#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tim Pelajar U-18 Indonesia Bertekad Obati Luka Timnas Senior Lawan Malaysia
22 November 2019 10:03 WIB
BALIKPAPAN - Pengendalian emosi menjadi kata kunci yang ditekankan dalam pertemuan antara tim Pelajar U-18 Indonesia dengan Malaysia. Laga semifinal Asian Schools Football Championship ini diyakini bakal bertensi tinggi.

Bukan rahasia setiap pertemuan negara dua serumpun ini acap dibumbui dengan tekanan yang tinggi. Karena itu dibutuhkan mentalitas yang kuat. Pun bagi Pelajar U-18 Indonesia yang dipastikan akan mendapat dukungan penuh dari suporter saat berlaga di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/11) pukul 20.00 WITA atau 19.00 WIB. 

"Ini pertandingan bergengsi. Pasti akan berlangsung panas. Tapi, kita tidak boleh terpancing emosi," kata gelandang tim pelajar, Muhammad Salman Alfarid, saat ditemui setelah latihan di Hotel Blue Sky, Balikpapan, Kamis (21/11).


Baca Juga :
- Pelatih Myanmar Waspadai Osvaldo Haay
- Perolehan Medali SEA Games Filipina: Indonesia Sodok Vietnam di Posisi Kedua

Salman mengakui telah diwanti-wanti pelatih Bambang Warsito. Saat dimainkan melawan tim pelajar Cina, ia dan rekan-rekannya beberapa kali terpancing emosinya.

Pemain timnas U-19 itu juga mengatakan dirinya mengincar kemenangan. Bukan hanya agar skuat Elang Muda masuk final, namun juga untuk menebus kekecewaan akibat timnas senior ditaklukkan Malaysia pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa silam.

"Sebenarnya saya tidak merasa terbebani. Justru saya ingin membalas kekalahan tim senior melawan Malaysia kemarin," ucap Salman.

Pemain senior lainnya di tim pelajar Indonesia, Komang Teguh Trisnanda, juga mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tampil sabar saat menghadapi tim negeri jiran.

"Ya kita sih harus lebih bisa kontrol emosi juga. karena kita kan sama Malaysia juga musuh bebuyutan. Kita harus bisa mengendalikan diri," kata bek tengah timnas U-19 itu.

Tim pelajar Indonesia memiliki catatan cukup baik pada fase grup dengan kemenangan atas Sri Lanka dan Korea Selatan, serta satu kekalahan dari Cina. Penampilan mereka secara individual sangat baik, namun banyak pihak menilai penampilan kolektif skuat Elang Muda masih dapat ditingkatkan.

"Pertandingan terakhir melawan Cina kami lebih individual kurang kolektivitas tim. Ini tak boleh terulang melawan Malaysia yang memiliki karakter sama seperti kita. Jadi kerja sama tim harus ditingkatkan," imbuhnya. 


Baca Juga :
- Myanmar: Sepak Bola Itu Olahraga yang Sulit Diprediksi
- Indra Sjafri dan Ketengilannya Saat Konferensi Pers Jelang Semifinal SEA Games 2019

Kehadiran ribuan suporter yang memadati Stadion Batakan, diakui Salman dan Komang sebagai vitamin tambahan untuk mendongkrak semangat juang mereka dan rekan-rekannya. Mereka tidak mau mengecewakan pendukung yang datang langsung maupun menyaksikan lewat siaran streaming Menoreh TV.

"Dukungan mereka membuat adrenalin kami tinggi. Kami ingin membayarnya dengan kemenangan bahkan menjadi juara," tandas Salman.*
 

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA