#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ini Saran Prandelli untuk Ibrahimovic
19 November 2019 14:53 WIB
MILAN – Salam perpisahan telah terucap, Zlatan Ibrahimovic dipastikan bakal hengkang dari LA Galaxy FC pada akhir tahun ini. Sekarang, yang menarik adalah soal pelabuhan selanjutnya yang dituju striker veteran Swedia tersebut. Banyak yang menyebut Italia, negara yang punya arti spesial bagi pemain arogan itu. Tapi di Seri A, tak cuma satu klub yang menginginkannya. Bologna Calcio, AC Milan dan SSC Napoli sedang mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya.

Mantan pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli, memberikan saran terkait masa depan Ibra. “Menurut saya, dia lebih baik ke Bologna dan memberikan antusiasme luar biasa ke kota. Di Milan, memang dia kembali ke rumah tapi saya kira tidak bisa melakukan perubahan atas beragam aspek yang ada saat ini. Milan sedang melakukan pemrograman, butuh waktu,” katanya di program Radio Anch’io Sport.

Bologna melihat sosok Ibra sebagai pendongrak reputasi, penyerang besar yang mungkin bakal mengantar I Rossoblu menembus zona Eropa. Meskipun sudah memiliki skuat yang kompetitif, mereka kurang tajam di lini depan. Rodrigo Palacio mulai dimakan usia, Mattia Destro inkonsisten, sementara Federico Santander kurang cocok dengan filosofi Sinisa Mihajlovic.


Baca Juga :
- Debut Butut, Begini Reaksi Gattuso Usai Napoli Kalah dari Parma
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Minggu Dini Hari WIB

Jadi Ibrahimovic diyakini bisa memberi solusi. Dia tak lagi muda, 38 tahun, tapi punya pengalaman, kualitas, dan kelas setingkat di atas para penyerang Bologna. Tambahan lagi, eks bomber Juventus FC itu juga sangat mengenal Mihajlovic. Dulu, keduanya pernah jadi rekan setim di skuat FC Internazionale dan memenangkan beberapa gelar bergengsi.

Kemunculan Bologna sebagai favorit disebabkan percakapan telepon antara Ibra dan Miha beberapa waktu lalu. Namun, mengingat pelatih asal Serbia itu tak bisa bertemu langsung karena masih menjalani proses penyembuhan leukemia, I Rossoblu perlu mengirim perwakilan untuk menjelaskan rencana taktik tim kepada pasangan Helena Seger itu. Inilah peran yang diemban Marco Di Vaio, yang terbang langsung menuju Los Angeles untuk berbicara dengan pemain. Sukses tidaknya upaya I Vetri, tergantung pendekatan sang direktur.

Di sisi lain, tak tertutup pula kemungkinannya reuni dengan Milan. Bukan rahasia bila keluarga Ibra sangat mencintai kota mode tersebut, takkan ragu menyambut kesempatan kembali ke sana. Di samping itu, attaccante veteran itu juga beberapa kali menegaskan kecintaannya terhadap I Rossoneri.


Baca Juga :
- Arsenal Bisa Kehilangan Gelandang Asal Uruguay Ini
- Pemain Napoli Pose Topless dengan Penari Akrobatik

Namun, di penghujung karier, Ibra juga mempertimbangkan aspek pribadi selain profesional. Dia ingin bersenang-senang dan menikmati permainan di lapangan, tak mau terlalu terbebani oleh tekanan atau ekspektasi. Melihat kondisi Milan saat ini, hal itu akan sulit terjadi. Kemudian, ada hambatan soal gaji. Dia dibayar sekitar 6,5 juta euro (sekira Rp101 miliar) permusim oleh Galaxy, jumlah yang rasanya sulit dipenuhi.

Sementara Napoli sepertinya lebih sabar dan tenang dalam menanti perkembangan. Mereka punya poin positif setelah Ibra menyatakan ketertarikan berkarier di San Paolo. Prioritas Aurelio De Laurentiis saat ini adalah meredam konflik internal, baru memikirkan mercato.* Dari Berbagai Sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA