian, aspek recovery justru lebih besar, dengan total melakukan 34 kali merebut dan membangun serangan (La Liga dan Liga Champions). Statistik tersebut menjadi semakin besar perbedaannya ketika dibandingkan dengan yang dilakukan Suarez.


Baca Juga :
- Update Tim yang Sudah Lolos ke 16 Besar Liga Champions
- Update Hasil dan Klasemen Liga Champions, Rabu Dini Hari WIB

Rekan setimnya di lini depan ini mampu melepaskan 27 tembakan dengan 20 berhasil ke arah gawang. Sedangkan perannya ketika bertahan, Suarez hanya melakukan 16 kali merebut bola. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hingga kini, Griezmann justru lebih banyak berkontribusi dalam bertahan ketimbang menyerang.

Fakta ini bukanlah yang diharapkan dari sosoknya yang dikenal sebagai mesin gol. Wajar jika kemudian dari 13 laga, dia hanya mampu menorehkan empat gol untuk Barca. Ya, Grizzi harus lebih bebas menyerang.*

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA