#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Okky Youth Soccer Team Sukses Pertahankan Gelar Juara di Ajang Singa Cup
22 November 2019 12:50 WIB
JAKARTA - Untuk kedua kalinya, Okky Youth Soccer Team berhasil mempertahankan gelar juara pada ajang Singa Cup (Singapore International Youth Cup). Okky Youth menjadi juara di turnamen kategori udia internasional tersebut.

Okky Youth Soccer Team yang dibentuk dari hasil seleksi Indonesia Junior Soccer League (IIJSL), berhasil menjadi juara pada ajang Singa Cup 2019. Di babak final, Okky Youth mengalahkan wakil Malaysia, akademi Johor Darul Ta'zim.

Bahkan, salah satu penggawa Okky Youth, yakni Fawaz Fauzan, mampu menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) pada turnamen tersebut. Fawaz pun mendapatkan kesempatan untuk mengikuti latihan di akademi Sporting CP di Lisbon, Portugal.


Baca Juga :
- PSSI Jawab Kepastian Soal Shin Tae-yong, Luis Milla, atau Indra Sjafri
- Filipina Gondol Emas dari Cabor Esports SEA Games 2019, Nomor Mobile Legends!

Selama turnamen Singa Cup 2019, yang berlangsung dari 4-7 November ini, Okky Youth tergabung ke dalam Grup A. Di sana mereka mencatatkan penampilan gemilang, tanpa kebobolan satu kali pun.

Pencapaian Okky Youth di turnamen Singa Cup 2019 ini mendapatkan apresiasi dan ucapan selamat dari pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri. 

"Selamat dan terima kasih pada Okky yang sudah mensponsori turnamen usia dini di Indonesia. Semoga selalu konsisten dan bisa diselenggarakan di seluruh Indonesia," ucap Coach Indra lewat pesan videonya.

Selain itu, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, lewat Alman Hudri selaku asdep bidang olahraga dan pendidikan, juga menyampaikan apresiasinya untuk pencapaian tim Okky Youth.


Baca Juga :
- Menpora Yakin Indonesia Bisa Bawa Pulang Medali Emas Sepak Bola SEA Games 2019
- Target Awal Terlewati, Harry Warganegara: Kita Coba Kejar Misi Akhir

"Kemenpora mengapresiasi atas semua partisipasi. Jujur kita harus kolaborasi antara Okky dan Kemenpora. Kita akan padukan dengan harapan kita punya materi-materi bagus dan tidak terkontaminasi dengan berbagai hal yg membuat anak2 kita melenceng dari tujuan awal," ucap Alman.

"Dari sekian banyak pembinaan usia dini di sepak bola, kita selalu berhasil dan ketika memasuki usia dewasa kita malah hancur. Maka dari itu kami sepakat untuk membuat koridor khusus agar pemain-pemain ini tidak terkontaminasi citra dan gayanya. Nanti akan ada pembinaan-pembinaan lainnya," tambahnya. ***

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA