#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Yang Menang Pantang Cepat Puas, yang Kalah Giatlah Memotivasi Diri
18 November 2019 11:53 WIB
BOGOR – Mengalami kekalahan dalam sebuah pertandingan bukanlah kiamat. Kalah menang dalam sepak bola merupakan hal biasa. Kalah berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki, sedang menang bukan berarti sudah sempurna. Sebaliknya, Psikologis dan mentalitas pemain harus terus ditata.

Pelatih Citereup Raya Abdul Aziz, punya tugas tidak mudah. Ia harus segera membangkitkan semangat anak asuhannya setelah kalah telak dari ASIOP, skor 0-9, dalam laga pekan kelima Liga Hansaplast TopSkor U-13 (LHTS) 2019/20, di Lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana, Bogor, Minggu (17/11).

Bukan hanya soal membangkitkan semnagat juang tim agar meraih kemenangan pada laga berikutnya, tetapi bagaimana pendekatannya ke pemain, satu per satu, agar tidak patah semangat. Masukan, saran, dan motivasi dari Azis kiranya akan sangat menentukan kualitas berlatih dan bermain tim asuhannya.


Baca Juga :
- Kalteng Putra vs Madura United, Duel Mencari Kepercayaan Diri
- Baru Sembilan Pemain Arema yang Lanjut Hingga 2020, Sisanya Menunggu Kepastian

“Pastinya siapa yang tidak kecewa dengan kekalahan seperti itu. Tapi kami harus ambil sisi positifnya. Tim ini masih perlu banyak belajar,” kata Aziz. “Yang terpenting anak-anak harus tetap semangat dalam berlatih, dan menjadikan kekalahan sebagai pelecut untuk melakukan yang lebih baik.”

Hal serupa juga coba didengungkan Wawan Irwanto, pelatih Maesa. Sempat meraih kemenangan dalam dua laga awal musim ini, performa Maesa merosot tajam pada dua laga terakhir. Teranyar, tim asal Cijantung, Jakarta Timur, tersebut menyerah tiga gol tanpa balas dari Bina Taruna.

Menurut Wawan, rasa cepat berpuas diri jadi salah satu persoalan Maesa. “Mungkin ini salah satu penampilan terburuk dari anak-anak. Tak ada kekompakan dan stamina terlihat jelas menambah kesulitan kami di lapangan. Kami harus berbenah dan bersatu untuk hasil yang lebih baik," kata Wawan.


Baca Juga :
- Cerita soal Gol Janggal, Makanan Indonesia yang Pedas, dan Ingin Melatih Manchester United
- Bikin 29 Turn Over, Indonesia Kalah dari Thailand

Sementara itu, Tunas Cileungsi berhasil memenangi Derbi Cileungsi, melawan Matador Mekarsari. Sama-sama butuh kemenangan untuk bangkit, kedua tim sejatinya berani tampil terbuka. Namun, perubahan taktik yang dilakukan kedua pelatih pada babak kedua, menjadi kunci sukses pertandingan tersebut.

Racikan strategi Panca Retno, pelatih Tunas Cileungsi, lebih efektif sehingga mengoyak jala Matador tiga kali. “Ini adalah penampilan di mana anak-anak bermain paling disiplin dan kerja keras menurut saya dari tiga pertandingan sebelumnya. Semua instruksi dan strategi dijalankan dengan baik," kata Panca.* Furqon Al Fauzi 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA