#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Duel Persib vs Arema FC Obati Kerinduan Bobotoh Menyaksikan Laga Besar di Bandung
12 November 2019 12:09 WIB
BANDUNG Big match Persib Bandung vs Arema FC memang jadi agenda setting bobotoh. Mereka menanti laga tersebut dengan memadati Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Indikatornya, sebanyak 24 ribu tiket yang disediakan panpel sudah ludes dua hari jelang pertandingan.

"Tiket memang sudah sold out. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk bobotoh yang telat memesan tiket lewat on line. Soalnya laga Persib vs Arema sangat spesial buat bobotoh," kata Budi Bram Rachman, General Coordinator panitia pelaksana pertandingan Persib, Senin (11/11).

Arus bobotoh untuk laga bergengsi ini  memang sulit dibendung. Suporter fanatik Maung Bandung ini sudah sangat merindukan laga-laga besar seperti ini di Kota Kembang. Sebab duel akbar dan klasik seperti saat menjamu Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya pada Liga 1 2019 ini tidak digelar di Bandung.


Baca Juga :
- Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir
- Soal Gol Bunuh Diri Persib, Ini Kata Supardi dan Achmad Jufriyanto

Semua dialihkan ke Bali hingga membuat bobotoh kehilangan hiburan sepak bola indah. "Suka tidak suka, bentrok Persib vs Arema jadi obat kangen bobotoh pada laga-laga big match. Sangat sayang untuk dilepaskan. Jadi, inilah pertandingan yang paling ditunggu bobotoh," Bram menuturkan.

Selama ini bentrok Maung Bandung dengan Singo Edan memang mengundang emosi tersendiri bagi suporter Pangeran Biru. Atmosfernya mirip laga El Clasico Indonesia Persib vs Persija. Tradisi persaingan kedua kubu pun sudah menguratakar. Di mana pun laga digelar, kemeriahannya terjadi di stadion maupun seluruh pelosok kota.

"Makanya, kami mengimbau kelompok bobotoh yang tidak punya tiket untuk menyelenggarakan nonton bareng di tempat-tempat ngumpul mereka. Tidak perlu memaksakan diri ke stadion. Dipastikan mereka (penonton tanpa tiket) enggak akan bisa masuk," kata Bram di 1933 Dapur & Kopi, Jl Sulanjana, Bandung.

Cara tersebut diharapkan bisa mengurangi penumpukan bobotoh di seputaran stadion. Maklum, tensi pertandingan ini sangat tinggi. Apalagi pada putaran pertama saat laga digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Maung Bandung diteror dan diintimidasi oknum Aremania. Hotel tempat menginap pemain Persib sempat diteror petasan.

Namun, panpel mengimbau bobotoh tidak membalas perlakuan Aremania tersebut. "Harapannya, bobotoh santun. Menjaga kelancaran pertandingan. Kami ingin jadi tuan rumah yang baik. Ingin menciptakan pertandingan sepak bola yang enak ditonton. Tidak ada suasana mencekam, terlepas itu big match atau partai biasa," Bram menuturkan.

Itu sebabnya, hasil diskusi dengan salah satu kelompok bobotoh besar, Viking Persib Club, disepakati, saat menerima Arema, bobotoh dilarang memprovokasi, baik melalui bahasa maupun gambar verbal yang ditebar di stadion. Dimohonkan semua bertanggung jawab atas karyanya yang disebar di stadion.

"Pokoknya kami ingin jadi tuan rumah yang baik bagi tamu. Seperti mereka memperlakukan Persib dengan baik saat pertandingan away. Makanya tidak ada provokasi. Jangan mengganggu jalannya pertandingan," ujar Bram.


Baca Juga :
- Kekalahan Beruntun Persib, dari Rapor Kandang Buruk hingga Misteri Menit ke-56
- Taktik Arema Tidak Bermasalah

Sementara itu, untuk pengamanan pertandingan, menurut Bram, akan ada 3.200 personel keamanan yang terlibat mengamankan laga tersebut. Mereka akan bertugas dari ring empat hingga satu seperti yang berlaku saat ini.

"Untuk tim tamu, kami akan memberikan pengamanan dari penjemputan hingga mereka meninggalkan Bandung. SOP-nya memang begitu. Pihak kepolisian yang tahu prosedurnya," ucap Bram.*Dani Wihara

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA