#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Jangan Remehkan Peran Toni Kroos di Real Madrid
27 November 2019 16:39 WIB
MADRID – Di usia yang akan menginjak 30 tahun, peran Toni Kroos di Real Madrid masih diperhitungkan. Dia kembali bersinar bersama Madrid setelah pada musim lalu performanya dipertanyakan. Tidak hanya di level klub, sang gelandang tengah juga mampu meneruskannya saat memperkuat tim nasional Jerman. Bisa dikatakan, Madrid telah menemukan kembali versi mematikan Kroos atau the deadliest Kroos musim ini.

Hingga kompetisi 2019/20 memasuki November, Kroos telah mengemas tiga gol untuk Madrid dan tiga gol lainnya untuk Jerman. Total ada enam gol ditambah 3 assist untuk Los Blancos, julukan Madrid, dan satu assist bersama Die Mannschaft, julukan Jerman.

Torehan tersebut menyamai musim tersuburnya di Madrid yakni 2017/18 (5 gol di klub, 1 di timnas). Tiga gol Kroos di Madrid dicetaknya saat menghadapi Celta Vigo, CD Leganes, dan Galatasaray SK. Sementara untuk Jerman, ada dua gol kala melawan Belarusia dan satu kontra Belanda, semua tercipta di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020 di Grup C.


Baca Juga :
- Madrid Siap Layangkan Tawaran Resmi untuk Fabian Ruiz
- Jengkel kepada Wasit, Ramos: Saya Tanya Apakah Punya Masalah Pribadi dengan Saya?

Tingginya catatan gol Kroos musim ini terjadi lantaran keberaniannya dalam mengancam gawang lawan. Jika menengok statistik tembakannya musim ini, pemain kelahiran Greifswald ini melepaskan satu tembakan tiap 38,9 menit. Dia hanya membutuhkan sepuluh tembakan untuk mencetak gol, sementara musim lalu dari 48 percobaan hanya satu yang menjadi gol.

Kemampuannya dalam mencetak gol merupakan salah satu alasan Madrid mendatangkannya dari Bayern Muenchen pada 2014/15. Bersama klub Bundesliga tersebut, dia memenangkan Liga Champions 2012/13 dengan koleksi sembilan gol. Catatan serupa diraihnya di musim keduanya bersama Bayer Leverkusen.

Namun, di Madrid pemain pemilik nomor punggung 8 tersebut belum pernah mencapai angka gol terbaiknya, mentok di angka 5. Sulitnya Kroos menyamai rapor-rapor tersebut bukan karena kurang beruntung, melainkan minimnya upaya. Musim ini dengan kompetisi yang baru berjalan sepertiga, dan keberaniannya bermain lebih dekat gawang lawan, kans menorehkan rekor sangat terbuka.

Di sisi lain, sebenarnya bukan hanya Kroos saja yang permainan kembali gemilang di Madrid. Terbaru, Luka Modric bermain luar biasa saat timnya menghajar Real Sociedad di jornada 14. Dia mencetak dua assist dan satu gol dalam kemenangan 3-1 di Bernabeu itu.

Sama seperti Kroos, Modric sempat mendapat kritik tajam lantaran performanya yang menurun sejak menerima penghargaan Ballon d’Or 2018. Posisinya bahkan terancam karena penampilan Federico Valverde, gelandang 21 tahun yang sedang naik daun. Namun, Modric berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain tengah terbaik dunia belum habis dan siap bersaing memperebutkan tempat utama.


Baca Juga :
- Zidane Yakin Sergio Ramos Bakal Perbarui Kontrak
- Inilah Daftar Skuat Madrid untuk Laga Melawan Levante, Bale Tak Dibawa!

Situasi ini jelas memusingkan pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Itu karena dia memiliki empat gelandang utama yang dalam performa terbaik. Selain Kroos, Modric, Valverde juga ada Carlos Casemiro.

Wacana mengubah skema 4-3-3 menjadi 4-4-2 pun mencuat untuk mengakomodir para gelandang tersebut. Opsi tersebut mungkin saja mengingat koneksi antara dua pemain serangnya, Karim Benzema dan Eden Hazard sudah cukup baik. Namun, itu artinya pelatih harus mengorbankan penyerang lainnya seperti Rodrygo Goes yang juga tengah melesat atau pemain penuh kontroversi, Gareth Bale.*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA