#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini
20 November 2019 13:10 WIB
MANCHESTER - Raheem Sterling telah berevolusi menjadi penyerang paling mematikan di Eropa musim ini. Di bawah pelatih Josep “Pep” Guardiola di Manchester City FC serta ditangani Gareth Southgate di tim nasional Inggris, Sterling seolah bisa membuat gol atau assist kapan pun ia mau.

Sebelum pertandingan terakhir The Three Lions di Grup A kualifikasi Piala Eropa 2020, dengan nada bercanda pelatih Kosovo Benard Challandes mengatakan, satu-satunya cara menghentikan Sterling hanya dengan mematahkan kakinya. Benar saja. Penyerang sayap (winger) kanan itu memang tidak mencetak gol pada pertandingan ke-56 bersama timnas Inggris.

Namun, satu operan Sterling berhasil dikonversi menjadi gol ketiga Inggris (dalam kemenangan 4-0) yang dicetak Marcus Rashford pada menit ke-83. Bagi Sterling, itulah assist kelima-nya untuk Tim Tiga Singa sepanjang 2019/20.


Baca Juga :
- Vardy Berpeluang Kembali Dapat Panggilan Timnas Inggris
- Lingard di Jalur yang Benar

Dengan begitu, total, Sterling sudah terlibat dalam 36 gol untuk klub dan negaranya dalam 32 pertandingan hanya selama musim ini. Sepanjang 2019/20 saja, mantan winger Liverpool FC itu mampu mencetal empat gol dan lima assist untuk timnas Inggris.

Untuk gol torehan Sterling juga mencengangkan. Di level klub, ia sudah mencetak 16 gol dengan rincian tujuh di Liga Primer, lima di Liga Champions, dua di uji coba, serta masing-masing satu di Piala Liga dan Community Shield. Untuk timnas, Sterling mencetak delapan gol di kualifikasi Piala Eropa 2020 dan dua di Liga Negara-negara Eropa (LNE).

Dengan statistik tersebut, tidak satu pun pemain terbaik di Eropa—bahkan dunia—saat ini yang mampu menandingi Sterling. Sejauh musim ini berjalan, Robert Lewandowski hanya mampu mencetak 33 gol dan dua assist untuk FC Bayern Muenchen dan negaranya, Polandia.

Megabintang tmnas Portugal dan Juventus FC, Cristiano Ronaldo, hanya terlibat langsung dalam 21 gol untuk negara dan klubnya dalam 15 pertandingan. Sementara rekan satu timnas Sterling, Harry Kane, 26 kali terlibat gol untuk klub dan negaranya musim ini. Sejauh ini, Kane sudah mencetak 23 gol yang enam di antaranya ia buat di Liga Primer.

Karim Benzema musim ini juga bermain bagus. Namun, pelatih Prancis Didier Deschamps tetap enggan memanggilnya. Striker 31 tahun itu sudah mencetak 15 gol dan lima assist untuk klubnya, Real Madrid CF, dari semua ajang, termasuk uji coba, musim ini. Sembilan gol dan tiga assist ia buat di La Liga dan masing-masing dua gol dan assist di Liga Champions.

Kylian Mbappe sudah terlibat dalam 20 gol untuk klubnya, Paris Saint Germain (PSG) dan timnas Prancis sepanjang musim ini. Cedera menjadi pengganjal bagi penyerang 20 tahun itu untuk lebih produktif.

Cedera juga menghalangi rekan seklub Mbappe, Neymar Junior, untuk mencetak gol dan assist musim ini. Hal yang sama dialami bintang FC Barcelona dan timnas Argentina, Lionel Messi.

Melihat performanya yang impresif, bukan tidak mungkin Sterling memecahkan rekor terbaiknya dalam hal produktivitas. Musim kompetisi 2018/19 sejauh ini menjadi pencapaian terbaik Sterling dengan mencetak total 31 gol di semua kompetisi.

Sterling dibeli Man. City dari Liverpool pada 2015 dengan harga 50 juta paun. Kedewasaan dalam bermain, teknik dan mental, diakui Sterling menjadi salah satu kunci mengapa dirinya bisa menjadi penyerang yang sangat tajam seperti saat ini.

“Pertama tentu usia. Saya masih sekitar 19 atau 20 tahun saat datang ke City. Kini, saya bisa dibilang hampir matang. Faktor lainnya adalah saya berada di tim yang bagus,” ujar Sterling, 24 tahun.

Usia dan kematangan teknik, diakui Sterling, sangat memengaruhi apa yang bisa dan diinginkan seorang pesepak bola. “Apakah Anda ingin menjadi seorang winger, pemain paling menonjol di antara 10 lainnya, tidak bekontribusi, atau pemain yang selalu ingin membantu timnya menang. Semua tergantung dari kedewasaan pemain tersebut,” tuturnya. “Saya selalu terus belajar setiap hari untuk lebih baik, lebih berperan besar di tim, serta lebih efektif tentunya.”

Isu Madrid

Kehebatan Sterling di depan gawang pun kembali memunculkan kabar ketertarikan Madrid. Sebuah media Spanyol menyebut, pada musim panas lalu Los Blancos sudah menemui perwakilan Sterling. Dalam pertemuan tersebut terungkap Sterling masih nyaman bermain untuk The Citizens. Namun begitu, Sterling pernah mengaku ingin bermain untuk Madrid, satu hari nanti.

Madrid mungkin akan mencoba “memaksa” mendatangkan Sterling ke Santiago Bernabeu pada transfer musim panas tahun depan. Meskipun begitu, manajemen Man. City dikabarkan sudah siap mengantisipasi dengan bakal menyodorkan perpanjangan kontrak baru berdurasi panjang untuk Sterling.


Baca Juga :
- Jika City Tanpa Pep...
- Guardiola Realistis

Dengan komposisi pemain yang dimiliki Madrid saat ini, Sterling memang cocok bermain di sayap kanan. Dengan usianya yang baru 24, Sterling mungkin bisa dua musim lagi untuk mematangkan teknik dan mentalnya sebelum bergabung dengan klub sebesar Madrid. Kendati demikian, selama City masih ditangani Guardiola, rasanya sangat sulit bagi Madrid untuk membeli Sterling, berapa pun harga yang mereka sodorkan.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA