#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Inilah Langkah-langkah yang Harus Diambil Pelatih Inggris Usai Lolos ke Piala Eropa
16 November 2019 16:15 WIB
LONDON – Pencinta sepak bola era 1990-an tentu masih ingat dengan lagu Football’s Coming Home. Lagu tersebut begitu terkenal dan sering terdengar saat Inggris menjadi tuan rumah Piala Eropa 1996. Lagu yang memberikan banyak pesan khususnya bagi pendukung The Three Lions—diciptakan sesuai slogan turnamen: Football Comes Home—termasuk pesan rasa bangga bahwa Inggris adalah negeri asal sepak bola.

Tetapi, dunia sepak bola tahu apa yang terjadi dalam ajang bergengsi tim-tim asal Eropa tersebut. Inggris asuhan Terry Venables gagal merengkuh trofi tersebut. Magnet dan dukungan suporter Inggris yang fanatik tidak cukup untuk membawa mereka tampil sebagai juara. Langkah Inggris terhenti di semifinal setelah kalah dalam adu penalti dari Jerman.

Sosok di balik kegagalan Inggris ketika itu tak lain Gareth Southgate. Dialah eksekutor terakhir The Three Lions dalam drama adu penalti. Southgate gagal mencetak gol dan Inggris pun terlempar.


Baca Juga :
- Satu Misi, Beda Tujuan
- Setan Merah Bisa Eksploitasi Buruknya Lini Belakang City

Kini, 23 tahun setelah momen pahit tersebut, Southgate berhasil memastikan timnya lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 yang akan digelar Juni nanti setelah menang 7-0 atas Montenegro, Kamis (14/11) atau Jumat dini hari WIB. Dengan sukses ini pula, Football is Coming Home pun semakin terdengar lagi.

Meski demikian, memastikan tiket ke putaran final hanya satu langkah untuk mewujudkan harapan mereka dalam meraih gelar. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Southgate untuk mewujudkan “sepak bola pulang ke Inggris”. Lalu, apa saja formula atau poin-poin yang harus diperhatian Southgate? Berikut poin-poin tersebut:

1.Manfaatkan Wembley

Publik Inggris sudah lama memaafkan Southgate terkait momen kelam adu penalti Piala Eropa 1996. Seiring dengan waktu, pria 49 tahun ini menjadi sosok yang sangat penting dalam sepak bola Inggris. Sejak menangani Harry Kane dan kawan-kawan pada 2016 silam, mantan pelatih Middlesbrough dan timnas Inggris U-21 ini membangun harapan yang kuat dalam atmosfer timnya.

Momen Piala Dunia 2018 lalu salah satu contoh dan buktinya. Southgate telah menghidupkan kembali semangat hampir di semua elemen termasuk suporter. Bahkan, gaya pakaiannya sampai menjadi model. Dia benar-benar tampil sebagai English man. Meski Inggris gagal meraih gelar dalam Piala Dunia 2018, tapi pencapaian Inggris meraih posisi keempat memberikan kebanggaan tersendiri.

Kini, Inggris lolos ke putaran final Piala Eropa dengan rapor enam kali menang dan sekali kalah. Menorehkan 33 gol dan kemasukan enam gol. Southgate adalah sosok sentral dari keberhasilan Inggris. Inggris akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Eropa 2020, yang akan digelar di Stadion Wembley.

Faktor ini akan memberikan atmosfer yang kuat dengan Southgate sebagai tokoh sentralnya. Dia memegang teguh disiplin dan kebersamaan, contohnya ketika berani mencoret Raheem Sterling untuk laga lawan Montenegro.

2. Pertahankan Produktivitas

Inggris asuhan Southgate saat ini boleh jadi belum menyelesaikan persoalan di pertahanan dan lini tengah. Namun, ada kekuatan yang dibentuk Southgate terkait lini depan timnya yang membuat lawan-lawan mereka nanti akan gentar. Kane, Sterling, dan Jadon Sancho, ditambah dengan Marcus Rashford, Inggris sudah cukup menjadi tim yang menakutkan.

Mereka memiliki potensi untuk memberikan kesulitan bagi setiap lini pertahanan lawan pada putaran final Piala Eropa 2020. Karena itulah, Southgate harus mempertahankan produktivitas quartetnya tersebut.

Kane kini menjadi pemain keenam terbanyak Inggris yang menorehkan gol dengan total 31 gol dari 45 laga. Sterling, kini tumbuh menjadi sosok yang semakin matang, salah satu yang terbaik di Liga Primer bersama Manchester City. Sedangkan Sancho, pemain muda 19 tahun yang memiliki prospek menjanjikan. Jangan lupakan sejumlah pemain lain seperti Callum Hodson-Odoi atau Tammy Abraham.

3. Memperbaiki Pertahanan

Kelemahan terbesar timnas Inggris ada di pertahanan dan faktor ini bisa membuat mereka gagal mewujudkan ambisi meraih gelar Piala Eropa 2020. Walau mereka lolos ke putaran final, namun fakta bahwa dalam sejumlah pertandingan, Inggris kesulitan dalam semifinal menghadapi Kroasia, itu juga tejradi saat kalah 1-3 dari Belanda di Liga Negara Eropa, termasuk juga saat menjamu Kosovo dan tandang lawan Rep. Ceko.

Ada sejumlah isu yang harus ditangani seperti sosok John Stones yang belakangan justru menurun penampilannya. Bahkan, sosok Harry Maguire, bek dengan harga 85 juta paun yang dibeli Manchester United, belum benar-benar memperlihatkan penampilan yang meyakinkan. Ada sejumlah pilihan yaitu Joe Gomez, Tyrone Mings, Fikayo Tomori, atau James Tarkowski.

4. Faktor Psikologis


Baca Juga :
- Chelsea Ikut Meramaikan Perburuan Sancho
- Inilah Penyebab Kekalahan Spurs dari Setan Merah

Pada Piala Dunia 2018, Inggris kalah dari Belgia dalam penyisihan grup, Di semifinal, kalah dari Kroasia. Lalu di ajang Liga Negara Eropa kalah dari Belanda. Inggris harus mengatasi rapor buruk setiap kali menghadapi tim besar. Bisa jadi, ini faktor psikologis.

Ya, jika Inggris kali ini ingin mewujudkan Football is Coming Home, mereka harus menyelesaikan persoalan tersebut. Dan, Southgate memiliki waktu yang cukup hingga Juni nanti.***IRFAN SUDRAJAT DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA