#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Levy Berpotensi Jadi Hambatan bagi Mourinho di Tottenham
22 November 2019 14:08 WIB
LONDON – Daniel Levy adalah salah satu faktor yang membuat Mauricio Pochettino kehilangan posisinya sebagai pelatih Tottenham Hotspur FC. Ia mengeluh karena tidak mendapatkan dukungan Chairman (Ketua) klub London Utara tersebut dalam upaya menambah kedalaman tim. Pada 2018/19, Spurs sama sekali tidak merekrut pemain karena fokus membangun stadion baru.

Ketika itu, Pochettino bisa menerima alasan tersebut. Namun juru taktik asal Argentina tersebut hilang kesabaran pada musim panas lalu. Ia menuduh Levy tidak benar-benar serius ingin membantunya membawa Tottenham bersaing meraih trofi. Spurs memang merekrut Tanguy Ndombele, Ryan Sessegnon, dan Giovani Lo Celso, tetapi ketiganya dirasa belum cukup.

Ketidakseriusan klub juga berimbas pada keinginan sejumlah bintang untuk hengkang. Playmaker Christian Eriksen, bek tengah Jan Vertonghen, hingga bek kiri Danny Rose telah mengungkapkan harapannya bisa pergi dari Tottenham. Pengaruh Levy ini patut diwaspadai pelatih anyar Spurs, Jose Mourinho. Ia dianggap lebih buruk daripada Wakil Ketua Eksekutif Manchester United FC (MU), Ed Woodward.


Baca Juga :
- Bayern Muenchen dan Tottenham Hotspur Butuh Kebangkitan
- Melawan Die Bayern, Mourinho Rombak Komposisi Starter

Seperti diketahui, Mourinho kerap tidak sepakat dengan Woodward terkait perekrutan pemain pada musim terakhirnya melatih The Red Devils pada 2018/19 lalu. Hambatan yang lebih besar diprediksi telah menanti juru taktik asal Portugal itu di London Utara. Masalahnya, Levy yang juga dikenal sebagai pengusaha tersebut sangat perhitungan soal dana.

Selain soal transfer, ia juga memiliki kebijakan gaji yang sangat ketat. Pemain dengan bayaran tertinggi dalam skuat Tottenham saat ini adalah striker Harry Kane yang menerima 200 ribu paun (sekitar Rp 3,65 miliar) per pekan. Dengan kualitas yang dimilikinya, pemain 26 tahun tersebut bisa menerima yang jauh lebih tinggi dari klub-klub top Liga Primer lainnya. 

“Levy itu 10 kali lebih buruk. Woodward mungkin juga penuh pertimbangan dalam merekrut pemain, tetapi dia tidak keberatan menggaji Alexis Sanchez 500 ribu paun pekan. Jangan harap itu bisa terjadi di Tottenham selama dipimpin Levy,” kata analis sepak bola yang juga mantan gelandang Chelsea FC, Craig Burley.  

Pemecatan Pochettino juga bukti bahwa Levy tidak peduli dengan progres klub. Padahal bersama pelatih asal Argentina tersebut, Kane dan kawan-kawan telah memperlihatkan perkembangan signifikan. Satu hal yang diperlukan adalah dukungan penuh petinggi klub untuk dapat bersaing meraih trofi. Spurs telah memperlihatkan sinyal itu bersama Pochettino. Namun sebagai pengusaha, fokus Levy adalah meraup keuntungan.

Terutama setelah mereka mengeluarkan dana fantastastis untuk membangun Stadion Tottenham Hotspur. Pada akhirnya, Pochettino jadi korban teranyar kekuasaan Levy atas Spurs. Usai sukses membawa Spurs ke final Liga Champions musim lalu, ia hanya bertahan 12 laga Liga Primer. Mourinho menyadari itu saat Levy memberitahunya bahwa klub tak akan mengeluarkan dana untuk belanja pemain, Januari nanti.* 

  

   


Baca Juga :
- Inilah yang Membuat Duel Muenchen vs Spurs Menarik
- Parrott Berhasil Membuat Mourinho Terkesan

      

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA