#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Mourinho Ingin Buktikan Diri Masih Layak Dijuluki "Special One"
22 November 2019 13:47 WIB
LONDON – Mayoritas fan dan pemain Tottenham Hotspur FC mungkin kecewa dengan pemecatan pelatih Mauricio Pochettino, Selasa (19/11) lalu. Namun pihak klub tidak buang waktu untuk menunjuk pengganti yang sepadan bahkan lebih berpengalaman, Jose Mourinho. Kendati memiliki reputasi mentereng, banyak pihak menilai juru taktik asal Portugal itu telah kehilangan magisnya.

Berbeda dengan Pochettino, Mou selalu mampu meraih trofi sejak mengasuh FC Porto periode 2002-2004. Kisah suksesnya lalu berlanjut di Chelsea FC (2004-2007), FC Internazionale (2008-2010), Real Madrid CF (2010-2013), Chelsea (2013-2015), dan Manchester United FC (2016-2018). Kini, dengan Spurs, Mourinho tertantang membuktikan kapasitasnya, bahwa dirinya masih layak dijuluki Special One.

Ya, publik menilai Mourinho adalah Yesterday Man atau sosok yang telah melewati masa keemasannya sebagai pelatih. Idiom itu melekat setelah ia dipecat MU pada Desember 2018. Walaupun mampu memberikan tiga gelar bagi The Red Devils, namun dari segi performa dan taktik, Marcus Rashford dan kawan-kawan dianggap tetap stagnan. Ia tak mampu membawa MU bersaing dengan Manchester City FC dan Liverpool FC.


Baca Juga :
- Komentar Solskjaer Setelah MU Menang Atas Tottenham Hotspur
- Reaksi Jose Mourinho Usai Tottenham Hotspur Kalah dari MU

Kendati begitu, dengan rekam jejak dan pengalamannya, Mourinho adalah opsi logis bagi Tottenham untuk menggantikan Pochettino, setidaknya ketika kompetisi sudah terlanjur bergulir. Musim ini tentu klub tidak membebani Mou dengan target muluk. Ia diharapkan dapat membawa Tottenham menembus empat besar Liga Primer dan melangkah sejauh mungkin di Liga Champions.

Special One sendiri tidak menjanjikan gelar bagi Spurs musim ini. Tetapi, ia optimistis mampu membawa Harry Kane dan kawan-kawan naik dari posisi ke-14 Liga Primer. “Kami sadar betul situasinya. Hal terpenting fokus laga demi laga dan berusaha meraih kemenangan sebanyak mungkin. Kita akan lihat bagaimana akhirnya, namun saya yakin kami akan finis di posisi yang lebih baik dari saat ini,” kata Mourinho. 

Untuk memenuhi target pada musim debutnya di London Utara, Special One bergerak cepat. Ia tiba awal di Enfield Training Centre pada Rabu (20/11). Mourinho ingin lebih dulu mengadakan pertemuan dengan seluruh anggota staf dan pemain Spurs sebelum menggelar latihan dan menjelaskan taktiknya. Sesi tersebut diikuti oleh mayoritas skuat, termasuk Kane dan gelandang Dele Alli. 

Mourinho tahu tugasnya tidak mudah. Chairman Spurs, Daniel Levy telah mengatakan bahwa ia harus memaksimalkan skuat yang ada. Pasalnya, klub tidak mengalokasikan dana untuk belanja pemain pada bursa transfer Januari mendatang. Mou mengklaim itu bukan masalah karena Tottenham telah memiliki komposisi pemain telah memadai dan akan menarik pemain dari akademi jika diperlukan.

Pembuktian awal Mourinho akan terjadi pada Sabtu (23/11) besok. Spurs dijadwalkan bertemu tuan rumah West Ham United FC di Stadion London. Namun sebelum itu, ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikannya. Pertama, menyiapkan taktik yang tepat untuk membuktikan dirinya masih salah satu pelatih terbaik di dunia. Mou tidak bisa membuat Spurs bermain seperti MU yang dipaksa tampil defensif.

Dengan pemain seperti Kane, Alli, Son Heung Min, Christian Eriksen, hingga Harry Winks, Mourinho bisa membuat Spurs memainkan sepak bola atraktif. Special One perlu belajar dari pengalaman di MU bahwa dirinya yang perlu beradaptasi dengan klub barunya, bukan sebaliknya. “Kualitas yang ada dalam skuat ini membuat saya sangat antusias untuk segera memulai,” ujar Special One.***     

       

   

      

 


Baca Juga :
- Prediksi MU Vs Tottenham Hotspur
- Mourinho Lebih Sering Mendominasi Bekas Klubnya

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA