#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Prancis Meningkat dari Sisi Teknik
20 November 2019 13:20 WIB
PARIS - Prancis menutup pertandingan di Grup C kualifikasi Piala Eropa 220 dengan sempurna. Menundukkan Albania di kandangnya, 2-0, Minggu (17/11) malam lalu, tidak hanya memastikan lolos ke Piala Eropa 2020 sebagai juara grup. Dari sisi teknis Les Bleus juga menorehkan catatan impresif di kualifikasi yang sekaligus menutup kalender pertandingan mereka tahun ini.

Secara keseluruhan, catatan Prancis sepanjang tahun ini sangat memuaskan. Dari 11 laga yang dimainkan, mereka meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Torehan Les Bleus kian sempurna karena mereka memastikan lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Ini kali ke-13 beruntun, Prancis selalu lolos ke turnamen besar. Sejak tampil pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Les Bleus tidak pernah lagi absen pada perhelatan akbar sepak bola. Prestasi ini layak disyukuri karena Prancis sempat mengalami periode sulit yang sangat panjang saat gagal lolos ke Piala Dunia 1970 dan 1974 serta Piala Eropa 1972 dan 1976.


Baca Juga :
- Inter dan Giroud Sudah Sepakat, tapi Tunggu Pemain Ini Pergi untuk Bisa Merapat
- Inter Milan: Giroud Segera Merapat, Eriksen Tunggu Perkembangan

Kecuali kedua duel lawan Turki, kalah 0-2 di Konya dan seri 1-1 di Paris, performa Prancis di kualifikasi Piala Eropa 2020 secara keseluruhan cukup impresif. Aspek yang paling menonjol dari skuat Les Bleus adalah lini pertahanan yang kokoh dan efektivitas dalam memanfaatkan bola-bola mati.

Prancis tercatat sebagai tim yang paling sering jadi sasaran tembakan lawan di babak kualifikasi, hanya 47 kali, dan hanya 16 dari tembakan-tembakan itu yang mengarah ke gawang mereka. Les Bleus juga hanya kebobolan enam gol dan catatan ini hanya kalah dari Belgia (dua gol), Turki dan Spanyol (tiga), dan Polandia (lima).

Salah satu penyebab bobolnya gawang Prancis adalah menurunnya konsentrasi. Ini tergambar dari gol-gol yang tercipta di menit-menit akhir seperti lawan Moldova (4-1) pada 22 Maret dan Albania (4-1) pada 7 September. Les Bleus juga kebobolan hanya selang enam menit setelah merobek gawang Turki (1-1) pada 14 Oktober.

Selain tangguh dalam bertahan, Prancis juga menunjukkan ketajaman dalam situasi bola-bola mati. Sebanyak 10 dari 25 gol Les Bleus di babak kualifikasi Piala Eropa 2020 berasal dari set piece. Empat di antaranya dari tendangan pojok, dua dari tendangan penalti, dan empat dari tendangan bebas tidak langsung.

Prancis bahkan membukukan rekor dengan selalu mencetak gol dari bola-bola mati sebanyak tujuh kali berturut-turut. Rekor set piece ini diawali oleh gol Clement Lenglet yang memanfaatkan tendangan bebas Antoine Griezmann lawan Andorra dan gol Wissam Ben Yedder dari tendangan bebas Nabil Fekir dalam laga yang sama.

Berikutnya ada gol penalti Olivier Giroud lawan Islandia dan gol yang dicetak striker Chelsea FC itu memanfaatkan tendangan pojok Griezmann lawan Turki. Kemudian kedua gol Prancis lawan Moldova yang masing-masing dicetak Raphael Varane memanfaatkan tendangan bebas Griezmann dan Giroud dari titik penalti. Terakhir adalah gol Corentin Toliso lawan Albania yang berawal dari tendangan bebas Griezmann.

Pertahanan yang tangguh dan ketajaman dalam bola-bola mati adalah aspek-aspek permainan yang jadi kunci sukses Prancis memenangi Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika itu Les Bleus menorehkan empat clean sheet dalam tujuh laga dan membukukan enam gol dari set piece termasuk dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia di final yang memastikan mereka keluar sebagai juara.

Giroud merupakan penyumbang gol terbanyak Prancis di kualifikasi Piala Eropa 2020 dan catatan ini sangat istimewa jika melihat menit bermainnya di Chelsea yang sangat minim musim ini. Striker 33 tahun ini membukukan enam gol sekaligus menambah torehannya buat Les Bleus menjadi 39 gol. Catatan ini hanya kalah dari Thierry Henry (51 gol) dan Michel Platini (41 gol).


Baca Juga :
- The Blues Sodorkan Giroud demi Zaha
- Harmonisasi Griezmann dan Messi Kian Menjanjikan

Dengan catatan ini, sulit bagi pelatih Didier Deschamps untuk tidak menjadikan Giroud sebagai striker utama Prancis di Piala Eropa 2020. Tapi, peluangnya bisa terancam jika terus jadi pemain cadangan di Chelsea.

“Dia (Giroud) sangat berguna dan tak tergantikan. Dia sangat efektif dan juga mampu membuat para pemain di sekitarnya berpeluang mencetak gol. Itu sebabnya dia tetap bersama kami meski jarang bermain di Chelsea. Jika dia punya kesempatan untuk pindah dan mendapatkan menit bermain lebih banyak, itu akan lebih bagus,” ucap Deschamps.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA