#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sriwijaya FC Bantah Ada Insiden Rasisme, Merasa Disudutkan dan Minta Komdis Bersikap
12 November 2019 11:23 WIB
PALEMBANG – Oknum suporter Sriwijaya FC (SFC) disebut melakukan rasis kepada pemain Persewar, dalam laga delapan besar Liga 2 2019, antara SFC kontra Persewar, di Stadion Delta, Sidoarjo, Sabtu (9/11) lalu. Kubu Persewar berharap tidak ada lagi nada rasis, sedangkan kubu SFC membantah jika ada umpatan rasis.

“Saya tidak ingin bicara lagi soal itu (rasis). Saya sudah katakan saat post match conference saat itu. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata pelatih Persewar Elie Aiboy kepada TopSkor, Senin (11/11). Ia pun enggan melaporkan hal ini kepada Komisi Disiplin PSSI.

Baginya, hal-hal negatif dalam pertandingan sudah seharusnya tercatat dan diterima Komisi Disiplin PSSI. Karena ia memilih fokus mempersiapkan laga melawan Persiraja yang akan berlangsung Rabu (13/11). “Ada kesalahan-kesalahan yang kami sedang perbaiki. Performa kami harus lebih baik lagi dalam laga kedua nanti,” ucap Elie.


Baca Juga :
- Menjelang Duel Semifinal, Indra Sjafri dan Velizar Popov Perang Kata-kata
- Persija dan Perseru Badak Mencari Pelipur Lara

Sedangkan manajemen SFC dan kelompok suporter SFC, membantah bahwa ada oknum suporter SFC melakukan ujaran atau umpatan rasis terhadap pemain Persewar. “Kami tegaskan, anggota kami tidak ada yang melakukan itu (rasis),” kata Ketua Kelompok Suporter Singa Mania, Ariyadi Eko Neori.

Ariyadi menegaskan, pihaknya sudah menanyakan dengan para anggota Singa Mania yang berada di Stadion Delta Sidoarjo, juga mengkonfirmasi hal tersebut kepada pelatih kiper SFC Ferry Rotinsulu. Hasil konfirmasi itu semuanya bernada bantahan: tak ada ujaran rasis saat pertandingan berlangsung.

Senada, Media Officer SFC Rizky Perdana mengatakan,  pelatih, pemain, serta official SFC, tidak ada yang mendengar nyanyian atau kata-kata rasis dari suporter dan penonton. Namun, Rizky menegaskan, pihaknya tidak ingin berpolemik mengenai hal-hal yang tidak mereka dengar dengan sendiri.    

Bench Persewar di sebelah kanan, sedangkan SFC di sebelah kiri, yang lebih dekat ke tribune utara, tempat para suporter SFC. Kami yang lebih dekat dengan suporter tidak mendengar kata-kata rasis,” Rizky menjelaskan. Karenanya, pihak SFC berharap PT LIB atau Komdis PSSI bisa mencerahkan persoalan ini.


Baca Juga :
- Cerita soal Gol Janggal, Makanan Indonesia yang Pedas, dan Ingin Melatih Manchester United
- Antara Efektivitas Bhayangkara FC dan Rapuhnya Sistem Pertahanan Macan Kemayoran

Manajer SFC, Hendri Zainuddin juga sangsi dengan ucapan Elie Aiboy, yang menyebut suporter SFC rasis. “Kami tidak mendengar ada yang rasis. Saat pertandingan, memang  ada  pemain mau berkelahi di lapangan, lalu ada (oknum) suporter masuk ke lapangan, lalu ada kejar-kejaran dengan pemain,” kata Hendri.

Sayangnya, uapaya TopSkor untuk mengonfirmasi hal ini kepada Komdis PSSI, tak bertuan. Ketua Komdis PSSI Asep Edwin, hingga Senin (11/11) malam tidak merespon telepon dan pesan singkat TopSkor. Mengenai hal ini, pihak pihak operator kompetisi berharap Komdis bisa memjelaskannya.* Agustian Pratama 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA