#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Soldado Ingin Akhiri Paceklik Gol
16 November 2019 13:26 WIB
GRANADA – Setelah menelan kekalahan secara beruntun dalam tiga pertandingan terakhir (melawan Getafe CF, Real Sociedad, dan Valencia CF), Granada CF ingin memanfaatkan jeda internasional sebagai ajang pembenahan. Mereka telah melakukan beberapa latihan secara bersama. Roberto Soldado yang juga mengikuti sesi tersebut terlihat cukup ambisius. Setelah kegiatan itu, Soldado bahkan tetap di lapangan dan berlatih mencetak gol.

Di usia yang sudah menginjak 34 tahun, masa-masa keemasan Soldado mungkin sudah lewat. Kendati begitu, ia tetap menjadi salah satu striker penting di Granada saat ini. Namun setelah mencetak gol ke gawang Villarreal CF di jornada pertama,  Soldado kesulitan merobek gawang lawan dalam sepuluh pertandingan setelahnya.

Jika ditotal maka Soldado mengakumulasikan 695 menit tanpa mencetak gol. Ini merupakan catatan terburuk kedua dalam karier Soldado. Terparah terjadi pada 2015/16, atau saat memperkuat Villarreal. Ketika itu pemain kelahiran Valencia, Spanyol tersebut tidak bisa menyarangkan gol ke gawang lawan selama 796 menit.


Baca Juga :
- Ter Stegen “Laba-laba Hitam” Barca
- Gol d’Or Messi!

Lalu saat masih memperkuat CA Osasuna (2006/07), Soldado juga memainkan sepuluh laga beruntun, dan pada masa tersebut ia mengakumulasikan 574 menit tanpa mencetak gol. Paceklik gol parah juga pernah dialaminya ketika bermain di Liga Premier bersama Tottenham Hostpur (2013-2015). Soldado bermain di 18 pertandingan dengan total 410 menit bermain, namun tak ada satu gol pun yang diciptakannya.

Dia berharap masalah golnya itu akan terselesaikan di jornada 14, saat menghadapi Atletico Madrid. Tim ibu kota itu sudah empat kali merasakan ketajaman Soldado dari 11 pertemuan (bersama klub lain). Itu mengapa selama dua pekan ini, dia berlatih keras mengasah ketajamannya.

Di samping masalah gol, Soldado nyatanya punya kontribusi dalam berbagai aspek pada permainan Granada. Keberadaan Soldado di lapangan memberikan warna baru dalam serangan Nazaries, julukan Granada. Ketika tak bisa diandalkan sebagai pencetak gol, Soldado mengubah perannya menjadi distributor bola dan membiarkan rekannya mencetak gol.

Ini tentunya tak lepas dari keputusan sang pelatih, Diego Martinez yang paham kualitas para pemainnya.  Sejak didatangkan pada 14 Juni tahun lalu, juru taktik 38 tahun ini membawa angin sejuk untuk tim, perjalanan untuk promosi ke LaLiga sangat mulus seperti tanpa hambatan.

“Merasa bahagia adalah sesuatu hal yang sulit untuk seorang pelatih, tetapi kami telah bahagia selama 500 hari. Kami sangat percaya dengan apa yang kami lakukan, kami berbagi visi yang kami punya dan kami ingin terus berkembang,” ujar pria kelahiran Vigo, Spanyol itu.

Di usianya yang terbilang muda, Martinez punya masa depan cerah di dunia kepelatihan. Meskipun sepak bolanya cukup pragmatis, tetapi ia bisa melihat detail-detail kecil yang bisa dimanfaatkan. “Saya tidak memikirkan langkah selanjutnya, saya selalu mempersiapkan sesuatu sebaik mungkin untuk tantangan yang berbeda ,” Martinez menambahkan.* GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

Angka

5

Roberto Soldado telah mengoleksi lima kartu kuning dalam 11 pertandingan di LaLiga musim ini.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB
- Griezmann Melawan Atletico untuk Kali Pertama

 

                                                                                       

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA