#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Delapan Faktor yang Membuat Performa Barca Naik dan Turun
05 November 2019 14:50 WIB
BARCELONA – Bipolaritas yang diderita oleh FC Barcelona pada 2019/20 ini cukup menganggu. Tumbang di Ciutat de Valencia melawan Levante UD (1-3) yang ketiga kalinya di LaLiga dalam 11 jornada. Itu kekalahan yang tak terduga karena Los Azulgranas sebelumnya mencatat tujuh kemenangan beruntun di semua ajang sejak kalah dari Granada (0-2), 22 September.

Pertandingan tersebut seakan menyimpulkan bahwa Barcelona memiliki faktor positif dan negatif yang menggambarkan dua wajah berbeda musim ini. Setidaknya, ada sejumlah faktor dari performa Lionel Messi dan kawan-kawan sepanjang musim ini dalam ukuran positif dan negatif:

 


Baca Juga :
- Barcelona Tawarkan Messi Kontrak Seumur Hidup
- Barcelona Siap Tukar Rakitic dengan Duo Pilar Juventus

Faktor Camp Nou

Superioritas Barcelona di Camp Nou pada musim ini tak diragukan.  Dalam enam pertandingan (lima LaLiga, satu Liga Champions) mereka memenangkan semuanya, serta mencatatkan rata-rata hampir empat gol per pertandingan. Di liga, Barcelona merupakan satu-satunya tim yang mencatatkan hasil sempurna di kandang (15 poin).

Barcelona meraih kemenangan dalam lima pertandingan, melawan Real Betis (5-2), Valencia CF (5-2), Villarreal CF (2-1), Sevilla FC (4-0), dan Real Valladolid (5-1). Total ada 21 gol dan kemasukan delapan. Di Liga Champions, satu kemenangan mereka catatkan ketika matchday kedua melawan FC Internazionale Milano (2-1).

Versi Terbaik Messi

Setelah tak menjalani pra musim karena cedera otot, Messi bisa langsung kembali ke performa terbaiknya. Kapten Barcelona itu menjalani lima pertandingan secara beruntun, empat di antaranya di LaLiga (melawan Sevilla, SD Eibar, Valladolid, Levante) dan satu di Liga Champions (Slavia Praha). Total, bintang 32 tahun itu telah mengoleksi enam gol, lima di cetak di LaLiga.

Kehebatan De Jong

Satu pemain baru yang paling menyita perhatian adalah Frenkie de Jong. Gelandang muda Belanda ini menjadi rekrutan terbaik sejauh ini. Dia salah satu pemain penting dalam sistem 4-3-3 yang diterapkan Valverde. Dia memiliki visi bermain dan kecerdasan yang luar biasa. Messi bahkan beberapa kali memuji dan memberinya apresiasi.

Ansu Fati

Dalam keadaan darurat, tanpa Messi dan Luis Suarez yang mengalami cedera, Valverde menunjuk Ansu Fati. Di usianya yang masih 17 tahun, sang winger telah melakukan debut di skuat utama dan dipanggi timnas Spanyol U21. Sejauh ini Fati telah mencetak dua gol dan satu assist dari delapan laga di semua ajang.

Sulit dalam Tandang

Berbanding terbalik dengan di Camp Nou, Barcelona tampil melempem ketika bermain tandang. Ini sebenarnya telah terjadi sejak musim lalu, di mana yang terparah adalah ketika dikalahkan 0-4 oleh Liverpool FC pada leg kedua semifinal Liga Champions di Anfield. Pada 2019/20, mereka tak bisa menang di kandang lawang ketika berhadapan dengan Athletic Bilbao (1-0), CA Osasuna (2-2), Borussia Dortmund (0-0), Granada dan Levante. Barcelona memetik tiga poin hanya ketika bertemu Getafe (2-0) dan SD Eibar (3-0).

Pertahanan Rapuh

Catatan buruk ditunjukkan Barcelona pada musim ini. Dari 14pertandingan, mereka telah kemasukan delapan gol. Jika dianalisis secara mendalam, ini disebabkan karena pertahanan mereka. Gerard Pique yang merupakan bek tengah terbaik Barca beberapa kali melakukan kesalahan individu. Selain itu, permainan yang terlalu terbuka juga membuat mereka dengan mudah terekspos lawan.

Dembele Tidak Jelas

Setelah terkena sanksi di dua laga, Valverde memutuskan untuk tak memanggil Dembele ke Levante. Kondisinya yang naik turun membuat Dembele menjadi pilihan ketiga di bawah Fati dan Carles Perez. Dia telah memainkan lima pertandingan, namun hanya dua kali menjadi starter.


Baca Juga :
- Presiden Barcelona Tidak Khawatir Messi Pensiun
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB

Grizzi Belum Tune In

Antoine Griezmann masih menjalani proses adaptasi di Barcelona. Hal itu bisa dikatakan wajar karena ia menjalani peran yang berbeda jika dibandingkan dengan ketika masih di Atletico Madrid. Permainan terbaiknya belum terlihat dan ia masih canggung dengan Suarez maupun Messi sehingga belum menjalin chemistry yang tepat.* Gogor Hakim

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA