#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Napoli Makin Runyam
09 November 2019 17:25 WIB
NAPOLI – Situasi SSC Napoli makin runyam menjelang pertemuan dengan Genoa CFC, di San Paolo, Sabtu (9/11) atau Minggu dini hari WIB. Ketenangan Castel Volturno terusik dengan gesekan antara patron klub, Aurelio De Laurentiis, dan tim. Di luar gerbang, lebih dari 100 tifosi menggelar unjuk rasa untuk memprotes boikot pemain terhadap ide pemusatan latihan intensif.

Para pemain tidak suka harus menginap selama satu pekan di Castel Volturno, hingga setelah laga versus Genoa. Sebab awal pekan depan, sebagian besar dari mereka harus berkumpul dengan tim nasional masing-masing. Praktis waktu bertemu dengan keluarga sangat sedikit. Hal ini yang memicu adu mulut antara gelandang I Partenopei, Allan, dengan Wakil Presiden Eduardo De Laurentiis, yang berbuntut pemberontakan. Apalagi pelatih Carlo Ancelotti sejak awal tidak mendukung latihan hukuman.

De Laurentiis tentu tidak suka dengan sikap tim. Bersama pengacaranya, dia sedang menggodok hukuman. Muncul ide pembatalan kontrak Carlo Ancelotti lebih cepat (semula hingga 2021). Untuk pemain, mungkin gajinya dipangkas lima persen. Orang nomor satu klub itu berniat melaporkan para pemain ke Kejaksaan federasi dan pengadilan arbitrase, meminta ganti rugi kerusakan citra.


Baca Juga :
- Napoli Bakal Pecat Ancelotti, Begini Penjelasan Bos De Laurentiis
- Ancelotti Tidak Aman

Terlepas dari ‘pengkhianatan’ yang dilakukan terhadap keputusan De Laurentiis, Lorenzo Insigne dan kawan-kawan berusaha menjaga profesionalisme. Mereka datang ke Castel Volturno untuk mempersiapkan duel akhir pekan nanti. Napoli harus kembali ke trek kemenangan setelah gagal meraih poin penuh dalam empat pekan terakhir. Tim kini berada di luar zona Eropa.

Sejak 31 Januari 2010, kandang memberi perlindungan yang baik untuk Napoli. Ini harus dimanfaatkan. Ancelotti kemungkinan akan menerapkan skema 4-4-2. Pasangan Dries Mertens dan Arkadiusz Milik bertanggung jawab penuh atas tajamnya lini depan. Insigne, yang dikabarkan segera kehilangan ban kapten lantaran insiden ini, akan mengawal sayap kiri.

Tecnico Genoa, Thiago Motta, menyebut kalau Napoli merupakan sebuah pertarungan yang harus dimenangkan. “Para pemain harus yakin dengan apa yang telah dilakukan karena kami berada di jalan yang tepat. Situasi kami menuntut untuk memperlakukan sebuah pertandingan seperti sebuah final. Jadi Napoli sebuah final lain. Saya akan melakukan pekerjaan saya, di antaranya belajar agar tim lebih baik di laga berikutnya,” katanya.

Skuat Il Grifone lengkap menyusul pulihnya beberapa pemain, di antaranya Christian Romero. Pelatih mungkin akan langsung mengirimkan bek potensial itu ke arena perang sejak menit pertama. Paolo Ghiglione, Cristian Zapata dan Peter Ankersen akan melapisi tembok belakang.

Mereka harus meningkatkan konsentrasi justru di lima menit terakhir pertandingan. Sudah sering terjadi, Genoa kalah menjelang laga usai padahal sempat unggul atau menyamakan kedudukan.* Dari berbagai sumber


Baca Juga :
- Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo
- Tak Muncul di Ballon d'Or, Ronaldo Jadi Pemain Terbaik Seri A

Napoli (4-4-2): 1 Meret; 22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 6 Mario Rui; 7 Callejon, 20 Zielinksi, 8 Fabian Ruiz, 24 Insigne; 99 Milik, 14 Mertens;
Pelatih : Carlo Ancelotti
Cadangan : 25?Ospina, 23?Hysaj, 19?Maksimovic, 13?Luperto, 12?Elmas, 34?Younes, 9?Llorente, 11?Lozano

Genoa (4-2-3-1): 97 Radu; 18 Ghiglione, 17 Romero, 2 Zapata, 32 Ankersen; 20 Schone, 21 Radovanovic;
10 Gumus, 28 Agudelo, 19 Pandev; 99 Pinamonti;
Pelatih : Thiago Motta
Cadangan : 93 Jandrei, 13?El Yamiq, 3 Barreca, 8?Lerager, 33 Pajac, 91 Saponara, 9 Sanabria

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA