#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pep Tak Menyesal Tolak MU demi Man. City
06 November 2019 16:36 WIB
TAK ada penyesalan dalam diri Josep “Pep” Guardiola memutuskan meninggalkan zona nyamannya bersama FC Bayern Muenchen demi datang ke Inggris. Pelatih asal Spanyol tersebut merasa tawaran untuk melatih Manchester City FC sebagai tantangan yang tidak boleh dilewatkan.

Pep telah setuju Man. City pada 1 Februari 2016 atau empat bulan sebelum musimnya bersama Muenchen berakhir. Guardiola tiba di Etihad dengan status sebagai juru taktik terbaik di dunia dengan catatan segudang trofi bersama FC Barcelona (2008-2012) serta Muenchen (2013-2016).

Ia gagal memberikan satu pun gelar bagi The Citizens pada musim perdananya. Tetapi, setelah itu, Pep sukses membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih genius. Ia membawa Man. City menjuarai Liga Primer secara mutlak dengan raihan 100 poin. Mereka unggul 19 angka dari runner-up sekaligus rival sekota, Manchester United FC (MU).


Baca Juga :
- Berbatov Sarankan MU Tidak Beli Erling Haaland, Fokus Saja Pada Trio Ini, Lebih Hebat
- Inggris Raya Menguasai Eropa

Musim selanjutnya, The Citizens kian tak terbendung. Guardiola bukan hanya membawa Sergio Aguero dan kawan-kawan mempertahankan status sebagai kampiun Liga Primer, tetapi juga mengantar timnya meraih quadruple (empat gelar) domestik. Namun masih ada yang kurang dari pencapaiannya itu, yakni trofi Liga Champions.

Pep sendiri mengaku menerima tawaran melatih Man. City adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah diambilnya. “Sungguh luar biasa bisa berada di sini. Semua pihak bekerja keras untuk membuat klub maju. Dukungan dari direksi, pemain, dan fan juga fantastis kepada saya, terutama saat gagal meraih gelar pada musim perdana,” ujarnya.

Publik Etihad patut bersyukur Guardiola akhirnya memilih Man. City. Pasalnya, setelah memutuskan mundur dari Barcelona pada 2012, ia memutuskan untuk cuti panjang dari dunia manajerial dan menetap di New York, Amerika Serikat (AS). Pep sudah punya rencana untuk menjadikan Inggris sebagai tujuan berikutnya.

MU diketahui melakukan pendekatan dan memproyeksikan Guardiola untuk menjadi suksesor Sir Alex Ferguson. Namun ketika itu, tawaran dari Muenchen lebih menarik bagi pelatih 48 tahun tersebut. Pep juga merasa belum siap untuk menjejakkan kakinya di Liga Primer.

“Saya selalu ingin datang ke Inggris setelah (mundur) dari Barcelona. Namun saya pikir itu terlalu cepat. Selain itu, tawaran dari Bayern tidak bisa Anda abaikan begitu saja. Klub yang luar biasa dan saya datang setelah mereka meraih treble. Itu membuat saya lebih tertantang,” kata Guardiola.

Namun sepanjang karier briliannya sebagai pelatih, Pep punya satu momen favorit. Yakni saat ia sukses membawa Barcelona menjuarai Liga Champions 2011 dengan mengalahkan MU asuhan Ferguson, 3-1 di Wembley. Mungkin itu pula yang membuat Guardiola memilih Man. City, agar rivalitas dengan Setan Merah bisa berlanjut.


Baca Juga :
- Guardiola Bisa Melanggar Klausul Kontrak Man-City
- Rahasia Kontrak Guardiola Dibongkar, Bisa Tinggalkan Man-City Akhir Musim

“Itu momen yang sangat membanggakan. Kami mampu mengalahkan MU yang dilatih sosok legendaris seperti Sir Alex,” kata Pep. Sekarang tantangan terbesar yang belum mampu dipenuhinya adalah memberikan trofi Liga Champions bagi The Citizens.*    

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA