#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Peninggalan Pochettino di Spurs Sulit Ditandingi Pelatih Mana pun
21 November 2019 13:30 WIB
LONDON – Selesai sudah petualangan Mauricio Pochettino bersama Tottenham Hotspur FC. Pelatih asal Argentina ini harus berpisah dengan klub yang sudah ditangani sejak 27 Mei 2014 dengan digantikan Jose Mourinho. Dalam 5,5 tahun ini, memang pria yang akrab disapa Poch itu gagal memberikan trofi. Pencapaian terbaik sebatas runner-up pada tiga kompetisi dalam waktu berbeda.

Itu terjadi pada final Piala Liga 2014/15, Liga Primer 2016/17, dan Liga Champions 2018/19. Meski gagal menghadirkan trofi, Poch tetap dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik. Sekaligus, mengubah identitas Spurs.

Tidak hanya melalui bintang mahal yang direkrut, melainkan juga pemain muda. Harry Kane dan Dele Alli yang sukses dipoles Poch. Dia juga yang mendongkrak perkembangan Kyle Walker, Kieran Trippier, hingga Mousa Dembele. Usai mendapat gemblengan Poch, ketiganya dilepas Tottenham dengan harga tinggi.


Baca Juga :
- Bayern Muenchen dan Tottenham Hotspur Butuh Kebangkitan
- Melawan Die Bayern, Mourinho Rombak Komposisi Starter

Terkait penampilan, musim perdana pada 2014/15 merupakan periode transisi. Namun, dalam empat musim berikutnya, Pochettino benar-benar membawa Spurs sebagai salah satu kuda hitam. Ini bukan soal gelar.

Melainkan, cara Poch mengubah jiwa klub dengan cara yang tidak bisa dilakukan pelatih Tottenham sebelumnya. Yaitu, menjadikan Spurs tim muda yang berapi-api dan tak kenal takut. Meningkatnya mentalitas para pemain jadi bahan bakar dalam setiap pertandingan. Itu yang melekat dari The Lilywhites dalam lima tahun terakhir.  

Tak heran jika  banyak yang menyayangkan keputusan tersebut. Di media sosial, terutama Twitter, tagar #ThankYouPoch hingga #MauricioPochettino jadi trending di seluruh dunia.

Itu membuktikan tangan dingin Pochettino sangat membekas. Tidak hanya bagi fan Tottenham saja, melainkan penggemar sepak bola. Namun, manajemen  Spurs menilai, keputusan itu sudah tepat. Meski, harus diakui jika sangat berat. Apalagi, mengingat pergantian pelatih terjadi pada tengah musim.

“Kami sangat berat melakukan perubahan ini. Ini bukan keputusan yang diambil dewan Tottenham dengan ringan tapi juga tidak tergesa-gesa,” kata Ketua Tottenham Daniel Levy. (Namun), hasil domestik pada akhir musim dan awal musim ini sangat mengecewakan. Itu jadi tanggung jawab kami untuk membuat keputusan sulit. Kami punya banyak kenangan bersama Poch dan stafnya. Namun, kami melakukannya demi kepentingan tim.”

Pernyataan bersayap itu membuktikan sejatinya manajemen enggan melepas Poch. Terlepas dari hasil minor pada awal musim ini, Poch benar-benar mengubah Tottenham. Dari sebatas bayang-bayang Arsenal FC yang merupakan rival sekotanya dalam 20 tahun terakhir,  hingga jadi salah satu penantang serius perebutan gelar di Liga Primer.

Bahkan, mereka meraih poin tertinggi dalam sejarah pada 2016/17. Ketika itu, Tottenham mengoleksi 86 poin yang hanya selisih tujuh angka dari Chelsea FC sebagai juara (93 poin). Itu jadi salah satu musim terbaik Spurs sejak era Liga Primer. Sebab, mereka jadi tim tersubur dengan 86 gol sekaligus pemilik pertahanan terbaik karena hanya 26 kali kejebolan. Ini jadi warisan Poch yang meninggalkan standardisasi tinggi untuk penerusnya.


Pertaruhan Reputasi

Pun demikian di Liga Champions musim lalu. Untuk kali pertama dalam sejarah, Tottenham menembus final di turnamen antarklub paling elite di Eropa tersebut. Itu berkat tangan dingin Poch. Memang, mereka harus bertekuk lutut dari Liverpool FC akibat takluk 0-2 di Madrid.

Namun, tidak akan ada yang melupakan malam kegilaan dalam perjalanan Harry Kane dan kawan-kawan di fase knock-out. Secara dramatis, mereka menyingkirkan Manchester City FC di perempat final dan AFC Ajax, pada semifinal. Itu mengapa, bagi beberapa pihak, keputusan melepas Poch sekaligus mendatangkan Mourinho jadi pertaruhan reputasi Levy dan segenap manajemen Tottenham.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Inilah yang Membuat Duel Muenchen vs Spurs Menarik
- Parrott Berhasil Membuat Mourinho Terkesan

SOROT
TOTTENHAM
Hotspur jadi klub profesional ketiga yang ditangani Mauricio Pochettino. Debutnya dimulai bersama Espanyol di La Liga pada 2009-2012 yang berlanjut dengan Southampton 2013-2014, dan Spurs 2014-2019.

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA