#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Cinta Indonesia, Luis Milla Siap Gajinya Dipangkas PSSI
07 November 2019 12:28 WIB
JAKARTA - PSSI kini memiliki dua kandidat pelatih asing yaitu mantan pelatih timnas Indonesia 2017/18 Luis Milla dan mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018, Shin Tae Yong.

Melalui sambungan teleponnya kepada TopSkor, Luis Milla mengatakan bahwa ia sangat terbuka dan tertarik dengan proposal yang akan ditawarkan PSSI kepadanya.

Bahkan saking cintanya dengan Indonesia, Milla rela jika gajinya harus dipangkas dari nilai sebelumnya. Bahkan, soal isu fasilitas mewah yang harus disediakan oleh PSSI, juga dibantah oleh Milla. Menurutnya, ia tak pernah meminta fasilitas itu dalam kontraknya.


Baca Juga :
- Eks Pelatih Timnas Indonesia U-19 Resmi Dikontrak Klub Malaysia, Sabah FA
- Shin Tae-yong Putuskan Melatih Shenzhen FC

“Negosiasi itu sangat terbuka. Saya siap bicara kapanpun dengan PSSI,” ucap Milla.

Kini, PSSI tinggal memilih. Apakah akan melanjutkan romantisme indah yang telah dibuktikan Milla? Atau ingin coba-coba lagi dengan menunjuk pelatih baru? Simon McMenemy sudah menjadi buktinya!

Publik sepak bola Tanah Air sendiri sangat berharap PSSI bisa kembali meminang Luis Milla. Keinginan publik itu seakan tak terbendung ketika teriakan Luis Milla...Luis Milla...menggema di Stadion Madya, Senayan, saat Ketum PSSI Iwan Bule hadir untuk mendukung timnas U-19 menghadapi Timor Leste, Rabu (6/11).

Milla memang sudah melekat di hati para pendukung tim Garuda. Hal itu tak lain karena pelatih asal Spanyol ini mampu memberikan standarisasi tinggi bagi timnas Indonesia. Ia mampu membuat permainan tim Garuda sangat atraktif dan tidak kalah dengan tim-tim yang punya tradisi kuat di sepak bola Asia. Ilmu tiki-taka dan total football milik Johan Cruff yang diterimanya saat bermain di Barcelona, mampu dimanfaatkan dan diterapkan pada permainan timnas Indonesia.

Kedekatannya yang spesial dengan para pemain timnas juga tak perlu diragukan lagi. “Saya ingin kembali ke Indonesia karena saya melihat banyak pemain bertalenta di sini,” ujar Milla.


Baca Juga :
- PSSI Jawab Kepastian Soal Shin Tae-yong, Luis Milla, atau Indra Sjafri
- Hindari Sanksi, Panpel Imbau Suporter PSIS

Warisan mantan kapten timnas Spanyol ini dalam perkembangan sepak bola Indonesia juga cukup besar. Sebut saja kurikulum sepak bola Indonesia (Filanesia). Dalam hal ini Milla turut andil dalam perumusannya. Bahkan, dia pelatih pertama di Indonesia yang membangun sinergitas dari timnas senior hingga junior, sehingga terjadi kesinambungan. Tak jarang, Milla terjun ke bawah untuk melihat persiapan dan berdiskusi dengan pelatih timnas muda.

Milla juga siap untuk kembali membantu membuatkan program untuk pembinaan usia muda yang berkesimbungan agar tercipta sinergi antarkelompok usia timnas, junior sampai senior. **** NIZAR GALANG GANDHIMAR

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA