#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Rencana Penjualan Roma Bocor
21 November 2019 12:58 WIB
ROMA – Berkali-kali Presiden AS Roma, James Pallotta, membantah kalau dirinya akan melepas klub tersebut. Namun, seiring dengan bocornya dokumen penjualan I Giallorossi, dia tak bisa mengelak lagi.

Dokumen empat halaman itu dibuat perusahaan investasi Goldman Sachs dengan tujuan menarik para investor internasional untuk membeli klub. Di sana tercantum potensi perkembangan Roma, prestasi dan pekerjaan yang sudah dilakukan Pallotta. Strategi bisnis juga dipaparkan.

“Pemilik yang sekarang meletakkan dasar ekspansi di masa depan dan sukses yang berkelanjutan.  Ada potensi yang belum digarap untuk meningkatkan kepedulian terhadap merek dalam pasar paling atraktif di luar Eropa (contoh Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab), melalui laga persahabatan dan tur internasional, bersamaan dengan fokus kepada inovasi digital melalui penguatan akun sosial media,” itu adalah peluang yang bisa dimanfaatkan investor baru.


Baca Juga :
- Ancelotti Tidak Aman
- Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo

Roma mengklaim pendapatan mengalami kenaikan hingga 100 persen dalam lima tahun terakhir. Beberapa strategi bisnis untuk meraup pemasukan lebih besar, di antaranya adalah pembaruan langganan Roma TV. Saat ini kanal tersebut disediakan gratis bagi pelanggan Sky. Roma Radio dengan format streaming diharapkan menarik lebih banyak pendengar. 

Maraknya toko daring juga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memasarkan pernak-pernik ke seluruh dunia. Mereka ingin meningkatkan kunjungan turis ke Stadion Olimpico. Iming-iming kontrak hak siar televisi yang akan diperbarui setelah musim 2020/21 diharapkan menarik investor.

Kabarnya sudah ada satu peminat potensial, Dan Friedkin yang mengepalai The Friedkin Group. Kabarnya dia siap menyuntikkan 150 juta euro (sekira Rp2,3 triliun) dalam tempo satu tahun (hingga 31 Desember 2020). Pria terkaya di dunia nomor 504 itu sudah bertemu dengan perwakilan Pallotta beberapa hari lalu.

Sudah beberapa bulan, Pallotta mencari sosok yang bisa jadi partnernya dan sanggup menggelontorkan modal 150 juta euro. Untuk mereka, diberikan saham minoritas. Tak menutup kemungkinan di masa depan, dia melepaskan sebagian besar dari andil yang dimilikinya sekarang, sebesar 86,58 persen. Dengan syarat, investor tersebut mau memberikan 400 juta euro.


Baca Juga :
- Tak Muncul di Ballon d'Or, Ronaldo Jadi Pemain Terbaik Seri A
- Ancelotti Muak dengan Napoli

Tapi sebelum terjun sepenuhnya, pemegang hak distribusi Toyota di Amerika Serikat tersebut akan mempelajari profil Roma secara detail. Dia tidak mau gegabah menaruh uangnya meski prospek investasi di klub sepak bola cukup menarik. Friedkin juga perlu berkonsultasi dengan 11 petinggi lainnya dalam bisnis keluarga itu.

Kabar tersebut disambut dengan sangat antusias. Alhasil, harga saham Roma di bursa naik gila-gilaan. Otoritas bursa segera membekukan transaksi jual beli saham hingga ada pengumuman resmi dari klub.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA