#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Wawancara Rani Mulyasari: Saya Digembleng Ronny Pattinasarani sejak Umur 14 Tahun
07 November 2019 13:06 WIB
JAKARTA -  Salah satu pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Rani Mulyasari ini sejak menduduki sekolah menengah pertama sudah mempunyai cita-cita besar menjadi pesepak bola terkenal. Wanita kelahiran Tangerang, 4 Maret  1993 ini mempunuyai ambisi besar ingin membuat Indonesia menjadi tim menakutkan setidaknya untuk kawasan negara di Asia.

Tak hanya sepak bola, Rani juga menjadi salah satu pemain futsal yang diandalkan oleh Indonesia. Bagaimana perjalanan karier Rani menjadi pesepak bola profesional di Indonesia, berikut wawancara selengkapnya bersama TopSkor:

 


Baca Juga :
- Susunan Pemain Final Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam
- Komentar Nadeo Kalau Final Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam Harus Adu Penalti

Nama Anda melambung saat berkarier di futsal. Mengapa kini tertarik menjadi pesepak bola?

Sebenarnya dulu itu sebelum di dunia futsal nama saya muncul, saya sudah lebih dulu berkecimpung dalam sepak bola. Sejak 2007 ketika itu saya umur 14 tahun sudah bermain dan ikut klub Buana Putri di Senayan. Pelatihnya itu almarhum pak Ronny Pattinasarani. Dia yang menggembleng saya.

Saya dilatih beliau sampai umur 16 tahun. Nah pada umur 16 ini alhamdulillah saya masuk timnas membela Indonesia bermain di Piala AFF. Selain main di timnas saya juga sempat ikut Piala Pertiwi bersama DKI Jakarta. Setelah itu saya baru merambah pada dunia futsal pada tahun 2010, hingga puncaknya membawa juara AFF Futsal Championship 2016 di Myanmar.

Apakah sulit beradaptasi dari futsal ke sepak bola?

Untuk adaptasi dan kenyamanan saya sangat menikmati keduanya. Artinya mau itu di futsal ataupun sepak bola saya suka saja menjalaninya. Jadi tidak ada yang sulit. Karena memang mungkin sejak dini jati diri saya memang sebagai pemain bola.

Hanya saja perbedaan dari prestasi saja kalau di futsal ini atlet-atlet putrinya lebih menonjol karena sejak 2010 sudah mulai dibangun futsal ini. Dan ketika tahun 2013 timnas futsal putri sudah bisa mendapatkan peringkat yang lumayan bagus hingga lima besar Asia.

Pengalaman menarik apa yang pernah dirasakan saat menjadi pesepak bola putri?

Banyak yang menarik, dulu bermain sepak bola ini juga sebenarnya enggak kepikiran, saya hanya suka nonton sepak bola. Sampai akhirnya main ketagihan, sampai malah banyak mencoba main bola gabung dengan laki-laki. Juga buat meningkatkan skill, mental, dan lain-lain.

Apa yang harus dipersiapkan untuk menjadi pesepak bola andal?

Kalau di sepak bola ini karena saya bermain sebagai gelandang serang secara teknik dan fisik paling penting, intinya ketika berlatih harus mencoba hal baru yang ingin di-upgrade. Entah itu saat dribbling atau melatih passing akurat dalam beberapa kondisi harus seperti apa, hal itu yang harus diasah terus sampai saat ini.

Bagaimana chemistry pemain di timnas?

Sebenarnya pemain timnas saat ini juga cukup banyak yang latar belakangnya futsal juga. Jadi 23 pemain yang dipanggil mungkin hampir 60 persennya adalah anak futsal. Jadi mengenai adaptasi sendiri untuk tim saya rasa tidak ada kendala. Hanya chemistry saja saat bertanding yang perlu dibangun dengan baik lagi.

Pilih futsal atau sepak bola?

Kalau ada pertanyaan itu sejujurnya tidak bisa memilih. Jadi saya sendiri memang senang bermain bola. Apalagi kalau konteksnya timnas. Sudah tidak ada lagi pilihan harus membela dan bermain untuk Indonesia.

Apakah beban menjadi salah satu pemain senior di timnas?


Baca Juga :
- Saatnya Indonesia Meraih Emas di Sepak Bola SEA Games
- 5 Fakta Menarik Park Hang-seo, Pelatih Timnas U-22 Vietnam

Ya, kalau beban ada karena di sini memang ada beberapa pemain senior termasuk saya yang mungkin juga harus beri motivasi kepada pemain baru. Enggak jarang juga kami saling sharing mengenai permainan di lapangan. Tetapi perkembangan mereka saya lihat cukup baik dengan bergulirnya Liga 1 Putri.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA