#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Laga Indonesia versus Malaysia Bukan Sekadar Menang-Kalah
19 November 2019 10:50 WIB
KUALA LUMPUR - Andritany Ardhiyasa mulai kembali menemukan sentuhan terbaiknya dalam beberapa laga terakhir Liga 1 2019. Hal ini sangat positif saat kiper Persija itu kembali memperkuat timnas Indonesia untuk menghadapi Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, dalam laga Pra-Piala Dunia (PPD) 2022, Selasa (19/11) malam.

Kembalinya sang kapten sangat penting mengingat saat ini timnas banyak dihuni pemain-pemain baru yang membutuhkan seorang pemimpin. Ya, hampir 70 persen skuat Indonesia saat ini berbeda dibanding ketika menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan lalu.

Beberapa pemain pilar seperti Alberto Goncalves, Zulfiandi, Evan Dimas Darmono, Andik Vermansyah, Saddil Ramdani, hingga Stefano Lilipaly tidak masuk dalam daftar.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Jumat 13 Desember
- Sampai di Indonesia Nama Shin Taeyong Tidak Disebut Segamblang di Manila

“Ini karena kami juga persiapkan tim untuk SEA Games, teman-teman tahu timnas U-23 kami juga baru saja melakukan laga uji coba melawan Iran  di Indonesia,” ucap Yeyen Tumena, caretaker pelatih timnas Indonesia.

Semenjak ditangani Simon McMenemy, timnas memang tidak punya tim utama yang ajek. Bahkan, saat melawan Uni Emirat Arab ada enam pemain inti yang dicadangkan.

“Kami berharap perubahan ini tidak membuat timnas porak-poranda. Justru ada motivasi yang baru dari pemain yang baru dilibatkan, seperti T.M Ichsan atau Ardi Idrus,” kata pengamat sepak bola nasional yang juga Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali.

Dalam ajang ini Indonesia masih belum mampu pecah telur dalam empat laga yang sudah dijalani. Tapi bukan berarti pasukan Garuda datang untuk kalah. Bukan juga perihal lolos atau tidak ke Piala Dunia. Tapi laga ini bicara masalah gengsi yang dipertaruhkan oleh pemain timnas ketika menghadapi Malaysia.

Kemenangan 4-1 Indonesia atas Malaysia di Bukit Jalil pada semifinal kedua Piala AFF 2005 juga bisa menjadi motivasi bahwa kandang Harimau Malaya itu bukan tempat yang angker. Meskipun, Malaysia lebih diunggulkan karena punya modal menang 2-1 atas Thailand pada laga terakhirnya. Sedangkan Indonesia hanya menang uji coba lawan PKNS U-21 3-0.

“Sejatinya Indonesia sudah dalam posisi pasrah karena sudah gagal, tapi kalau sampai kalah lima kali beruntun akan menjadi aib besar bagi sepak bola kita. Ini laga yang sangat dilematis. (Timnas) seperti rumah tua yang ingin ambruk. Para pemain datang ke Malaysia sekarang seperti menopang rumah itu agar tidak runtuh sebelum ada pelatih baru yang datang setelah ini,” ujar Akmal.

Sementara, Malaysia kini bertengger di peringkat ketiga klasemen Grup G dengan raihan dua kemenangan dan dua kekalahan. Motivasi pasukan Harimau Malaya pun tengah melambung tinggi usai mengalahkan Thailand di kandang, pada 14 November lalu.


Baca Juga :
- Eks Pelatih Timnas Indonesia U-19 Resmi Dikontrak Klub Malaysia, Sabah FA
- Shin Tae-yong Putuskan Melatih Shenzhen FC

“Untuk pemain, saya mau mereka melakukan tugas dan tidak memikirkan insiden yang sudah terjadi. Saya tidak mau mereka terpancing emosi. Kami perlu memberikan arahan untuk mendapatkan keputusan yang baik dan faktor nonteknis harus dikesampingkan,” kata pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe menyoroti rivalitas kedua tim.***SUMARGO PANGESTU

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA