#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Dier: Saya Terus Jatuh Sakit karena Usus Buntu
13 November 2019 14:55 WIB
SEMULA Eric Dier dan tim medis Tottenham Hotspur menduga itu cuma penyakit perut. Beberapa pemain mengalaminya dan gejala Dier pun sama. Kecuali, penyebabnya jauh lebih menyeramkan dan jadi awal periode mimpi buruk bagi pemain 25 tahun itu, yang membuatnya kehilangan statusnya sebagai starter reguler Spurs dan timnas Inggris.

  Pertengahan Desember tahun lalu, Spurs akan bermain melawan Burnley di kandang di Liga Primer dan Dier dilaporkan merasa tidak sehat. Dia mundur dari starting line up dan di hari pertandingan dia menderita sakit perut yang melumpuhkan.


Baca Juga :
- The Blues Cari Suksesor Hazard
- Faktor Ini Membuat Keita Bermain Taktis

Usus buntunya lubang dan terinfeksi - situasi berbahaya - dan dia membutuhkan operasi darurat. Dier, yang masuk di paruh kedua dalam laga kemenangan 4-0 atas Red Star Belgrade di Liga Champions pada hari Rabu, sejauh ini belum terbuka sebelumnya soal rincian penyakitnya itu.

Sebaliknya dia lebih membicarakan konsekuensi jangka panjang, yang memberinya kemauan untuk memperjuangkan kariernya lagi di lapangan. "Itu cukup serius," kata Dier pada David Hytner dari The Guardians.

“Pada saat itu, ada beberapa pemain juga sakit perut. Kami pikir itu sama. Ini bukan salah staf medis. Mereka sangat perhatian. Saya berada di rumah dan mereka membawa saya ke rumah sakit. Saya sangat beruntung tetapi setelah itu sangat sulit. Saya justru semakin sakit.”

Ternyata sistem kekebalan tubuh mantan pemain Sporting CP ini tidak bisa menerima obat-obatan yang harus dikosumsinya setelah operasi usus buntu itu. “Orang-orang mengatakan saya cedera, tetapi saya tidak pernah cedera! Saya terus jatuh sakit karena  apendiks (usus buntu) itu, yang membuat saya sangat frustrasi,” Dier menjelaskan.

Dier harus istirahat selama lima pekan setelah operasi. Namun, ketika dia kembali ke lapangan, dia merasa ada yang salah pada fisiknya. Dia terus menerus merasa lelah, sementara untuk pulih sepenuhnya, selalu terkendala. Pelatih Mauricio Pochettino pun terpaksa merelakannya menyingkir dari lapangan hingga akhir musim 2018/19 lalu.

Sialnya, musim panas lalu, saat Dier membahas apa yang diharapkannya akan menjadi pramusim penuhnya setelah cedera, dia justru harus menjalani operasi lebih lanjut. Tidak ada informasi tentang "prosedur" ini yang pernah dipublikasikan oleh pihak klub London Utara. Kondisi yang menimpa Dier benar-benar masih menjadi misteri.

"Apa yang saya alami bukanlah hal yang normal bagi siapa pun," kata Dier. “Itu sungguh pengalaman yang sangat aneh tetapi sesuatu yang mudah-mudahan membuat saya menjadi lebih baik. Jadi begitulah adanya. Sekarang saya hanya akan melihat ke depan!"

Red Star adalah laga starter ketiga Dier musim ini di semua kompetisi, dua sebelumnya adalah bencana. Saat kalah adu penalti Piala Carabao dari Colchester dan kalah dari Brighton di Liga Primer. Setidaknya Dier ingin melihat Beograd sebagai titik tolaknya.


Baca Juga :
- Lingard di Jalur yang Benar
- Liverpool Penguasa Big Seven

"Saya merasa untuk sementara waktu saya sedang dalam perjalanan kembali," ujarnya. “Ini hanya keadaan yang tidak menguntungkan, dari kasus usus buntu, lalu kembali sebelum pramusim dan harus operasi lain. Namun sejak itu saya merasa sangat baik."* Nurul Ika Hidayati

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA