#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Penyerang Tengah Chelsea Ini Bisa Sejajari Para Legende The Blues
22 November 2019 13:10 WIB
LONDON - Tammy Abraham akan menjadi salah satu pemain yang disorot dalam duel Manchester City FC melawan Chelsea FC. Pada duel di kandang Man. City, Stadion Etihad, Sabtu (23/11) malam atau Minggu dini hari WIB tersebut, seberapa banyak tembakan yang mampu striker muda Chelsea itu akan diuji.  

Abraham selama ini dikenal sebagai striker yang gemar melepaskan banyak tembakan, baik itu di Liga Primer maupun Liga Champions. Di Liga Primer, Abraham melepaskan total 38 tembakan dalam 12 kali dimainkan musim ini.

Jumlah tembakan itu ketiga yang terbanyak di liga. Untuk sementara, jumlah gol Abraham di atas dua striker top Liga Primer, Sergio Aguero dari Man. City (sembilan gol) dan Mohamed Salah di Liverpool FC (enam). Dengan 10 gol, Abraham berada di peringkat kedua daftar top scorer sementara Liga Primer, tepat di bawah Jamie Vardy (11 gol). Dengan 25 tembakan, striker Leicester City FC itu hanya berada di peringkat ke-25 jumlah tembakan di Liga Primer.


Baca Juga :
- The Blues Cari Suksesor Hazard
- Faktor Ini Membuat Keita Bermain Taktis

Vardy dikenal striker dengan efektivitas sangat baik. Strategi pelatih Leicester pun nyaris sama setiap musim, membuat Vardy lebih sedikit menyentuh bola namun mampu melepaskan tembakan dalam waktu yang tepat.

Striker muda seperti Abraham, 22 tahun, selalu berusaha meniru teknik finishing Vardy. Tetapi, taktik yang diterapkan Leicester untuk Vardy terbukti sangat sulit diaplikasi klub-klub Liga Primer lain, termasuk Chelsea. 

Dengan kemampuannya melepaskan banyak tembakan, Abraham diyakini bisa menembus lebih dari 100 tembakan di Liga Primer musim ini. Jika itu terjadi, ia akan menjadi pemain Chelsea keempat—sekaligus menyamai sejumlah legenda The Blues—yang masuk dalam daftar penembak terbanyak dalam semusim Liga Primer sepanjang 10 tahun terakhir.

Di Liga Primer 2016/17, Diego Costa melepaskan 111 tembakan (terbanyak keenam) dengan menghasilkan 20 gol (keempat di klasemen akhir). Sebelum Costa, pada 2010/11, Didier Drogba melepaskan 150 tembakan dengan 11 gol. Conversion rate Drogba yang hanya 7,3 persen itu hanya terput sedikit dari statistik Abraham di Liga Champions musim ini (7,1 persen).  

Semusim sebelumnya, 2009/10, Drogba mampu melepaskan 172 tembakan. Meskipun hanya 29 gol yang ia buat, striker Pantai Gading itu berhasil menjadi top scorer Liga Primer musim tersebut.

Pelatih Chelsea saat ini, Frank Lampard, juga masuk daftar. Dengan 141 tembakan pada 2009/10, ia berada di posisi keempat untuk total tembakan dengan menghasilkan 22 gol (kelima). Gaya bermain Lampard adalah perpaduan gelandang box-to-box dan striker.


Baca Juga :
- Lingard di Jalur yang Benar
- Jika City Tanpa Pep...

Musim ini, Chelsea dibisa dibilang memiliki reinkarnasi Drogba-Lampard dalam diri Abraham-Mason Mount. Saat ini, Mount sudah melepaskan 33 tembakan dan berada di peringkat ke-12 jumlah tembakan terbanyak. Jika Abraham mampu mempertahankan jumlah tembakan dan gol, Chelsea akan selalu memiliki pemain yang masuk 10 besar penembak dan pencetak gol Liga Primer. Bila Mount mampu masuk 10 besar, itu akan menjadi kali pertama Chelsea memiliki dua pemain yang tembus daftar elite itu untuk kali pertama sejak Drogba dan Lampard melakukannya pada 2009/10.

Sabtu besok, ketajaman Abraham akan kembali diuji saat turun di kandang Man. City. The Citizens saat ini menempati posisi teratas tim dengan jumlah tembakan lawan paling sedikit, rata-rata hanya 7,3 per laga. Gaya permainan menyerang dan pressing ketat membuat lawan-lawan juara Liga Primer itu sulit melepaskan tembakan.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER    

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA