#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Rudy Agustian Beberkan Mengapa Ground and Pound Sangat Efektif
26 November 2019 12:25 WIB
JAKARTA - Teknik ground and pound atau GnP terus berkembang seiring evolusi dunia seni beladiri campuran. GnP telah menjadi bagian penting bela diri campuran sejak era dimana Royce Gracie mengalahkan lawan tanpa bantingan, hingga tren modern dimana para petarung modern saling merebut gelar juara. 

GnP merupakan sebuah teknik yang dilayangkan ketika seorang atlet berada di atas lawan yang sedang dalam posisi telentang, sehingga memudahkan untuk menghujani lawan dengan tinjuan serta sikutan. 

Mark “The Hammer” Coleman adalah tokoh yang dianggap berandil memberikan nama bagi teknik ground and pound, dan dianggap sebagai salah satu pengembang awal gaya bertarung ini. Oleh sebagian kalangan, GnP dirasa kurang pas untuk seni bela diri campuran karena dianggap terlalu brutal bagi para atlet di atas ring. 


Baca Juga :
- Menanti Kiprah Rocky Ogden Saat Berebut Sabuk Juara Dunia
- Mengenal Sam-A Gaiyanghadao, Petarung Legendaris dengan Ratusan Kemenangan

Namun, konsep bela diri campuran modern justru semakin memungkinkan penerapan GnP dalam pertandingan. Antara lain karena para atlet modern kini juga harus menguasai teknik ground game, selain juga kemampuan takedown defense, submission defense, dan mengatasi situasi diluar kendali mereka.  

Atlet ONE Championship dari Indonesia, Rudy “The Golden Boy” Agustian, berbagi opini, pengalaman, serta beberapa teknik terkait penerapan GnP dalam pertandingan yang sesungguhnya.

“Teknik ini sangat efektif, baik untuk finish atau untuk set-up finish dengan submission,” ungkap Rudy yang berlaga di kelas flyweight.

Bagi atlet profesional seperti Rudy, berada dalam posisi dominan atas lawan adalah sebuah momen favorit. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk segera menyelesaikan laga lewat serangkaian serangan. 

Namun, meskipun lawan telah berada dalam posisi tidak menguntungkan, tidak berarti mereka tidak memberikan perlawanan sama sekali. Tangan mereka masih aktif untuk melindungi area muka dan kepala sementara kaki mereka bisa berkelit untuk meloloskan diri bahkan menyerang balik. 

Untuk itu, perlu ada satu latihan khusus untuk menjadikan posisi tersebut senjata yang efektif. 

“Biasanya 2 sampai 3 kali seminggu ada program ground and pound, dimana kami mencoba mempraktikkan GnP  dalam sesi-sesi sparring. Lama-kelamaan akan jadi muscle memory bagi atlet dan bisa diterapkan dalam pertandingan,“ paparnya. 

Posisi ketika melayangkan serangan pun perlu diatur agar aksi tersebut menghasilkan pukulan yang optimal. 

“Posture upbadan agar pukulan bisa lebih keras, rajin mengganti target dan lakukan dari berbagai arah. Lancarkan serangan dengan berbagai teknik seperti hammer fist, straight, hook, dan elbow agar lawan kesulitan block dan defense” ujarnya. 

“Yang terakhir, jangan sampai kita keasikan GnP. Harus juga menerapkan kontrol atas lawan anda, agar lawan tidak bisa melakukan submission atau melancarkan teknik sweep pada anda,” lanjut Rudy yang telah mencatatkan tiga kemenangan sejak berlaga di panggung global ONE Championship.

“The Golden Boy” menekankan perlunya membaca situasi dan gerakan lawan agar bisa mengantisipasi serangan balik. 


Baca Juga :
- Debutnya Keren, tapi Petarung Muda Ini Kalah Juga
- Petarung Juara Dunia Tampil di Jakarta, Ini Tanggal Mainnya

“Control tangan dan kepala lawan, jangan sampai lawan sempat posture up dan leluasa memukul. Setelah anda berhasil mendapat kembali kontrol, silahkan set-up sweep atau submission, lalu segera balikkan keadaan,” pungkasnya. 

Dihimpun dari onefc.com/id, ONE Championship akan menghelat ajang pamungkas tahun ini di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat, 6 Desember dalam pergelaran bertajuk ONE: MARK OF GREATNESS.

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA