#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pembalap F2 Ini Lengkapi Skuat F1 2020
29 November 2019 11:15 WIB
ABU DHABI – Jelang putaran terakhir Formula 1 (F1) 2019, Williams mengkonfirmasi Nicholas Latifi sebagai rekan duet George Russell untuk musim depan. Kehadiran mantan pembalap Formula 2 (F2) itu sekaligus melengkapi susunan driver F1 2020.

Latifi akan menggantikan Robert Kubica yang kontraknya tak diperpanjang oleh Williams. Berduet dengan Russell, pembalap 24 tahun itu diharapkan bisa membawa tim lebih baik, menyusul penampilan buruk tim yang berbasis di Grove, Inggris tersebut.

Bayangkan, hingga F1 2019 melakoni lomba terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Minggu (1/12), Williams baru mengumpulkan satu poin. “Saya sangat senang mendapat kesempatan ini (berlomba dengan Williams),” kata Latifi via Motorsport.com.


Baca Juga :
- Beda Usia 49 Tahun Bukan Masalah, Briatore Pacari Mahasiswa Usia 20 Tahun
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi

“Saya benar-benar menikmati setiap momen kerja sama dengan tim, tahun ini, sebagai pembalap penguji. Membantu mereka dalam mengembangkan mobil untuk mencari solusi. Atmosfer di dalam tim ini juga benar-benar bagus,” Latifi menambahkan.

Merujuk pada pencapaiannya dalam F2 2019, Williams merasa layak memberinya kesempatan. Ya, Latifi setidaknya tujuh kali menjejak podium dari total 10 putaran (masing-masing dua lomba), di mana empat di antaranya kemenangan.

Hasil tersebut membawanya finis di posisi kedua klasemen akhir pembalap dengan 194 poin. “Sebagai pembalap resmi, saya tak sabar melangkah lebih jauh. Apalagi, tantangan di depan tak bisa diremehkan. Tapi, saya sangat termotivasi,” kata Latifi.

Tak hanya Latifi yang naik kelas, musim depan, beberapa pembalap muda akan berlaga dalam ajang balap jet darat. Wakil Prinsipal Williams, Claire Williams, optimistis dengan kemampuan pria asal Kanada tersebut. Ia yakin Latifi membawa tim lebih baik.

“Saya dengan bangga mengumumkan bahwa Nicholas akan membuat langkah berikutnya sebagai pembalap. Ia akan berduet dengan George di F1 2020. Semua orang di Williams terkesan dengan capaiannya, pun dengan kontribusinya di balik layar,” ujarnya.

Dalam empat tahun terakhir, Latifi dipercaya sebagai pembalap penguji oleh beberapa tim F1 seperti Renault, Alfa Romeo dan Williams. Posisi ini membuatnya terbiasa dengan mobil formula pada kelas tertinggi, yang sepenuhnya berbeda dengan yang ada di F2.

Di sisi lain, masuknya Latifi dalam daftar pembalap F1 2020 sekaligus memastikan kalau Nico Hulkenberg tak akan berkompetisi di ajang ini. “Nicholas sudah jadi anggota keluarga Williams yang diakui dan dihormati. Kami tak sabar melihat aksinya,” kata Claire.


Baca Juga :
- Mantan Supremo F1 Terjebak Pajak Rp 18,4 Trilun
- McLaren Ubah Filosofi Dasar jelang F1 2020

Hulkenberg gagal melanjutkan kariernya di F1 setelah Renault memilih Esteban Ocon untuk menggantikan posisinya, tahun depan. Padahal, pria asal Jerman itu memiliki kinerja cukup baik selama tiga tahun bergabung dengan tim tersebut.

Tapi, fakta bahwa Renault kalah bersaing dari McLaren, membuat manajemen melakukan perubahan. Ocon diharapkan meningkatkan performa Renault karena memiliki hasil cukup baik saat berlomba untuk Force India (sekarang Racing Point), 2017-2018.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA