#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Staf Conte Bongkar Rahasia Dapur Inter
19 November 2019 11:45 WIB
MILAN – FC Internazionale membuka pintu Appiano Gentile kepada La Gazzetta dello Sport dan memperlihatkan aktivitas sehari-hari tim. Dengan terbuka, para staf Antonio Conte menceritakan situasi individu pemain, sesi video, penggunaan sasana dan metode mempelajari lawan. “Berapa lama kami bekerja? Kami sudah terpaku di tembok Appiano,” celetuk  salah seorang dari mereka sambil tertawa. “Sekarang kami sedang mempelajari Slavia Praha.”

Ketika melangkah ke dalam gerbang Suning Training Centre, para pemain harus fokus kepada tim. Conte menetapkan larangan manajer pemain masuk ke tempat latihan. Ruang makan pun hanya terbatas bagi komponen I Nerazzurri.  Ketujuh orang kepercayaan Conte itu membongkar rahasia dapur Inter.

Paolo Vanoli, 47 tahun, staf teknik.
Ketika bekerja, pertama-tama ada kata kami. Saya fokus kepada fase bertahan tapi kami semua harus tahu apa yang harus dilakukan. Kami melakukan sesi grup dan beberapa sesi individu, di mana kami memperlihatkan kepada setiap pemain pergerakan mereka, apa yang perlu diperbaiki. Untuk para bek diperlihatkan penyerang yang perlu dikawal.


Baca Juga :
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter
- Ini Taktik Milan dengan Ibra

Gianluca Conte, 47 tahun, adik Antonio.
Saya mempelajari lawan, menonton 4-5 laga setiap tim dengan cara khusus. Kami memberikan konsep jelas kepada para pemain untuk diterapkan di lapangan. Kami harus menyuplai informasi sebanyak mungkin, contohnya operan yang harus diintervensi untuk menyulitkan lawan. Strategi diputuskan Antonio tapi staf selalu terlibat. Dia memudahkan tugas kami, menjelaskan skema kepada para pemain. Kami menganalisis video setelah pertandingan dan memastikan apakah tim mengaplikasikan apa yang dilakukan selama latihan. Saya menyaksikan laga dari tribune untuk mendapat sudut pandang yang berbeda. Pekerjaan penganalisi pertandingan: Michele Salzarulo, Alessandro Davite, Giacomo Toninato, Roberto Merella dan Mauro Leo sangat membantu.

Cristian Stellini, 45 tahun, wakil Conte dan teman diskusi menentukan formasi.
Kami merancang perencanaan kerja selama satu minggu terlebih dulu. Di akhir pekan, kami menentukan tipe latihan yang harus dilakukan pemain sehari kemudian, berdasarkan apa yang kami lihat selama latihan. Kami memiliki metode yang sangat jelas, siapapun tahu bagaimana kami bekerja. Perbedaan antara pemain biasa dan pemain hebat bisa dilihat selama latihan. Untuk mercato, kami menelaah calon pemain baru, kami coba membayangkan mereka di dalam sistem Antonio. Pelatih dan klub yang memutuskan.

Costantino Coratti, 52 tahun, staf persiapan atletik.
Bagaimana berhasil menyikapi periode dengan 7 pertandingan dalam 20 hari? Berada dalam kondisi siap, mempersiapkan diri dengan lebih awal, menyikapi situasi. Selama jeda ini, kami hanya berlatih dengan lima pemain inti dan dalam beberapa cara kami harus melindungi mereka. Khusus mereka yang bermain di timnas, kami berikan menu latihan khusus yang harus dilakukan, di luar program yang ditetapkan pelatih timnas.

Antonio Pintus, 57 tahun, 'sersan' yang memimpin persiapan atletik.
Otot tetap segar setelah 7 pertandingan dalam 20 hari jika pemain siap. Bagi saya, pencegahan terbaik adalah persiapan. Ketika masuk dalam periode ini, pemain harus berusaha memulihkan kondisi secepatnya. Sangat penting proses menghilangkan keletihan dan terapi otot, latihan postur, pijat dan memulihkan energi yang hilang dengan makanan yang tepat. Bagi saya dan Antonio, kekuatan adalah aspek yang fundamental. Dibandingkan dengan musim lalu, berkat ahli nutrisi Matteo Pincella, banyak pemain memiliki kondisi lebih baik.


Baca Juga :
- Ancelotti Pusing, Napoli Terbelah Jadi Empat
- Duel Dua Sahabat

Adriano Bonaiuti, 52 tahun, staf persiapan kiper yang sudah mendampingi Samir Handanovic sejak di Udine.
Saya menerapkan tipe latihan spesifik tapi pelatih sudah berganti, jadi kami harus beradaptasi dengan keinginan Conte terkait taktik dan formasi baru. Conte adalah ahli strategi hebat. Samir merupakan kiper yang berkualitas, bekerja dengannya berarti berusaha memperbaiki aspek tertentu. Bersama pelatih, kami banyak bekerja dengan video. Handa menganalisis pergerakan alami pemain lawan untuk memahami rahasia mereka, situasi yang bisa tercipta di lapangan. Pengetahuan yang dimiliki staf sangat membantu, tahu bagaimana menyikapi momen sulit dan momen positif. Saya tahu apakah kesalahan penting atau tidak dan terjadi sekali atau tidak atau kesalahan teknik atau tidak. Bagi Handa, peran Daniele Padelli sangat esensial. Jika memiliki wakil yang kurang bagus, maka akan memengaruhi kiper utama, karena tidak mampu mengukur bagaimana caranya untuk menjadi lebih baik.

Julio Tous, 48 tahun, bersama Conte sejak di Juventus, pelatih kebugaran.
Kekuatan pemain adalah segalanya. Sekali dalam seminggu, kami melakukan latihan grup kemudian latihan individu. Di rumah, mereka juga mengikuti jadwal latihan, mungkin dengan alat bantu. Seorang pemain yang banyak melakukan latihan khusus adalah Romelu Lukaku: dia selalu berusaha melakukan sesuatu lebih. Untuk menyikapi otot pemain, kontrol sangat penting. Kekuatan Romelu lebih besar, jika fokus kepada kekuatan ini maka hanya akan membuang waktu Saya lebih tertarik bekerja dengan antisipasi, membuat pemain melakukan pergerakan lebih cepat. Dia memiliki kaki ukuran 48 dan harus melakukan pergerakan seimbang. Kami berusaha membuatnya mampu mengendalikan badannya yang besar. Saya mengalami kesulitan bisa menjatuhkannya, mungkin satu-satunya rekan yang bisa melakukannya adalah Milan Skriniar.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA