#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Situasi Militao di Madrid Makin Rumit
21 November 2019 13:35 WIB
MADRID – Memiliki banderol transfer yang tinggi tidak memberikan jaminan posisi utama bagi Eder Militao di Real Madrid. Ia direkrut sebagai bek termahal dalam sejarah klub; 50 juta euro (sekitar Rp799,6 miliar). Namun situasi yang dialaminya malah rumit, sebab sulit untuk mendapatkan kesempatan tampil bahkan cenderung tersingkirkan.

Sejak bergabung di musim panas, eks bek FC Porto ini baru terlibat pada empat pertandingan resmi musim ini. Tiga di antaranya menjadi starter dan keseluruhan mencatatkan 300 menit tampil: dari total 16 laga yang dijalani Madrid (1.440 menit). Ia pun hanya menjadi penghangat bangku cadangan pada lima duel terakhir klubnya.

Laga Los Merengues –julukan Madrid– terakhir yang dimainkan oleh Militao adalah di jornada sembilan LaLiga 2019/20, tandang lawan RCD Mallorca, 19 Oktober. Kala itu ia bermain penuh tapi sayang tim harus keok 0-1. Jangankan untuk mengisi posisi utama, menjadi bagian dari rotasi atau pemain pilihan kedua pun sulit baginya.


Baca Juga :
- Arena Darah Muda di Mestalla
- Messi Berharap Bertemu Madrid yang Kuat

Pelatih Zinedine Zidane sulit untuk memberikan kepercayaan penuh ke Militao. Posisi Sergio Ramos dan Raphael Varane di jantung pertahanan nyaris tak terguncang, kecuali ada yang berhalangan tampil, seperti yang sudah terjadi. Situasi kian rumit, di lima pertandingan terakhir kesolidan pertahanan mampu meningkat drastis.

Duel saat terakhir Militao tampil juga menjadi laga terakhir Madrid merasakan gawangnya kebobolan. Selebihnya sudah ada lima clean sheet (tak kemasukan) yang dirasakan saat Ramos-Varane menjadi pengawal di depan kiper. Alhasil Zidane kian tak mau mengambil risiko, bermain aman dengan terus mengandalkan duet tersebut.

Bek tengah memang menjadi salah satu posisi yang sulit direbut di Madrid. Bek asal Brasil itu bukan yang pertama mengalaminya. Bahkan duo utama yang ada saat ini pun sempat merasakan; Ramos lebih dulu berperan sebagai bek sayap Los Merengues dan Varane harus sabar menjadi pelapis Kevlar “Pepe” Laveran di awal kehadirannya.

Militao sendiri sejatinya juga bisa bermain sebagai bek sayap kanan, namun di posisi itu Zidane memiliki Dani Carvajal yang juga sulit digoyahkan posisinya; Alvaro Odriozola selaku pelapis hingga jarang bermain. Selain itu bek 21 tahun ini juga sosok pemalu, meski adaptasinya dibantu pemain Brasil lain; Marcelo Vieira-Carlos Casemiro.

Situasi terus betambah rumit sebab ditambah lagi muncul nama Milan Skriniar sebagai target pembelian Zidane, untuk jadi bek tengah pelapis. Pemain 24 tahun itu memang punya tawaran dari klub Inggris, tapi mimpinya adalah gabung ke Madrid. Soal harga, minat klubnya FC Internazionale ke Luka Modric bisa dijadikan alat negosiasi.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

ANGKA


Baca Juga :
- Asa Mengembalikan Hegemoni Spanyol
- Aksi Tsunami Democratic Ancam El Clasico

15

Musim lalu Militao merasakan 15 kali tampil sebagai bek sayap kanan, dan bisa mencetak tiga gol serta satu assist. Bek tengah 31 kali; dua gol dan tiga assist.

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA