#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Conte Mendapat Teror
18 November 2019 11:56 WIB
MILAN – Kehidupan Antonio Conte mendadak tidak tenang. Pelatih FC Internazionale itu dibayangi ketakutan menyusul datangnya sepucuk surat ancaman dengan sebutir peluru kaliber 22. Memang surat itu tidak tiba di rumahnya, melainkan dialamatkan ke kantor pusat I Nerazzurri, Jumat (15/11). Namun, di dalam surat itu disinggung nama sang pelatih.

Klub segera bertindak dengan melaporkan kasus ini ke polisi. Teror seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan. Kejaksaan Milan segera melakukan investigasi, dikepalai Alberto Nobili, penanggung jawab divisi anti teror. Barang bukti telah disita dan akan dilakukan beberapa tes untuk mengetahui jenis senjata yang sesuai dengan peluru tersebut dan bermuara kepada pemilik senjata itu. Presiden Inter, Steven Zhang, meminta agar diberi kabar untuk setiap perkembangan penyelidikan.

“Antonio Conte tidak menerima surat ancaman dan oleh karena itu tidak akan melapor. Justru klub yang menerima surat ini dan tindakan seperti biasa yang diambil dalam situasi ini, memberikan kasus ini kepada pihak yang berwajib,” demikian penjelasan dari klub.


Baca Juga :
- Ujian Baru Lu-La
- Sektor Tengah Fondasi Permainan Milan

Sembari menunggu hasil investigasi, kepolisian menyiapkan pengawalan dan pengawasan terhadap markas klub dan pelatih. Namun, pengawalan ini bisa dibilang sifatnya rahasia. Jadi tidak ada polisi bersenjata yang berjaga di depan kediaman Conte selama 24 jam. Mereka melakukan pengawasan berkala, yakni dengan mendatangi rumah pelatih dan tempat kerjanya beberapa kali dalam satu hari untuk memastikan tidak ada potensi bahaya di sana. Striker Inter, Mauro Icardi, juga pernah mendapat pengawalan serupa setelah mendapat surat kaleng dan spanduk ancaman, September lalu.

Kabar tentang surat kaleng tersebut tentu membuat istri Conte, Elisabetta Muscarello, gugup. Dia pun membantah berita yang awalnya dimuat Corriere della Sera itu. “Demi sebuah berita: cerita tentang peluru itu hoax! Bagaimanapun di Italia, kita menempatkan sangat buruk seperti komunikasi. Untuk sebuah seri: saya bangun, menemukan dan menulis! Tanpa memikirkan konsekuensinya sama sekali,” kecamnya lewat akun Facebook.

Walikota Milan, Giuseppe Sala, kemarin juga angkat bicara. “Kami semua memberi solidaritas kepada Inter. Saya sama sekali tidak bisa membayangkan alasan kenapa seorang pelatih bisa mendapat ancaman,” dia menandaskan.

Head to Head

Segala upaya, termasuk meminta penjagaan, ditempuh Inter agar pelatih tersebut merasa terlindungi dan tenang. Pasalnya, La Beneamata harus mengupayakan kemenangan lawan Torino FC, Sabtu (23/11), meski latihan tidak bisa dilakukan dalam formasi lengkap. Mereka mencari celah untuk menyalip Juventus FC di klasemen Seri A.

Bek veteran, Diego Godin, mengemukakan kalau kedua grup teratas itu memiliki kekuatan seimbang. “Juve memenangi kompetisi dengan fasilitas yang mengagumkan. Ini menunjukkan superioritas I Bianconeri di Seri A. Posisi kami head to head sekarang. Tapi kami tidak boleh membohongi diri sendiri, masih banyak kekurangan. Sebagai Inter, kami harus memainkan setiap pertandingan seperti sebuah final,” dia mengungkapkan.


Baca Juga :
- Sampdoria Kembali Tampilkan Wajah Lama
- Misi Melindungi Hegemoni

Godin mengingatkan kalau Juve unggul dari sisi materi pemain. Mereka punya sederet pesepak bola yang terbaik di sektornya. Nah, untuk merusak dominasi skuat besutan Maurizio Sarri, Inter mesti memastikan segala aspek berfungsi dengan baik.

Mantan pemain Atletico Madrid itu mengaku terus mempelajari perannya dalam formasi tiga bek. Sebab di sebagian besar kariernya, dia memperkuat benteng berisi empat difensori.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA