#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah
15 November 2019 13:35 WIB
LIVERPOOL – Misi Liverpool FC untuk mengakhiri paceklik gelar di Liga Primer sejak 1989/90 terbuka lebar musim ini. Itu setelah hingga pekan ke-12, skuat asuhan Juergen Klopp masih memuncaki klasemen sementara dengan 34 poin. Mereka unggul delapan angka dari Leicester City FC dan Chelsea FC yang berada di bawahnya.

Sementara, Manchester City FC yang takluk 1-3 dari Liverpool di Anfield, Minggu (10/11) harus terlempar di urutan empat dengan 25 poin. Meski begitu, The Reds tidak boleh larut dalam euforia. Sebab, kompetisi masih panjang dengan menyisakan 26 pertandingan lagi. Hingga pekan pamungkas pada 17 Mei mendatang, apa pun bisa terjadi.

Terutama, memasuki pengujung tahun ini, Mohamed Salah dan kawan-kawan sudah ditunggu jadwal padat pada tiga kompetisi bebreda hingga 11 pertandingan. Tujuh di antaranya Liga Primer, dengan masing-masing dua di Liga Champions dan Piala Dunia Klub 2019.


Baca Juga :
- Reaksi Pep Guardiola Usai Manchester City Tumbang dari MU
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Minggu Dini Hari WIB

Konsistensi jadi faktor utama mereka untuk terus berada di puncak klasemen tanpa harus terpecah pada kompetisi lainnya. Terutama, mengingat dalam sisa laga hingga akhir musim, terdapat beberapa lawan di Liga Primer yang berpotensi jadi pengganggu.

Itu mengapa, berdasarkan Fixture Difficulty Rating (FDR) alias peringkat kesulitan jadwal dari Opta, didapat kesimpulan Liverpool masih jadi yang terbaik di antara Big Six. Faktanya, mereka sukses mengalahkan Arsenal FC 3-1, Chelsea FC 2-1, Tottenham Hotspur FC 2-1, dan Man. City 2-1. Hanya Manchester United FC saja yang mampu mencuri poin berkat 1-1.

Di atas kertas, tidak ada lawan berat bagi Liverpool dalam lima laga ke depan sebelum terbang ke Doha, Qatar, untuk mengikuti Piala Dunia Klub 2019. Termasuk, Everton FC yang merupakan rival sekota tapi sedang terpuruk.  

Dalam periode itu, AFC Bournemouth yang berpotensi jadi pengganggu. Itu karena Bournemouth memiliki poin di klasemen lebih baik dibanding empat klub lainnya. Tak heran jika Opta memprediksi duel melawan Bournemouth memiliki FDR paling tinggi, 3/5. Sementara, empat lainnya rating 2/5.

Sebagai gambaran, FDR beroperasi berdasarkan serangkaian formula yang dihasilkan variabel data Opta. Selanjutnya, dikombinasikan dengan penampilan tim yang bersangkutan dalam enam pertandingan kandang dan tandang terakhir. Algoritme dari Opta ini tidak statis.


Baca Juga :
- MU Bisa Gigit Jari, Bidikannya Disodorkan Leicester Kontrak Baru
- Giroud Dicoret dari Skuat Chelsea vs Everton

Alias, setiap pekan dievaluasi demi menjaga formula agar tetap terbaru. Dengan menggunakan sistem penilaian ini, dimungkinkan untuk mengklasifikasi kesulitan yang dirasakan tim terhadap setiap lawan dengan peringkat satu hingga lima. Bahkan, menurut data, dalam 26 laga sisa itu, Liverpool mendapat jadwal hingga akhir musim yang jadi termudah ketiga. Hanya, Man. United dan Tottenham yang lebih gampang. Kendati, ini baru sebatas teori. Sebab, di lapangan, adakalanya berbicara sebaliknya.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA