#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Djadjang Nurdjaman Penjinak Maung Bandung, Robert Rene Alberts Tidak Peduli
21 November 2019 15:38 WIB
BANDUNG – Menjamu Barito Putera Minggu (24/11) di Stadion Si Jalak Harupat, bisa jadi  momen krusial bagi Persib. Sebab bila menang, Maung Bandung berpeluang menembus peringkat lima besar klasemen sementara Liga 1 2019.  Tentu dengan catatan Arema FC menuai hasil imbang atau kalah saat menjamu Persija Jakarta sehari sebelumnya.

Maung Bandung kini berada pada peringkat keenam dengan 40 poin, sedangkan Arema FC peringkat kelima dengan 41 poin. Tapi, tidak mudah bagi skuat asuhan pelatih Robert Rene Alberts itu untuk menaklukkan Barito Putera. Apalagi saat ini Laskar Antasari, julukan Barito, ditangani pelatih Djadjang Nurdjaman.

Sosok mantan pelatih Persib itu memang kerap menjadi momok bagi tim kebanggaan bobotoh itu. Sejak hengkang dari Persib pada 2018, klub yang ditangani Djanur, sapaannya, hampir selalu berhasil menaklukkan Persib. Dalam lima perjumpaan dengan mantan klubnya, pelatih 61 tahun itu menang empat kali dan hanya sekali kalah.


Baca Juga :
- Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir
- Soal Gol Bunuh Diri Persib, Ini Kata Supardi dan Achmad Jufriyanto

Catatan lain yang juga membuat Djanur berada di atas angin adalah rekor pertemuannya dengan Robert. Total, tim asuhan Djanur selalu menang atas timnya Robert pada enam pertemuan mereka. Terakhir, saat menangani Persebaya, Djanur menang telak 4-0 atas Persib di Stadion Gelora Bung Tomo pada Liga 1 2019, 5 Juli lalu.   

Meski demikian Robert tidak peduli. “Saya tidak terlalu memperhatikan soal catatan pertemuan itu. Yang penting inilah saatnya untuk membuat Persib lebih baik,” kata Robert di sela latihan tim di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (20/11).

Bagi pelatih asal Belanda itu, menembus lima besar menjadi target yang dipatok sejak awal. Dan, laga kandang jadi kesempatan emas bagi Supardi Nasir dan kawan-kawan untuk kembali mengumpulkan pundi-pundi poin.

Selain melawan Barito Putera, Persib menyisakan tiga partai kandang lagi yakni menjamu Persela Lamongan, PSM Makassar, dan Perseru Badak Lampung. Sedangkan partai tandang menyisakan tiga yakni melawan Bali United, Borneo FC, dan PSS Sleman.

Jika dilihat dari sudut pandang optimistisme, Persib setidaknya menuai hasil imbang dalam semua partai tandang. Sedangkan, dalam empat partai kandang, seluruhnya wajib diakhiri dengan kemenangan.

Jika itu terjadi, Persib akan menambah 15 poin pada akhir kompetisi. Artinya poin Persib akan terhenti di angka 55. Dengan jumlah poin itu tentunya posisi lima besar sudah berada dalam genggaman.

Robert mengatakan, untuk mengejar target itu, syaratnya pemain harus tetap fight. Minimal, fokus dulu pada pertandingan terdekat yakni melawan Barito Putera. “Peluang menuju target lima besar akan menjadi lebih mudah jika dalam laga terdekat kami bisa ambil tiga poin,” Robert menegaskan.

“Artinya, melawan Barito Putera kami harus main lebih bagus daripada sebelumnya. Saya melihat, saat menghadapi Arema, performa tim sedikit menurun ketika masuk babak kedua. Ini jangan sampai terjadi saat lawan Barito maupun game lainnya,” ucap Robert.

Karena itu, kata Robert, program latihan ke depan akan semakin intensif. “Waktu libur pun mungkin tidak terlalu sering,” ia menambahkan.  Paling tidak, anak asuhnya memiliki endurance atau daya tahan stabil seperti permainan Persib lawan Arema babak pertama.


Baca Juga :
- Kekalahan Beruntun Persib, dari Rapor Kandang Buruk hingga Misteri Menit ke-56
- Hadapi Persela Jadi Pertaruhan Nama Besar Persib

“Pada babak pertama lawan Arema itu antara menyerang dan bertahan terlihat sangat seimbang. Saya ingin melawan Barito pemain bermain seperti itu,” Robert menegaskan.*Arief Nugraha K

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA