#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Penyerang Muenchen Ini Harus Selalu Dimainkan
12 November 2019 12:18 WIB
MUENCHEN - Keputusan sejumlah pelatih FC Bayern Muenchen yang selama ini kerap mencadangkan Thomas Mueller terbukti keliru. Hampir 10 tahun lalu, pelatih Die Bayern Louis Van Gaal berucap: “Mueller spielt immer (Mueller selalu bermain).”

Kata-kata pelatih asal Belanda itu seharusnya dijadikan moto tidak resmi oleh setiap pelatih yang bekerja di Allianz Arena. Andai saja Niko Kovac menerapkan moto tersebut, ia mungkin masih menduduki jabatannya saat ini. Dia seharusnya belajar dari kasus pendahulunya, Carlo Ancelotti, yang dipecat Muenchen dua tahun silam.

Sebagai produk Akademi Muenchen dan pemain paling senior dalam skuat Die Bayern, Mueller jelas punya pengaruh besar di ruang ganti. Jika dia kecewa, maka rekan-rekan setimnya akan ikut kecewa. Memang tidak pernah ada bukti yang menunjukkan Mueller sebagai pemimpin “pemberontakan” terhadap para pelatih yang mengecewakannya.


Baca Juga :
- Opsi Pelatih Baru Arsenal Mulai Mengerucut
- Jersey Ulang Tahun Bawa Keberuntungan bagi Dortmund

Tapi, asumsi itu juga sulit dibantah. Presiden Muenchen Uli Hoeness pun mengakui fakta tersebut meski dia tidak menunjuk individu tertentu. “Jelas ada arus di dalam tim yang menginginkan Kovac pergi,” kata Hoeness soal alasan pemecatan Kovac. “Itulah sebabnya para petinggi klub bereaksi. Tekanan terbesar datang dari dalam tim.”

Sebelumnya, Hoeness juga pernah mengungkapkan alasan yang sama saat memecat Ancelotti pada akhir September 2017. “Ada lima pemain yang menentang Ancelotti. Mustahil bagi kami untuk mengabaikan situasi itu,” ucapnya. Saat itu Hoeness juga tidak menyebut nama, tapi banyak yang meyakini tiga dari lima pemain itu adalah Mueller, Robert Lewandowski, dan Arjen Robben.

Untungnya, pelatih sementara Hans-Dieter “Hansi” Flick menyadari peran penting Mueller bagi Muenchen. Dia memasang Der Raumdeuter sebagai starter di posisi favoritnya sebagai second striker di belakang Lewandowski dalam kedua laga pertamanya lawan Olympiacos FC di Liga Champions dan Borussia Dortmund di Bundesliga.

Hasilnya sangat memuaskan. Muenchen memenangi kedua pertandingan itu secara meyakinkan. Mereka mencetak total enam gol tanpa kebobolan satu pun. Die Bayern bahkan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk melepaskan tembakan ke gawang dalam kedua pertandingan itu.

Mueller bahkan terlibat langsung dalam proses terciptanya dua gol Die Bayern lawan Dortmund lewat dua assist masing-masing buat Serge Gnabry dan Lewandowski. Itu assist kelima dan keenam yang dibuat Mueller dalam 11 laga di Bundesliga musim ini.

Catatan ini menempatkannya di puncak daftar top assist bersama winger Dortmund, Thorgan Hazard. Padahal, hanya enam dari 11 laga itu yang dilakoni Mueller sebagai starter.


Baca Juga :
- Die Fohlen Deja Vu
- Kans Muenchen Juara Bundesliga Mengecil dibanding Sebelumnya

Tingginya produktivitas gol Lewandowski musim ini juga tidak terlepas dari peran Mueller. Dari delapan assist yang telah dibuat Der Raumdeuter di seluruh kompetisi musim ini, enam di antaranya diberikan kepada striker asal Polandia itu. Sejak keduanya bermain bersama di Muenchen, Mueller telah memberikan total 39 assist kepada Lewandowski.

Ironisnya, Mueller belum mencetak satu gol pun di Bundesliga musim ini. Ini paceklik gol terlama yang pernah dialami pemain 30 tahun itu sejak debutnya pada 2008. “Saya sering dinilai lewat gol-gol saya karena catatan dalam tujuh atau delapan tahun pertama sebagai pemain profesional. Tapi, semakin kita tua, semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul dan kita tidak akan selalu ada di lapangan,” tuturnya.*** RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA