#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Nasib Shin Taeyong Dibahas Departemen Teknik PSSI
21 November 2019 17:32 WIB
JAKARTA - Salah satu calon pelatih timnas Indonesia asal Korea Selatan (Korsel), Shin Taeyong sudah memaparkan programnya kepada PSSI di Kuala Lumpur, Selasa (19/11)lalu. Namun, anehnya dalam pemaparan program ini tidak ada Direktur Teknik ataupun orang yang ahli dalam bidang teknik kepelatihan yang dibawa PSSI.

Melainkan presentasi ini hanya didengarkan oleh pejabat teras PSSI. Yaitu, Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochammad Iriawan yang didampingi Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria bersama dua anggota Komite Eksekutif PSSI Endri Erawan dan Hasani Abdul Gani. 

Namun, Kepala Media dan Hubungan Internasional PSSIGatot Widakdo menjelaskan kalau hasil presentasi tersebut akan diteruskan Sekjen ke Departemen Teknik. Ia juga menilai ada beberapa program yang dipaparkan Shin cukup menjadi perhatian federasi dalam membangun timnas yang kuat.


Baca Juga :
- Menpora Yakin Indonesia Bisa Bawa Pulang Medali Emas Sepak Bola SEA Games 2019
- Perolehan Medali SEA Games 2019 Filipina: Indonesia Lampau Target Emas Minimalis

“Ya, Shin secara lugas memberikan pemaparan dan sistem kerja dia ketika nanti terpilih menjadi pelatih timnas. Alasan awalnya memang dia suka tantangan dan dia melihat Indonesia adalah tujuan yang tepat,” ujar Gatot.

“Selain itu, kalau saya lihat program yang cukup menjadi perhatian adalah Shin ingin menaikkan fisik pemain kita yang selama ini menjadi kendala. Dia sempat mendapat bocoran juga dari pelatih timnas Korsel U-19, bahwa pemain kita sebenarnya tidak kalah hebat dengan negara Asia lainnya. Namun kendala di fisik saja,” Gatot menambahkan.

Selain itu, Shin juga punya janji bahwa jika dirinya terpilih nanti akan membawa seluruh stafnya yang dahulu bertugas di Piala Dunia 2018. Ini untuk membantu membangun kualitas timnas Indonesia. 

“Ini artinya dia menunjukan keseriusan. Jadi stafnya itu nanti tidak akan bertugas untuk timnas senior saja ia juga akan memegang timnas muda kita. Contoh timnas U-16 yang dilatih oleh Bima Sakti. Nanti tentu akan tetap dengan Bima, namun beberapa staf pelatih dari Korea akan diperbantukan didalamnya,” ujar Gatot.

Sejauh ini memang federasi baru bisa mendengar pemaparan program dari mantan pelatih Korea Selatan itu. Sedangkan, untuk kandidat lainnya, yakni Luis Milla belum ada yang cocok. Milla menyatakan dirinya siap hadir ke Indonesia pada 21-24 November. Namun, PSSI menginginkan pertemuan di gelar di Singapura atau Manilla antara 22-24 November, karena Ketum PSSI harus mendampingi timnas U-23 di SEA Games 2019.

“Shin sudah lakukan pemaparan di depan kami. Pemaparannya juga cukup bagus, program yang dia canangkan juga bagus, dia sudah pelajari pemain timnas mulai U-16 sampai senior. Tapi belum ada keputusan apa-apa. Masih akan kami diskusikan lagi sekaligus nunggu hasil pemaparan dari Luis Milla karena saya juga belum kenal dengan dia,” ujar Ketum PSSI Mochamad Iriawan.*** 


Baca Juga :
- Pemain Timnas U-22 Vietnam Saingi Osvaldo Haay, Begini Komentar Jelang Final
- Pelatih Timnas U-22 Vietnam Tidak Mau Komentar Soal Indra Sjafri

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA