#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Laboratorium Mancini
18 November 2019 12:05 WIB
PALERMO – Dua tahun pasca tragedi playoff Piala Dunia 2018, tim nasional Italia perlahan mendapatkan kembali irama terbaik. Bersama Roberto Mancini, para pemain tidak hanya mampu bersenang-senang di lapangan, tapi juga memetik hasil positif secara konsisten. Saat ini, Gli Azzurri asuhan Mancio sudah berhasil mencatat rekor 10 kemenangan beruntun di kancah internasional.

Capaian pelatih legendaris Vittorio Pozzo—yang memenangkan 9 laga berturut-turut pada 1938-1939—terlewati ketika Leonardo Bonucci dan kawan-kawan menghajar Bosnia-Herzegovina, 0-3, akhir pekan kemarin. Ini merupakan bukti keberhasilan tranformasi yang dilakukan Mancini selama 18 bulan, sejak dipercaya menggantikan Gian Piero Ventura. Pasukan Italia kini tampil lebih atraktif dan menyerang, sembari tetap menjaga disipilin.

Berikutnya, ada pertandingan melawan Armenia di Stadio Renzo Barbera, Senin (18/11) malam atau Selasa dini hari WIB. Ini peluang Italia untuk menutup perjalanan 2019 dengan sempurna. Selain bisa menyelesaikan fase kualfikasi dengan rekor 100 persen, tim asuhan Mancio juga berpotensi memecahkan rekor lain: 10 kemenangan dalam satu tahun. Sebelumnya, jumlah terbanyak yang bisa diraih Gli Azzurri adalah 9, terjadi pada 1990, 1994, 2000, dan 2003.


Baca Juga :
- Pemikiran Out of The Box Mancini Selamatkan Italia
- Striker Muda MU Ini Kembali Tajam

Semua pencapaian hebat tersebut takkan bisa terjadi tanpa kejelian sang pelatih meramu skuat di laboratoriumnya. Sejak pertama kali bekerja pada Mei 2018, dia sudah melakukan perubahan signifikan dalam pemilihan pemain: tidak lagi ditentukan reputasi namun performa. Meskpun masih muda, tapi jika dinilai pantas, pasti akan dapat kesempatan. Sebaliknya, pemain senior yang tampil buruk jangan harap bakal dilirik jika tak tampil bagus.

Sekarang, Mancini telah menemukan kelompok yang ideal, dengan setidaknya dua pemain alternatif di setiap posisi. Merekalah yang bakal diandalkan untuk menghadapi putaran final Piala Eropa 2020, musim panas mendatang. Gianluigi Donnarumma-Salvatore Sirigu di posisi kiper, dengan Alex Meret dan Pierluigi Gollini sebagai pelengkap, ini salah satu contoh kedalaman skuat yang dimiliki Italia. Kemudian, penampilan apik Francesco Acerbi sebagai pengganti Giorgio Chiellini yang cedera juga jadi indikasi.

Laga versus Armenia bisa jadi momen tepat bagi Mancini untuk menguji kekuatan tim. Sang pelatih siap melakukan rotasi besar-besaran dan berharap hasil yang didapat sama baiknya seperti di kandang Bosnia. Apakah Rolando Mandragora bisa mengatur irama permainan sebaik Jorginho? Atau mampukah Gaetano Castrovilli memperlihatkan energi yang sama dengan Nicolo Barella dan Stefano Sensi? Mancini ingin menemukan jawaban pertanyan-pertanyaan tersebut.

Kemudian ada juga misi pembuktian diri yang diusung Ciro Immobile. Penyerang SS Lazio itu sangat impresif di level klub, tapi sampai sekarang belum maksimal bersama timnas. Dari 18 pertandingan di era Mancini, dia baru main 6 kali dan menyumbang satu gol—kalah bersinar dengan Andrea Belotti. Jadi, kesempatan main melawan Armenia harus benar-benar dimanfaatkan agar bisa mencuri perhatian sang pelatih.

“Rekor kemenangan sangat menyenangkan, tapi pekerjaan kami masih banyak. Mulai sekarang sampai Juni nanti, kami harus bisa memaksimalkan kekompakkan dan performa. Tak banyak waktu buat eksperimen, saya hanya ingin membentuk tim yang kompetitif,” ujar Mancini.*** Dari berbagai sumber

 

Perkiraan skuat 


Baca Juga :
- Prancis Meningkat dari Sisi Teknik
- Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini

ITALIA (4-3-3) : Sirigu; Di Lorenzo, Romagnoli, Izzo, Biraghi; Zaniolo, Mandragora, Castrovilli; Chiesa, Immobile, Orsolini;
Cadangan: Meret, Cistana, Emerson, Barella, Bernardeschi, El Shaarawy, Belotti;
Pelatih: Roberto Mancini

ARMENIA (5-3-2) : Hayrapetyan; Hambardzumyan, Voskanyan, Calisir, Ishkhanyan, Hovhannisyan; Grigoryan, Hovsepyan, Vardanyan; Barseghyan, Karapetian;
Cadangan: Kasparov, Haroyan, Manucharyan, Simonyan, Avetisyan, Sarkisov, Harutyunyan;
Pelatih: Abraham Khashmanyan

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA