#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Bir dan Nyanyian di Sauna
20 November 2019 11:55 WIB
HELSINKI – Perjalanan tim nasional Finlandia pada babak kualifikasi Piala Eropa 2020 ditutup dengan kekalahan 1-2 di kandang Yunani, Senin (18/11) malam. Namun, tak ada sedikitpun kekecewaan terpancar dari tim asuhan Markku Kanerva tersebut. Mereka justru masih merasakan euforia keberhasilan lolos menuju putaran final turnamen besar untuk kali pertama dalam sejarah.

Tiket menuju Piala Eropa 2020 sudah dipastikan saat menang atas Liechtenstein 3-0 pada laga sebelumnya. Jadi apapun yang dicapai versus Yunani sama sekali tak ada pengaruh bagi mental Teemu Pukki dan kawan-kawan. Saat ini, yang ada dalam pikiran mereka adalah perayaan dan pesta. Sebagaimana yang terlihat di Stadion Telia 5G, akhir pekan kemarin, ketika dobel gol Pukki dan Jasse Tuominen menghasilkan poin penting bagi Finlandia.

“Orang Finlandia dikenal sebagai introvert yang sulit mengekspresikan emosi. Namun, apa yang terjadi setelah peluit panjang di Helsinki malam itu sungguh luar biasa. Para suporter berlari menyerbu lapangan, memeluk dan mencium para pemain, mengatakan betapa mereka mencintai kami,” ujar kapten Tim Sparv. “Setelah perayaan bersama fans, kami menghabiskan waktu setengah jam di sauna sambil bernyanyi dan minum bir, kemudian makan malam dengan keluarga. Malam yang tak terlupakan.”


Baca Juga :
- Striker Muda MU Ini Kembali Tajam
- Prancis Meningkat dari Sisi Teknik

Tentu saja ini bukan kebahagiaan para pemain semata, tapi seluruh Finlandia. Dengan mudah bisa ditemukan gerombolan suporter yang berpawai, membentangkan spanduk, bersorak dan meniup terompet. Mereka larut dalam keindahan mimpi yang belum pernah tercapai dalam 108 tahun sejarah timnas: 32 kali percobaan dan kegagalan. Sekarang, The Huuhkajat akhirnya bisa sejajar dengan tim-tim terbaik Eropa.

Norwich City FC, klub di mana sang striker Pukki berkarier di Liga Primer, juga ikut merayakan kesuksesan Finlandia bersama suporter. Mereka mengadakan pesta bertajuk “Pukki Party” di pusat kota Helsinki, membagikan cocktail, kaos, dan tak lupa menjual pernak-pernik The Canaries. Prestasi pemain 29 tahun tersebut beserta The Eagle-owls ikut membawa keberuntungan bagi klub gurem asal Inggris tersebut.


Baca Juga :
- Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini
- Inilah Penyebab Tim Oranye Sulit Juara Grup di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Jika Finlandia bisa berpesta seperti ini, itu tak lepas dari peran Kanerva dan staf kepelatihannya. Sejak dipercaya menangani timnas pada 2016, pria 55 tahun itu berhasil menerapkan perubahan siginifikan dalam tim. Bukan hanya dari segi permainan dan taktik, tapi juga pendekatan terhadap personalitas pemain. Di bawah asuhannya, Pukki dan kawan-kawan bisa lebih bebas mengekspresikan diri.

“Saya belum pernah merasakan atmosfir seperti ini sebelumnya di timnas. Bukan lagi soal sepak bola semata, tapi lebih dari itu. Kanerva mampu menciptakan suasana kerja yang positif,” Sparv melanjutkan. “Kami bisa bermain tanpa harus khawatir bakal dikritik. Dia (Kanerva) mau berdiaog dengan pemain, mendengarkan masukan soal taktik dan apapun. Ini membuat semuanya merasa nyaman.”* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA