#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Tite Bingung Bagaimana Dongkrak Performa Firmino
15 November 2019 13:10 WIB
RIYADH - Tim nasional Brasil diperkirakan bakal bermain ofensif saat melawan Argentina di Stadion King Saud University, Jumat (15/11). Hal tersebut mereka lakukan untuk mengakhiri paceklik kemenangan dalam empat laga beruntun.

Brasil mencapai puncak prestasi di era pelatih Adenor Leonardo Bacchi alias Tite dengan memenangi Piala Amerika 2019 yang digelar di kandang sendiri Juli lalu. Tapi, grafik Selecao setelah turnamen itu terus menurun. Mereka hanya bermain imbang lawan Kolombia, Senegal, dan Nigeria, serta kalah dari Peru dalam empat laga persahabatan terakhir.

Salah satu kelemahan Brasil yang paling dikeluhkan Tite adalah pertahanan yang terlalu terbuka. Terutama dalam laga-laga melawan tim-tim kelas dunia. Karenanya, dia ingin agar kedua bek sayap Selecao bermain lebih defensif. Pelatih 58 tahun ini tak butuh bek sayap yang rajin naik menyerang seperti Marcos Cafu dan Roberto Carlos.


Baca Juga :
- Mo Salah Tumbangkan Jumlah Gol Luis Suarez di Liverpool
- Mo Salah Borong Gol Kemenangan Liverpool Atas Watford

Menurutnya, Brasil punya banyak winger berkualitas untuk melakukan itu dari kedua sisi lapangan. Tite menginginkan bek sayap yang bisa membangun permainan dari lini belakang. Jadi, sang bek sayap bukan saja mampu membantu serangan dari kedua sisi, tapi juga bisa beralih peran jadi gelandang untuk menambah soliditas tim.

Pendeknya, Tite lebih menginginkan bek sayap yang bermain seperti duet Oleksandr Zinchenko dan Kyle Walker di Manchester City daripada duet Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson di Liverpool FC. Tapi, dia harus belajar dari pelatih The Reds, Juergen Klopp, untuk memunculkan performa terbaik dari striker Roberto Firmino.

Firmino bermain sangat bagus bersama Liverpool di mana dia bisa bebas turun jauh ke belakang karena tak dibebani tugas sebagai ujung tombak. Pemain 28 tahun ini juga sangat terbantu oleh keberadaan Mohamed Salah dan Sadio Mane plus umpan-umpan dari Alexander-Arnold  dan Robertson dari kedua sisi lapangan.

Tapi, Firmino kesulitan menampilkan performa terbaik bersama Brasil. Pasalnya, dia sering terisolasi di depan dan terkadang harus berebut ruang dengan Philippe Coutinho. Dengan postur 181cm dan 76kg, Firmino memang kurang ideal untuk dijadikan target man di kotak penalti lawan.

Peran itu akan lebih cocok dimainkan oleh Wesley Moraes yang bertubuh tinggi besar (191cm/93kg). Masalahnya, striker Aston Villa ini masih muda (22 tahun) dan minim pengalaman. Ini kali pertama dia dipanggil ke timnas Brasil dan belum pernah membela Selecao di level junior.


Baca Juga :
- Klopp Perpanjang Kontrak di Liverpool, Alexander-Arnold Sebut Begini
- Tidak Hanya Minamino, Liverpool Inginkan Banuak Pemain Red Bull Slazburg

Tapi, Wesley yang telah mencetak empat gol di Liga Primer musim ini adalah satu dari beberapa striker muda yang berpotensi jadi andalan di lini depan Brasil di masa depan. Debutan lain yang dipanggil Tite adalah winger Rodrygo Goes (18), gelandang Douglas Luiz (21), bek kanan Emerson (20), dan kiper Daniel Fuzato (22).***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA